Laman

30 Okt 2011

Tak Selalu Bagus

Keringat, air mata dan darah...
Semuanya saya kucurkan bersama-sama dengan teman-teman satu angkatan saya di STIS saat melakukan penyusunan skripsi. Tetapi tak semua dari kami mendapatkan hasil yang sama...

Telah lama sekali saya ingin menuangkan perasaan ini ke dalam tulisan... Saya lupa tepatnya tanggal berapa, tapi hari itu adalah hari dimana saya dan teman-teman saya melakukan pengukuran toga untuk wisuda. Yah, senang sekali rasanya karena tahu tak lama lagi kami akan segera di wisuda. Tapi ternyata hari itu bukanlah hari yang menyenangkan bagi tiga orang teman saya.. Saat itu kami semua selesai melakukan pengukuran toga. Saya tahu ada tiga orang teman saya yang dipanggil pihak kampus terkait masalah skripsi, walau tidak tahu kenapa mereka dipanggil, tapi sepertinya ada sesuatu yang tidak bagus terjadi pada mereka.. Karena khawatir akan kondisi mereka, saya dan teman-teman yang lain pun berinisiatif menunggu mereka...

Sekita pukul 15.30 dua dari tiga orang teman saya yang dipanggil tadi keluar dari pintu parkir gedung kampus.  Dan yang terjadi adalah..., mereka divonis gagal dalam skripsi dan harus mengulang satu tahun kuliah lagi.. 

Saya benar-benar tidak tahu harus bagaiman. Saat itu saya menghadapi dua orang teman wanita saya yang di vonis gagal dalam ujian skripsinya yang mana keduanya adalah teman akrab saya di kampus. Yang satu tak sanggup lagi melangkah dan menangis menjadi-jadi di depan gerbang kampus, sedangkan  yang satunya diam dan terus berjalan menuju kontrakannya.. Dan saya hanya bisa diam.. bingung, siapa yang harus saya tenangkan? apa kata yang tepat? memberi wejangan, melawak biar terhibur atau memberi semangat?? pertolongan seperti apa yang bisa saya lakukan??

Saya ceritakan masalah ini pada keluarga saya, bahkan ibu saya sendiri menangis mendengarnya.. Membayangkan betapa sulit ujian yang harus dihadapi teman-teman saya.. Mengingat betapa mereka ingin membahagiakan orang tua mereka.. Dan melihat apa yang mereka dapat bukanlah hasil yang adil dilihat dari kerja keras mereka... Sakit-sakitan, stress, dan ketakutan menjadi imbas dari kejadian itu...

Terlalu egois saat kita memikirkan "untung saya selamat", disaat ada teman kita yang tidak "selamat".. Walau memang di dalam hati saya bersyukur akan yang saya dapatkan.. Jujur saya katakan, saya benar-benar masih ingin menikmati bangku kuliah. Apapun yang orang katakan, tapi  batin saya siap bila saya diputuskan untuk mengulang di tahun depan. Saya senang kondisi perkuliahan, menuntut ilmu.. berdiskusi tentang pengetahuan.. dan tentu ada ambisi lain yang belum tercapai selama saya menjadi mahasiswa tapi saya ingin menggapainya... Tapi terlepas ambisi tersebut, saya tahu orang tua saya pasti tidak siap dan tidak menginginkan itu.. Karena itulah saya berusaha untuk lulus...

"Itu semua adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan untukmu", "Semua pasti ada hikmahnya"..
Ya ya ya.. mungkin kita telah bosan mendengar kata-kata itu, semua orang sudah tahu itu.. Tapi kata-kata tersebutlah kata-kata yang ditanamkan oleh ibu saya saat kami sekeluarga menunggu ayah saya terbaring sekarat di ruang ICCU... Dan hingga saat ini, kata-kata itulah yang selalu saya tanamkan baik-baik di kepala saya saat saya mendapatkan masalah. Karena hampir semua masalah yang saya alami, memang mendatangkan sebuah cerita indah yang telah dirancang oleh Tuhan kepada saya..

2 Sep 2011

Agustus ke 22

Agustus, yah bulan favorite saya sejak kecil. Selain karena bulan kelahiran saya, kelahiran adik kandung saya, kemerdekaan Indonesia, dsb... Dan pada tahun ini, ada banyak hal yang saya lewati di Agustus ini. Mulai dari puasa, seminar skripsi, skirpsi dan skripsi, dan tentunya balik kampung...

Tahun ini adalah bulan Agustus ke 22 saya. Berbarengan dengan bulan Ramadhan yang dibaliknya mendatangkan banyak pengalaman menarik bagi saya. Agustus ini pun dimulai dengan dijalankannya ibadah puasa oleh umat muslim. Empat hari berjalannya bulan ini pun saya disapa oleh seminar skripsi. Tepatnya pada 4 Agustus 2011 pukul 12.30, saya menjalani seminar skripsi saya di kampus saya STIS.
Seminar
Setelah selesai dengan rangkaian kegiatan seminar skripsi, saya dan teman-teman kampus saya terus mempersiapkan kesiapan skripsi kami untuk jadwal sidang nantinya. Tapi dibalik semua itu, kami harus menghadapi UAS terakhir kami(kalo lulus :D) di STIS.

