Laman

Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Berharga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Berharga. Tampilkan semua postingan

8 Mar 2013

Mungkin Saya Butuh Itu..

Begitu ternyata rasanya ketika benar-benar tak ada daya dan upaya..  Makin tahu betapa lemahnya diri ini... dan seperti itulah rasanya ketika kematian sangat dekat..  Entahlah, melihat kondisi mobil yang hancur lebur dan kami semua selamat dan tak ada yang luka parah, Tuhan secara langsung telah memberikan sesuatu yang saya butuhkan.. Teguran di saat tak ada yang menegur saya ketika semakin jauh darinya...



Hari itu tepatnya tanggal 4 Maret 2013, pukul 03.00 subuh saya sudah sibuk mandi, sarapan dan menyiapkan segala sesuatu untuk ke kota dimana kantor saya berada. Saya sendiri tinggal di Palembang dan kantor saya di kota Martapura tepatnya kabupaten OKU Timur yang jika di tempuh dengan kendaraan bisa mencapai 5 jam perjalanan.

Hari itu saya berangkat bersama orang kantor berjumlah 5 orang, 3 laki-laki dan 2 perempuan dengan menggunakan mobil dinas kantor. Saat itu saya duduk di belakang sendirian, karena ingin tidur dalam perjalanan saya letakkan tas-tas di kiri kanan saya agar bisa jadi sandaran saat tidur. Selama perjalanan saya tertidur hingga sekitar pukul 6.30 saya terbangun dan nggak tahu juga kenapa ga ngantuk lagi, biasanya kalo udah tidur di mobil pasti ngantuknya akan berlanjut hingga sampe ke tujuan. Saat itu saya ingat saya mencari sabuk pengaman, tetapi di mobil ini ternyata tidak ada sabuk pengamannya pada bagian belakang..

Nggak lama kemudian gerimis pun datang, jalanan menjadi basah dan licin. Mobil kami sendiri dikendarai dengan ngebut. Tiba-tiba pada suatu tempat, ada mobil yang berlawanan arah dengan kami menghindari lubang. Karena sangat tiba-tiba mobil kami langsung menghindari mobil tersebut dan akibat manuver yang terlalu mendadak dan tidak stabil, ditambah kondisi jalan yang licin, mobil kami tidak terkendali. Hingga saat ini saya ingat persis detail kejadian, dimana saat itu mobil kami membanting ke kiri lalu membanting balik ke kanan dengan tujuan kembali ke lintasan. Tapi ketika membanting ke kanan, mobil tak sanggup berhenti, sehingga walau mobil tidak melaju lagi tetapi mobil tergelincir ke bagian kiri kami. Saat itu, saya perkirakan mobil ini akan menabrak pagar dan semak-semak yang ada di pinggir jalan.. Tapi Tuhan berkata lain, saking kuatnya gelinciran mobil, mobil tiba-tiba terbang terbalik dan berputar menghantam pagar hingga hancur.. Saya sudah tidak bisa menyaksikan apa-apa lagi saat itu, hanya putaran mobil yang begitu cepat terasa.. Beberapa saat kemudian mobil pun berhenti berputar, saya melihat sekitar dan yang saya pikirkan saat itu hanya "apakah saya masih sadar?". Sudah memastikan saya sadar, saya lihat teman-teman di mobil dan semuanya juga sadar. Lalu saya lihat tubuh saya, apakah ada darah ternyata tidak ada. Tapi pinggang saya saat itu terasa super sakit karena terbentur. Kemudian warga datang dan menolong kami..

Alhamdulillah warga disana sangat baik dan menolong kami. Saat itu saya sudah tak sanggup meloncat dari mobil sehingga di tarik dan dibopong oleh warga. Keluar dari mobil saya melihat seberapa parah kondisi mobil kami.. God, ini benar-benar parah dan bagian belakang tempat saya duduk tadi pun paling parah.. Saya pun kadang tak percaya berada disana tapi sekarang tidak mengalami luka parah... Ketika posisi berdiri, mata saya berkunang-kunang. Sedikit lagi saya tak bisa melihat, dan saya katakan pada 2 orang bapak yang memopong saya "saya sebentar lagi pingsan pak..". Mungkin karena saya pernah pingsan, jadi saya tahu bagaimana gejala sebelum pingsan. Saya saat itu hanya dapat melihat bayang-bayang saja, terus terang tubuh saya tidak lemas. Saya masih merespon dengan baik ketika berbicara, tapi mungkin benturan yang saya alami membuat saya hilang sebagian kesadaran saya.. Untungnya saya cepat didudukkan di sebuah kursi dan diberikan minum teh hangat, sehingga mata yang tadi tidak bisa melihat lagi kembali terang dapat melihat kembali.