Sebelum dilaksanakannya UAS, saya dan teman-teman Komputasi Statistik mengadakan buka bersama di rumah salah satu teman kontrakan saya. Makan-makan.... Hoho, narsis lagi..
Buka Bersama 4KS Angkata 49
UAS yang hanya mengujikan tiga mata kuliah ternyata tidaklah semudah seperti yang diperkirakan. Tetap saja kami harus menghadapi berbagai konsep IT, angka-angka statistik, logika-logika artificial inteligence yang hampir kebanyakan mahasiswa tidak sukai. Di tengah sibuk-sibuknya belajar UAS, ada-ada saja ide dari kampus saya agar mahasiswanya nggak stress. Mengadakan foto-foto untuk ijazah yang dilaksanakan tepat pada hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Ternyata cukup menyenangkan..
narsis 1
narsis 2
narsis 3
Setelah puas foto-foto bersama, kami semua lanjut lagi belajar MTV yang mana MTV tersebut adalah mata kuliah paling menakutkan pada semester ini. Selain karena banyaknya angka-angka, MTV sendiri merupakan gabungan beberapa mata kuliah racun yang tidak kami pahami. Karena ketakutan itulah, kami mengadakan KSM agar mahasiswa goblok seperti saya bisa menyerap isi otak mahasiswa expert.
belajar bareng
Tanggal 18 Agustus, adalah UAS terakhir kami, Setelah itu lanjut perang dengan skripsi kembali. Banyak mahasiswa yang udah mudik balik ke kampung halamannya dan berencana melanjutkan skripsi mereka di kampung halamannya. Tapi beberapa masih bergentayangan di Jakarta. Beberapa mahasiswa KS pun berinisiatif mengerjakan skripsi alias coding berjamaah di kontrakan saya yang diselingin dengan nonton bola bareng. Yah, jelas ini sangat menyenangkan. Selain kami bisa sharing-sharing pengetahuan kami, menghilangkan stress, dan tentunya mempererat tali silaturahmi kami, hehe..
Camp Korban Skripsi
skripsi 1
Coding Berjamaah
Skripsi 2
Skripsi 3
Yah yah yah... Hari demi hari kami lewati.. tiada hari tanpa coding... baris demi baris code kami selami.. Revisi, revisi, dan revisi sudah menjadi cerita sehari-hari antara saya, kita, dan dosen pembimbing kita.. kita??

Malam itu tepatnya tanggal 22 Agustus 2011, seperti biasa kami coding berjamaah lagi di kontrakan saya. Dan saat jam 12.15 tengah malam, teman saya mematikan lampu dan terlihat cahaya kuning yang berasal dari api lilin.
"Lah? ni anak pada ngapain sih??", dalam hati saya..
Lalu mereka bilang, "selamat ulang tahun biiit..."
Sumpah, hari itu saya benar-benar lupa kalo saya ultah. Waktu saya lihat facebook saya di laptop ternyata udah ada beberapa ucapan dari teman-teman saya..
Huhuhu... jadi terharu... terima kasih lah buat semua teman-teman yang bersedia meluangkan waktu mengingat saya di tengah skripsi ini...
Terima Kasih teman-teman
Dan acara pun lanjut dengan makan kue bersama-sama..
Saat itu pukul 12.30 dan beberapa teman-teman wanita(mbak habe dan dewi)  izin untuk pulang cz udah malem. Saya dan Alfian pun pergi  mengantar mereka ke kost-kostan nya. Saat pulang ke rumah saya udah berharap teman-teman yang lainnya udah siap-siap ngasih kejutan berupa kado. Yah, semoga aja mereka udah nyiapin saya sepaket laptop, hardisk, ipad, atau apalah yang mahal-mahal.. hahaha... Tapi bukan kado yang saya dapat, saat di perjalanan pulang tiba-tiba saya melihat NINJA assasin lagi menyelinap di kegelapan di tembok-tembok. Baru aja saya mau pasang kuda-kuda, tiba-tiba segerombol ninja assasin tersebut menyerang saya dengan serbuk beracun dan bom telor busuk. Hadeeeehh... ancur lah harapan saya akan kado yang mahal-mahal... Yang tersisa tinggal baju yang dipenuhi dengan terigu dan badan yang terasa busuk akibat semburan ninja-ninja assasin tadi...

Ramadhan hampir selesai. Saya pun balik kampung agar dapat berkumpul kembali dengan keluarga-keluarga saya di Palembang sana. Setelah lama tidak lihat keponakan saya, walau terlihat aga kurusan tapi makin lucu saja. Saya sendiri cuma sehari ketemu my little angel karena keesokan harinya dia diajak ibunya mudik ke Wonogiri. Dan akhirnya Agustus ini di akhiri dengan momen LEBARAN... tepatnya pada 31 Agustus, kami berlebaran...
Lebaran
Mohon maaf lahir batin yak...

5 Agu 2011

Terlihat Jelas..

"Bit, nanti kalo udah skripsi, kau akan lihat banyak dari teman-teman mu yang berubah.. bakalan banyak yang stress.. mungkin kau juga bakalan kayak gitu" Begitulah kalimat yang di ucapkan kakak kandung saya saat saya akan naik tingkat 4 untuk mengerjakan skripsi...

Hari ini 05 Agustus 2011 adalah hari terakhir rangkaian seminar di kampus saya pada tahun ini. Tidak seperti hari sebelumnya, hari ini semua wajah teman-teman saya terlihat lebih riang.. Dimana biasanya mereka murung, sering ngelamun, dll.. Yah, itu karena telah terlewatinya satu langkah menuju kelulusan..

Menyambung perkataan kakak saya di atas dan itu benar adanya. Sudah terlihat jelas di depan mata saya banyak teman-teman saya yang berubah. Saya sendiri sudah sering mendengar curhatan teman-teman saya akan kesulitan yang mereka alami. Baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya sama-sama stress. Bedanya kalo yg laki-laki lagi stress biasanya cenderung cari hiburan/main, tapi kalo yang perempuan kalo lagi stress biasanya nangis sampe semaleman :-), biarpun mereka ga cerita mereka nangis semaleman, tapi semua orang tahu kalo mereka menangis..  Yah... beberapa ada yang cuma curhat bahwa mereka stress, ketakutan, tertekan, takut mengecewakan orang tua, dll... Beberapa juga bercerita bahwa mereka merasa mereka tidak akan bisa berhasil dan mulai memikirkan untuk MENYERAH... dan ada segelintir orang yang mengatakan kepada saya "lebih baik saya mati aja lah kalo saya gagal, ga ada guna nya lagi saya hidup"... dan mereka benar-benar serius dengan ini... wow, extrem bukan?  saya sendiri mengira hal tersebut cuma ada di film 3 idiot, tapi sekarang saya merasakan sendiri orang di sekitar saya mempertimbangkan hal tersebut..

"Salah sendiri ga belajar yang rajin dari dulu", "Kamu sih males banget jadi orang", "Mau gimana lagi, itu kan salah kamu sendiri".. saya rasa nggak akan ada gunanya memilih kata-kata tersebut untuk orang-orang yang sedang depresi. Kalo ga bisa membantu, minimal jangan memperkeruh suasana. Ga ada gunanya kita menyesal dan mengungkit-ungkit masa lalu, sekarang adalah waktu dimana kita memikirkan jalan keluar untuk teman-teman kita yang sedang kesulitan. Bantuan, semangat, maupun support tentu jadi hal yang lebih berharga untuk mereka yang kesulitan.

Bukan bermaksud untuk sombong, tapi saya termasuk orang yang dipercaya teman-teman saya untuk membantu menyelesaikan skirpsi mereka. Kebetulan Tuhan memberi saya kesempatan untuk mengetahui lebih dulu beberapa hal yang belum teman-teman saya tahu.  Hmmm, saya sendiri tidak terlalu bermasalah dengan hal itu. Saya juga tahu kok mereka ingin membahagiakan orang tua mereka, saya juga ga tega membayangkan  orang tua mereka menangisi anak mereka layaknya saya ga mau melihat orang tua saya menangis karena saya.. Walau capek, saya akan bantu selagi saya sanggup... lagian saya cukup terhibur dari stress jika coding bareng teman-teman saya, dan tentu saja suplai makanan pasti banyak sekali dari teman-teman saya :-) . Lagipula hal tersebut bisa mengasah kemampuan saya sendiri. Yang penting mereka punya niat untuk lulus disertai usaha yang maksimal, tentu itu akan menimbulkan kepuasan sendiri bagi saya yang membantu. Tapi kalo mereka ga niat dan ga terlihat usahanya, yah.. ga ada alasan lagi dari saya untuk membantu mereka... Maaf, tapi saya rasa orang-orang seperti itu lebih baik gagal lebih dulu agar kelak bisa belajar dari kegagalan...

Tidak jarang saya memaki teman-teman saya yang mengucapakan kata-kata pesimis kala curhat. Jujur, saya tidak senang melihat saat orang-orang pesimis.. Segagal apapun itu, ingatlah Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Tak ada hal yang lebih baik daripada rencananya.. Yah, Tuhan ga selalu membuka jalan sukses lewat kelulusan bukan?? Ada banyak jalan lain menuju sukses. Memang kelulusan dan nilai itu penting, tapi ilmu dibaliknya jauh lebih penting. Dan hal yang lebih penting adalah bagaimana agar ilmu itu bisa membantu dan berguna untuk orang lain... Ingatlah.. Bill Gates, Mark Zuckerberg, dll adalah contoh nyata orang yang sangat sukses setelah kegagalan melanda mereka..

Ingatlah teman, kita sama-sama skripsi.. sama-sama mengalami kesulitan, sama-sama stress, sama-sama pusing.. Tapi berusaha akan jauh lebih baik dari pada pesimis. Sharing kesulitan akan jauh lebih baik dari pada kita simpan sendiri di dalam hati... Tersenyum dan tertawa akan jauh lebih baik untuk kita dan orang lain dibanding cemberut.. Dan berdoa serta yakin akan rencara Tuhan akan jauh lebih baik daripada mengeluh...

29 Jul 2011

Hingga lupa akan bergantinya hari..

Jumat, 29072011. Pagi-pagi ke kampus untuk suatu kepentingan, sekalian liat seminar salah seorang teman. Tiba-tiba saat mau menyeberang jalan, tepatnya di lampu merah depan kampus ketemu teman saya Johandri. Terjadilah percakapan berikut:
J : Johandri        S : Saya

S: mau nonton seminar jo?
J : Iya cuy..
S : Seminar siapa jo? anak KS kan ga ada  yg seminar hari ini? (hari itu cuma ada 1 seminar)
J : Loh? kok gitu?
S : Kan d jadwal emang ga ada cuy, cuma ada 1 anak SE.. anak KS ga ada..
J : Ada cuy..
S : Ga ada jo, ni hari Jumat ga ada jadwal nya..
J : Ah, ini hari kamis Bit..
S : Ni hari Jumat cuy..
J : Hah? (ngelihat HP), oh iya yah..
S : ??