Teman-teman wanita saya menangis, apalagi salah satunya sudah memiliki anak yang masih kecil dan menangis teringat sang buah hati bila harus ditinggal ibunya. Saya sendiri tidak menangis, biasanya dalam kondisi seperti ini, saya lebih senang memaksakan diri untuk tertawa-tawa agar tidak membuat kepanikan pada orang lain. Tapi saat itu, saya tidak bisa memaksakan diri untuk tertawa banyak karena menahan sakit. Terus terang, saya adalah penganut teori "Tuhan pasti memberikan yang terbaik". Sehingga saya tak perduli mau seperti apa saya, mau di tarik dari dunia, mau dibuat cacat, mau apa saja pokoknya saya yakin itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada saya. 

Sepanjang hari itu, pengaruh shock karena melihat dekat kematian, isi kepala saya memikirkan kembali memori-memori hidup saya semenjak saya kecil hingga saat ini.. Saya teringat ketika kecil ibu saya membuatkan dot yang diisi teh kepada saya, ketika ibu saya mengejar saya dengan sapu karena kenakalan saya, ketika setiap subuh ayah saya mengajak saya ke masjid untuk shalat subuh dan mengaji, ketika saya tertidur di motor di bonceng ayah saya, ketika ibu menciumi saya saat saya lulus SD dg nilai memuaskan, ketika membeli baju baru untuk berlebaran dengan ayah dan ibu saya, ketika ibu memeluk kami semua di rumah sakit sambil menyaksikan ayah saya yang sedang koma dan dia berkata sambil menangis tersedu-sedu "Nak, apapun yang terjadi kalian harus siap ya.. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik", ketika ayah saya meninggal dunia, ketika saya membuat ibu saya menangis, ketika berkelahi dengan saudara-saudara saya, ketika pernikahan kakak saya, ketika kelahiran anak kakak saya, bermain dengan keponakan saya, momen-momen bersama teman saya, dan lain lain..

Entahlah, jika memang Tuhan ingin menarik saya, saya hanya akan meyakini jika itu adalah yang terbaik baik untuk saya dan orang-orang di sekitar saya. Saya hanya berharap agar Dia menjaga dan membahagiakan ibu saya.. Tapi Dia tidak melakukannya, mungkin masih banyak yang dia minta perbaiki dari diri saya di Dunia ini.. mungkin juga masih banyak tanggung jawab yang harus saya lakukan di dunia ini.. dan sesaat saya berpikir, yah.. saya butuh teguran semacam ini disaat tak ada yang mengingatkan saya bahwa saya semakin jauh dengan-Nya...

28 Mei 2012

Monday Moring..

Pagi-pagi seperti biasa pergi ke kantor.. naik busway, transit ke terminal Kampung Melayu.. Lagi-lagi ni busway berhenti di haltenya dengan jarak lumayan jauh saat STOP, sehingga penumpang harus separuh loncat untuk menggapai halte nya.. Dengan pede nya saa loncat loncat dan.. JEBREEETT.. celana sobek super gede.. Langsung keluar halte naik angkot balik ke rumah untuk ganti celana setelah itu  lanjut ke kantor lagi..

Ya Allah.. kuatkanlah hamba dengan semua cobaan mu... :-(

20 Mar 2011

Menapak Puncak Lawu 3265 mdpl (jika kelak ada kesempatan, mari kita lakukan lagi)

Mulai dari salah bawa tiket KA, bertemu orang-orang sakti di KA, mobil carry L300 dg 20 penumpang + sopir n kernet,berjalan kaki dari Jatim ke Jateng, BAB di puncak gunung Lawu, ngesot ke Prambanan hingga akhirnya kembali lagi ke Jakarta... Sungguh petualangan yang sangat  menakjubkan.... Jika kelak diberikan lagi kesempatan, mari kita lakukan lagi...

Jakarta - Madiun - Magetan - Gunung Lawu - Puncak Lawu - Karanganyer - Solo - Yogyakarta - Prambanan - Jakarta...

Persiapan
Liburan telah tiba, asyik.. asyik..asyik... Hoosshh, tapi ga tau mau ngapain sewaktu liburan... liburan kerap kali hanya  dihabiskan dengan bengong jorok di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun. Jadi sampah dan bangkai di kontrakan/kost-kostan adalah hal rutin yang terjadi saat liburan.. Dan akhirnya  keadaaan tersebut memaksa kami mencari alternatif liburan lain yang murah, menarik, dan penuh cerita. Dan mendaki puncak Lawu lah yang jadi pilihan kami...