4 Jul 2011

Harusnya kita malu pernah mengeluh...

Baru saja saya mendengar sebuah cerita yang bagi saya sangat mengarukan dari seseorang yang baru pulang dari kampung halamannya di pedalaman Sumatera Selatan sana. Tempat tinggal nya adalah sebuah desa kecil yang cukup terpencil. Di desanya tinggal lah seorang Bapak dan anaknya yang masih berumur kurang lebih 4 tahun. Ibu dari sang anak telah meninggal dunia. Sementara sang Bapak bekerja sebagai seorang buruh kebun(mengelola kebun milik orang lain). Tidak setiap waktu sang Bapak bisa mengurus kebun orang lain, kadang kala jika tidak ada orang yang mau di kelola kebunnya maka sang Bapak tidak mendapatkan penghasilan apa-apa alias menganggur. Oh iya, biasanya kebun disana adalah jenis Kopi dan Durian.

Kebun yang saya maksud disini bukanlah kebun teh atau seperti sawah seperti di film-film dimana di kebunnya sudah ada jalan dan biasanya sudah banyak perumahan penduduk di sekitar kebun tersebut. Kebun yang saya maksud tidak jauh beda dengan hutan(letaknya di dalam hutan), dimana di sana tidak ada sama sekali rumah penduduk. Masalah binatang buas jangan di tanya, babi hutan, ular, monyet, landak sangat sering terlihat disana.. bahkan harimau pun sesekali terlihat. Karena jaraknya yang jauh dari desa, biasanya orang yang berkebun akan bermalam di kebun mereka hingga beberapa hari. Tiap kebun orang biasanya didirikan sebuah rumah panggung untuk tempat tinggal dan menyimpan sementara hasil panen.


Mengurus sebuah kebun bukanlah pekerjaan mudah. Jarak tempuh dari desanya ke kebun itu sendiri sekitar 4 jam - 1 hari perjalan(ada banyak kebun disana). Dan jalur yang di lewati tidak hanya darat, tapi harus menyeberangi sungai juga(bahkan sampai 4 kali). Karena tidak mungkin pulang pergi ke kebun setiap hari, jadi biasanya sang Bapak pulang 1 minggu sekali dari kebun tersebut. Setiap sang bapak pergi ke kebun, biasanya sang Bapak membawa beras dari rumah untuk bekal selama 1 minggu, dan lauknya adalah... cabai dan garam... Yah, tinggal di kota pun kita belum tentu mau makan dengan lauk ini..

Sang anak telah kehilangan ibunya dan tinggal berdua bersama Bapaknya. Sang anak yang masih amat sangat kecil itu kemana-mana cuma mau sama Bapaknya. Sang bapak pun pasti ga enak kalo mau menitipkan sang anak dengan tetangga, karena hampir seluruh hari-hari sang Bapak adalah di dalam hutan. Walhasil sang anak yang masih sangat halus tersebut selalu ikut Bapaknya masuk menjelajahi hutan dan tinggal di dalamnya bersama sang Bapak. Yah, karena sang Bapak tau anak nya yang masih kecil tak akan kuat menempuh perjalanan di hutan sejauh itu, maka sang bapak biasanya memasukkan sang anak ke dalam bake(ranjang dukung yang biasa dipakai mengangkat buah-buahan) dan menggendongnya. Dan tentu, sang bapak memikul anaknya hingga sampai ke tempat tujuan. Walau lelah, keringat telah mengucur deras, punggung mulai rapuh dimakan waktu, tapi sang bapak tetap akan memikul anak kesayangannya dengan sekuat tenaganya. Mungkin baginya hanya anak nya itu lah satu-satu nya alasan dia menjalani semua ini dan satu-satunya cara membuktikan cintanya pada sang Istri yang telah tiada... Setelah sudah sampai di dalam kebun itu, mereka berdua akan tinggal menetap selama kurang lebih 1 minggu di dalam hutan. Tentu resiko ada nya binatang buas di dalam hutan sangat terbuka. Bisakah anda bayangkan jika tiba-tiba salah satu dari mereka diserang ular?? dan tidak ada orang disana. Dan ternyata faktanya kejadian orang mati di dalam hutan disana memang tidak sedikit..

Sedikit cerita yang membuat saya sedih. Suatu hari sang anak dan sang Bapak pergi ke kalangan(pasar mingguan yang biasa di gelar di desa-desa). Tiba-tiba sang anak hilang, setelah dicari ternyata sang anak sedang asyik melihat lapak mobil mainan dan merengek lah sang anak pada sang Bapak untuk di belikan. Karena tidak punya uang, sang Bapak pun tidak bisa membelikan. Setelah kejadian tersebut tidak tau kenapa  sang anak sakit hingga seminggu lamanya. Tetangga terdekat memberikannya obat penurun demam, tapi tetap tidak sembuh. Hingga suatu hari tetangga nya tahu kalo sang anak sakit setelah tidak di belikan mobil-mobilan. Akhirnya ada tetangga yang memberikan anak itu mobil-mobilan dan sang anak yang masih berada di gendongan Bapaknya langsung turun dari gendongan Bapaknya dan menyambut mobil tadi dengan riang. Yah, semenjak saat itu demam sang anak berangsur menurun dan akhirnya sembuh tanpa harus di bawa ke Puskesmas. Sekali lagi, saat kecil saya sering kali merengek meminta sesuatu, tapi saya tetap saja mengeluh jika melihat mainan teman saya yang lainnya lebih bagus dari punya saya. Padahal sang anak?? dia hanya bisa berkhayal merasakan "bagaimana sih rasanya memiliki sebuah mainan mobil-mobilan??". Mungkin di dalam hatinya berkata "Andai aku punya mobil-mobilan, pasti akan ku bawa ke hutan agar ada yang menemaniku saat aku sendirian di tinggal Bapak yang sibuk mengurus kebun...".

Sebuah cerita lucu tapi sangat sedih dibayangkan. Suatu hari ada tetangga dari keluarga tersebut memberikan 1 bungkus mie instant kepada sang anak. Sang anak pun berlari girang(mie instant sangat mewah baginya) dan membawanya ke rumah. Tiba-tiba sang anak kembali lagi ke rumah tetangganya tersebut, dan menangis sambil mengadu pada ibu yang telah memberinya mie instant tadi "Ibu, mie yang tadi dimakan oleh Bapak, hiks...hiks..". Lucu sekaligus sedih mendengarnya, tapi untunglah sang ibu memberikannya mie instant lagi dan sang Anak pun kembali tertawa. Pernah juga sang anak di beri temannya jajanan, jajanan tersebut di pegangnya erat-erat dan tidak cepat dimakannya. Ternyata anak tersebut tidak mau menghabiskan makanan yang baginya amat sangat mewah tersebut, yah dia ingin selalu memilikinya... Sang anak sendiri sering keluar rumah menggunakan jaket bapaknya yang amat sangat besar. Yah dia tidak ada pakaian lain lagi...


Saya tidak tahu apakah apa yang dilewati keluarga tersebut berat atau tidak untuk ukuran anda. Mungkin sedikit perbandingan, saya pernah naik gunung(Gede dan Lawu). Saya menaikinya dengan sebuah tas berisi pakaian dan bekal. Kurang lebih 1 hari 1 malam saya tempuh perjalanan mulai naik hingga turun kembali ke kaki gunung. Dan saya menaiki gunung bersama teman-teman saya dimana masing-masing dari kami membawa bekal yang cukup lezat(indomie, roti, sosis..) dan perlengkapan lainnya(sleeping bag, tenda, baju tebal, dll). Setiap turun gunung kaki dan punggung saya serasa mau patah, biasanya baru hilang pegal-pegalnya secara total setelah seminggu. Berawal dari pengalaman saya sendiri, jujur saya ga kebayang kesulitan yang ditanggung sang bapak. Dia memikul bekal, perlengkapan, dan anaknya sendirian. Bahkan kalo sudah masa panen, berarti dia harus memikul juga hasil panennya. Makanan??? dia hanya bawa beras, cabai, dan garam(kalo lagi ada uang dia beli mie instant).  Sama halnya seperti anaknya, disaat anak-anak lain di kota sana bisa sekolah dan bermain, sang anak harus menghabiskan hari-hari nya berdua bersama bapaknya di dalam hutan. Hari-hari yang harusnya diisi dengan teman-teman sebayanya, malah harus di habiskannya untuk menemani bapaknya di dalam hutan... Bisa saya bayangkan betapa menderita nya tubuh kecil nya itu bila di sengat lebah atau nyamuk hutan, kalian tahu kan gimana ganas dan sakitnya sengatan nyamuk hutan di banding nyamuk di kota??. Dan dinginnya di dalam hutan tentu pasti akan di alami oleh tubuh kecilnya tersebut...

Jujur, saya teringat film CJ7 yang sangat mengharukan. Saat saya membayangkan betapa sulitnya jalan hidup mereka, saya malu pernah mengeluh akan apa yang sudah saya dapatkan. Saat makan saya tinggal beli, mau pergi kemana-mana saya ga akan capek jalan, tinggal naik angkot. Jika saya ingat lagi banyak hal yang membuat saya mengeluh, dan itu benar-benar memalukan setelah mendengar kisah ini...

Sesaat mendengar cerita ini, yang saya pikirkan adalah "Kapan ada seorang dermawan kaya raya yang mau membantu perekonomian orang-orang seperti ini??". Andai saja bisa dipindahkan 1% kekayaan keluarga Bakrie kepada mereka paling tidak akan mengurangi kesulitan mereka. Pemerintah? yah, tidak banyak yang bisa di harapkan. Jujur, saya bangga dan salut dengan Gubernur Sumsel atas program "Sekolah dan Berobat Gratis" nya, saya menyaksikan sendiri orang-orang miskin di sekitar rumah saya di Palembang bisa berobat tanpa dipungut biaya. Tapi ini masih belum cukup untuk mengatasi kemiskinan dan kesengasaraan. Yah, semoga akan ada program lain yang bisa mensejahterakan rakyatnya..

Ada satu hal yang saya yakini. Semakin banyak kesakitan yang di alami oleh seseorang, maka akan membuat orang tersebut menjadi jauh lebih kuat. Bahkan pemimpin-pemimpin terkenal sepanjang masa adalah orang-orang yang memiliki cerita amat sangat menyedihkan dalam hidupnya. Sebut saja Nabi Muhammad SAW, Genghis Khan, Napoleon Bonaparte, Bung Karno, dll... yah kita akan merinding mendengar kisah perjuangan mereka hingga bisa menjadi seorang pemimpin besar. Satu doa yang saya haturkan kepada sang Anak, semoga kelak kau menjadi orang besar yang akan memperhatikan nasib orang-orang sepertimu.. 

Ada satu hal yang belum saya ceritakan dimana pada akhirnya saya menanyakan sesuatu pada orang yang menceritakan cerita ini kepada saya, "Kenapa warga desa kamu ga berinisiatif nolongin tuh keluarga sih??" Dan dia menjawab "Siapa yang mau menolong, kebanyakan warga disana nasib nya tidak jauh berbeda seperti itu..."

Percayalah, masih banyak cerita yang jauh lebih menyedihkan dari ini. Huuuhh, jika kelak saya di berikan harta berlebih oleh Tuhan, semoga saya tidak di lupakanNya pada orang-orang yang kesulitan...

23 Jun 2011

Sedikit asa.... create,forward and reply

CREATE lah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, FORWARD lah kebaikan orang lain, dan REPLY lah kebaikan orang lain...

Ya ya ya, tiap orang pastinya punya tujuan yang beda-beda.. begitu juga dengan saya.. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan dan saya capai di dunia ini. Tapi setelah bisa menyelesaikan pendidikan D IV saya di STIS, ada beberapa hal yang sudah saya rencanakan dan ingin saya lakukan..



Membuat aplikasi yang bermanfaat

Hingga saat ini saya terus bercita-cita bisa membuat sebuah software yang bisa digunakan dan bermanfaat untuk orang banyak. Terinspirasi dari film-film seperti 3 idiot, beautiful mind, social network, dll .. Dimana mereka dapat menelurkan sesuatu yang berguna lewat ilmu mereka.. Yah, saya pun ingin dapat mengkonversi ilmu yang saya pelajari menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Itung-itung amal jariyah, hehe :D.. Sampai saat ini saya pun berharap skripsi saya kelak benar-benar bisa di implementasikan di BPS(tentu perlu usaha keras). Tapi bukan skripsi ini yang saya maksud "membuat aplikasi yang bermanfaat". Setelah lulus dari STIS dan Tuhan memberikan saya kesempatan dan kekuatan, saya ingin membuat sesuatu yang saya harap bisa bermanfaat.. Sebenarnya sudah lama hal ini ingin saya lakukan dan tersimpan di pikiran saya.. Hanya saja Tuhan lebih mengizinkan saya untuk fokus dahulu pada skripsi saya...
Semoga kelak bisa terwujud...


Membuat Buku

Salah satu cara terbaik menuntut ilmu adalah membagi ilmu anda.. Beberapa tahun saya belajar, saya sangat terbantu oleh orang-orang yang sudah bersedia meluangkan waktu mereka untuk memberikan ebook gratisan, posting di blog, dan aktif membantu di forum-forum. Saya pun berpikir ga ada salahnya jika saya forward kebaikan-kebaikan orang-orang tersebut. Dan dari sanalah terpikir di benak saya untuk membuat sebuah ebook yang saya harap dapat berguna untuk orang lain, tentunya setelah lulus. Tidak, ini bukan masalah "uang", saya tidak pernah berpikir untuk menawarkannya ke penerbit-penerbit.. saya sudah berniat untuk membagikannya FREE. Saya rasa ilmu yang bermanfaat jauh lebih berharga dari uang. Biarlah Tuhan yang mengatur perekonomian saya... Lagi pula saya yakin jika kita membagikan ilmu kita, tentu akan banyak orang yang bertanya, mengkritik, mengoreksi, menghina, dll yang saya yakin hal tersebut dapat menambah wawasan dan ilmu kita sendiri(saya sadar kok saya jauh dari sempurna).... Selain itu, lagi-lagi.... amal jariyah :D ....
Semoga bisa terwujud...

Brought My Mother to The Holy Land..

Cita-cita yang sudah saya benamkan di benak saya semenjak saya masih duduk di bangku SMP... dan saya rasa banyak orang yang memiliki cita-cita seperti ini... Yah, sebuah usaha kecil untuk me REPLY jasa-jasanya...

For Mom...

Sewaktu masih SD, ayah pergi kesana dan mengajak dirimu ikut serta..
Namun kau tolak karena anakmu yang masih kecil-kecil, dan kau lebih memilih nenek untuk ikut bersama ayah.. Walau akhirnya kau dan nenek tidak ikut keduanya...

Saat baru saja tamat SD, kau resmi menjadi single parent setelah ayah dipanggil Yang Maha Kuasa. Mulai SMP hingga sekarang, kau terlalu sibuk mengurus anak-anakmu dan Tanah Suci mungkin tak pernah lagi kau pikirkan...

Sekarang, semoga kelak akan ada kesempatan dari Tuhan untukku membawamu menunaikan ibadah mu di Tanah Suci... Amin...


Berkeluarga

Ga usah panjang lebar dibahas lah kalo masalah ini. Kalo udah ada pasangan yang pas dan mampu melaksanakan, kenapa harus di tunda-tunda lagi :D .

2 Jun 2011

Ketika sebuah kue menginjak harga diri

Sebuah cerita goblok yang udah terjadi 2 tahun yg lalu tapi tetep buat ngakak kalo di inget...

Pada tahu dengan LIQO?? Kurang lebih LIQO adalah kegiatan rohani yang di dalamnya terdiri dari beberapa orang yang berkumpul guna melakukan beberapa hal yang bertujuan untuk mendidik agama pesertanya. Nah, di kampus saya biasanya kegiatan ini akan di manage oleh seorang senior yang emang udah dipilih buat ngedidik adek tingkatnya ke jalan yang benar..

Suatu ketika kelompok liqo Jupri, Ilham, Kasman, Skyn, Darma, dan Amir di jadwalkan liqo. Seperti biasa, yang dateng liqo saat kelompok ini liqo biasa nya cuma sang kakak tingkat yg ngedidik+jupri seorang sebagai pasiennya. Saya ga munafik, emang godaan setan kadang sangat kuat buat nyuruh bolos ikut kegiatan ini. Biasa nya peserta yang ga ikut(bolos) liqo ngacir melarikan diri, ada yg ke warnet, ke kostan temen, dll. Pada suatu saat dimana kelompok Jupri liqo, si Jupri lagi-lagi jadi pasien satu-satunya yang hadir di kelompoknya. Teman-temannya yang lain ada yg ke warnet, ngungsi ke kostan temen, dan yang paling ekstrim ada satu orang yang nekat sembunyi di lantai atas,... yaitu Kasman. Karena sembunyi  di lantai atas yg pasti Kasman ga bisa turun+ga bisa berisik biar ga ketahuan sang pendidik kalo dia bolos. Dan perlu diketahui, biasanya sang pendidik membawa snack kalo liqo(umpan buat mahasiswa kere biar mau ikutan liqo). Satu jam, dua jam liqo berjalan dan kasman tetap bertapa di lantai atas, hingga akhirnya setelah beberapa lama Kasman sembunyi di atas, tiba-tiba Jupri memanggil Kasman dari lantai bawah:

"Kas, ni ada kue kas sisa liqo. Yuk makan..."

Mendengar tawaran kue "sisa" tsb Kasman mengira pastilah sang pendidik sudah pulang. Dengan tampang mupeng Kasman langsung lari dg semangat turun ke lantai bawah guna menyantap kue. Dan  ketika hampir sampai di bawah, betapa terkejutnya mas Kasman melihat sang pendidik masih belum pulang dan sedang asyik menyantap kue bersama Jupri!!!!

Kasman pun terasa disambar petir, karena ga tahan menanggung malu akibat ketahuan udah sembunyi di atas, mas Kasman pun memilih ngacir lagi balik ke lantai atas dan bersembunyi kembali. Dia bimbang, bingung, dan amat sangat gelisah... Sementara Kasman mau nangis menanggung malu, Jupri malah sibuk menahan ngakak melihat ekspresi Kasman. Karena sang pendidik masih ada di depannya, jadi sebisa mngkin dia menahan ledakan tawa ny..

Setelah sang pendidik pulang, Jupri pun tertawa dg lepas ny, sementara Kasman yang tadinya mau nangis, sekarang malah ikut tertawa terbahak-bahak mengingat kegeblekannya..

Pada hari itu, Kasman depresi berat, harga diri nya tercabik-cabik. Dan satu pelajaran yang dia ambil dari kejadian tersebut adalah "Jangan sembunyi di rumah kalo ga ikut liqo lagi".

22 Mei 2011

Andai Google mengerti yang kita mau...

Hahahaha..
Akhirnya setelah beberapa hari dirundung rasa takut, cemas, pusing, mentok, gelisah, dll akibat ga jalan-jalannya program yang saya bangun, pagi ini pun akhirnya menemukan sedikit titik terang yg amat sangat berarti... yah, cuma sedikit titik terang kok.. tapi itu sudah cukup untuk mengurangi beban yang saya pikul…

Beberapa hari sebelum hari ini adalah masa kegelapan bagi saya. Tiap bangun tidur, makan, istirahat, nonton TV, jalan ke kampus, dll yg kepikiran cuma hal ini aja. Gak tahu sudah berapa banyak caci maki yg keluar dari mulut ini imbas dari kekesalan atas gak bisanya saya pecahkan masalah ini. UTS pun terasa tinggal kenangan karena percuma saya belajar, ga bakalan bisa fokus dan masuk ke otak kok... Rasa penasaran dan gelisah saya sudah tertancap mati di bugs-bugs keparat ini..

Dan akhirnya setelah tadi subuh bangun dan shalat subuh, tak lupa saya bedoa pada Tuhan semoga Dia memberikan saya petunjuk dan kemudahan untuk menempuh jalan ini(yaelah, jalan kenangan kali...), saya lngsung hidupkan laptop saya dan googling.. Setelah kurang lebih 1 jam mencari dan akhirnya, jeng...jeng...jeng... Ketemu sebuah blog yg membahas permasalahan saya beserta solusinya. Dan saktinya  ini blog pake Bahasa Indonesia lagi... WTF!!! ngubek-ngubek web-web B.Inggris yang katanya bahasa dunia, tapi ga ketemu-ketemu. Lah sekarang malah nemu yg bahasa Indonesia... AARRGGGHHH!!! KENAPA OM GOOGLE??  Kenapa om ga ngarahin saya kesini sejak dulu om??? Kenapa om ga ngerti apa yang saya mau om?? Kenapa om terus-terusan maksa saya untuk index satu per satu link yang om kasih?? Kasih aja satu link ke saya tapi itu bener-bener yang saya mau om!!!  Andai mesin om dirancang bisa ngebaca hati dan memahami apa yang user mau… Pasti om udah ngalahin kengerian Apple dan Microsoft om.  andai…. andai… andai…

Tapi gapapa lah, dibalik kesulitan yang saya telan bertubi-tubi, ada banyak ilmu lain yang saya dapatkan buah dari kesasarnya saya akibat ulah om Google. Yah, ilmu yang sebenarnya tidak kita cari tapi kita dapat karena “The power of kepepet” manusia,. Hehe.. Okeh, akan saya nikmati saja semua persembahan rahasia Tuhan pada saya… Biar susah setengah mati, positive thinking selalu dengan rencana Tuhan.. Yah, hampir semua orang hebat di dunia ini jelas terbiasa menghadapi kesulitan yang bertubi-tubi bukan… Nikmati saja prosesnya.. Pasti banyak sisi positif yang bisa kita dapat.. Ga akan indah kan jika hidup hanya lahir-sekolah-kerja-berkeluarga-dan mati.. nikmati lah berbagai kesulitan dalam proses tersebut dari sisi positif nya dan petiklah hasil dari kesulitan tersebut dengan hati riang dan gembira karena setiap kita bisa melewati satu kesulitan, berarti kita sudah naik satu jenjang menuju pribadi yang lebih baik…  (malah ceramah)…  Tapi satu hal yang amat sangat saya syukuri, beruntung lah saya terlahir di zaman internet. Ga kebayang kalo saya terlahir di zaman Einstein, udah kerjaannya perang melulu, kalo skripsi saya mentok saya mau Tanya ke siapa??  

16 Mei 2011

zzzzzz....

Sekumpulan orang sedang ngantri di sebuah lift. Saat lift terbuka, ternyata tuh lift isinya penuh. Biar yg lagi ngantri bisa masuk, jelas yg di dalem lift harus keluar dulu dong..

Yah, seperti itulah kondisi otak saya beberapa hari ini.. Amat sangat bnyak isi(masalah) di dalamnya, tapi berhubung banyak yg ngantri buat masuk, terpaksa deh yg lagi di dalem..... im sorry good bye... ga ada space buat kalian.. saya harus menerapkan "teori tumpukan" disini...

UTS? taro di laci dlu..
Kompre? sementara ngikut-ngikut sok panik ajalah...
Tugas? hehe, untung lagi ga ada...
Keuangan? no comment
Penampilan? beuuhhh... dari sana ny udah ga bisa di apa-apain lagi..
Makan dan tidur? kalo yg ini mau ga mau harus ttep dpikirin, hehe...

Yah, saya tau kok ini salah... Ga seharusnya saya mengabaikan Ujian, kompre, dll.. toh itu semua penting buat diri saya sendiri... ada yang bilang "Semua ilmu itu penting", tapi saya bilang "Mending nguasain satu ilmu tapi dalem, daripada banyak tapi nanggung semua...". Pingin sih bisa kayak Ibnu Sina, jangkauan otaknya kemana-mana. Tapi sayang ku bukan dia, ku hanya mahasiswa biasa yg sering begadang tapi ga produktif. Bukan ga pernah saya coba untuk bisa kuasai semuanya, pernah saya lakukan dan hasilnya fatal.. Maka dari itu secara jujur saya katakan bahwa otak dan minat saya sudah memaksa saya buat mikirin satu hal,.. skripsi.... preeeeetttt (padahal emang ga ngerti statistik)...
Dan saat stress seperti ini melanda, beberapa hal yang kadang bisa menyejukkan sedikit suasana adalah membayangkan  :

- Naik Gunung/ke suatu tempat yg indah dan sunyi..

membayangkan nikmatnya di atas sana..

- Balik kampung
membayangkan aroma mpek-mpek...


- Kembali ke masa PKL
Betapa plong ny otakku saat itu(dluar kegiatan seksi)

- Wisuda, kawin, berkeluarga, mati dengan tenang, dan semoga masuk surga... Aamiin..


{{Sorry, no pict...}}



Sekian...
Terima kasih sudah mengunjungi postingan geje ini...

22 Apr 2011

Cantik..

.
Manja bersama ibunya

Apa lo liat2!!
Subuh-subuh udah sibuk sendiri main di tengah rumah dan bangunin orang. Pagi-pagi nonton sponge bob, mandi, sarapan, main, nangis, capek, tidur, dll... Tambah nakal dan aktif jelas.. Kalo ga dijagain, tiba-tiba udah ilang aja... Kadang kalo ga ada ibu ny bakalan rewel setengah mati... Lumayan nurut kalo udah dibacain dongeng yg ada di buku cerita, ato dikasih mainin HP... Kalo lagi nakal-nakalnya, rasanya pingin biar cepet tidur. Tapi kalo udah tidur, pasti pngin bangunin biar bisa di ajak main lagi...  Masih kangen nih... Haah.., rasanya pingin balik ke Palembang lagi...