Setelah ngajak temen sana sini akhirnya kami pun sepakat buat mendaki Lawu bersama-sama. Kami sendiri terdiri dari 8 orang yaitu: Kak Nasrul Saputra(kak poe), Kak Fathi, Mbak Nadliroh, Alfian May(ale), Irfan Azam(ipank), Mega, Rahmat, dan saya sendiri Sabit Huraira... Dengan modal tanya-tanya ke teman yang udah pernah naik ke Lawu dan modal googling, akhirnya kami matangkan rencana kami dan mari berangkat...

Kejutan di KA
Kami berangkat dari stasiun Jatinegara 7 orang(Mega nunggu di Madiun). Setelah kereta datang, kami langsung masuk dan mencari tempat duduk yang sudah tertera di karcis kereta kami. Setelah menemukan tempat duduknya, kami langsung membereskan tas gunung kami yang berukuran sebesar anak orang umur 5 tahun tersebut di kolong-kolong kursi kami. Kami pun mulai bersantai di atas KA yang sudah mulai berjalan tersebut. Lagi asyik-asyik nya ngobrol, si Irfan pun iseng melihat-lihat tiket kami dan tiba-tiba "Loh kok di karcisnya tanggal 14 Maret 2011 nih?" yang lain langsung pucet pasih, soalnya kami berangkat tanggal 15 Maret 2011. Busyet dah, ternyata pegawai stasiun salah ngasih tiket ke kami. Daripada ntar jadi msalah, kami pun langsung ngelaporin hal ini ke masinis kereta. Setelah dijelaskan dengan santainya masinis kereta bilang "Oh, yaudah gapapa. Tapi ga dapet tempat duduk" Whawhawhaaaaatttt.... Aseem, mau nangis rasanya. Akibat lalainya petugas karcis, 7 orang harus jadi korbannya dengan menahan mengerikannya KA ini kurang lebih 10 jam.. Yaudahla, nikmati saja...

Ini pertama kalinya saya naik KA ekonomi di Jawa. Tapi udah dikasih sambutan kayak gini. Kami semua awalnya berdiri di lorong-lorong, berharap ada yang mengasihani kami dan mau pepet-pepetan berbagi tempat duduk. Tapi kehidupan di kereta emang keras bung, "pikirkan lah dirimu sendiri sebelum kau memikirkan orang lain", begitulah moto di KA ekonomi ini.  Karena kecil kemungkinan bakalan dapet tempat duduk, akhirnya kami semua duduk lesehan ala warung makan sunda di perbatasan gerbong tepatnya di depan WC(kelas ekonomi --). Sumpah, biarpun di depan WC, tapi ini adalah tempat paling nyaman buat duduk lesehan di kereta. Kenapa? karena anda ga akan dilangkahin oleh pedagang.

Bertemu orang-orang sakti di KA
Kereta Api Ekonomi...
Saya sendiri lebih seneng menjuluki ni barang sebagai "Pasar Berjalan", "Pusat hiburan berjalan", atau "tempat berkumpulnya orang-orang sakti di Indonesia". Kenapa? mari kita bahas...
  •  Anda akan menemukan banyak jenis barang dagangan, mulai dari bermacam makanan dan minuman, bermacam pakaian dan aksesoris, mainan anak-anak, alat elektronik, kerajinan tangan, dll.. Kalo aja tu lorong-lorong KA bisa lewat kerbau, mungkin bisa jadi bakalan ada yang jualan kerbau..
  • Anda bisa menemukan banyak hiburan seperti pengamen yang bermacam jenis..
  • Pelayanan di KA 24 jam non stop..
Cerita cinta di KA ga sampe situ aja, saya sendiri bertemu dengan beberapa orang sakti di KA ini, berikut orang-orang sakti tersebut:
  • Waria yang mengamen dimana hampir semua lirik lagunya hanya berisi kata-kata "Crot", "Tekewer-kewer", "Geledek", dan "Kletok". Yang lebih parah ni waria suka menggoda penumpang laki-laki nya dengan memanggilnya "Gonzales" atau "Aryo", hah... untung ga nyolek. Bila tipe pengamen seperti ini datang, saya akan cepat-cepat memberikan uang kecil saya. Tidak lain dan tidak bukan biar tuh waria cepet kabur  :serem...
  • Ada tukang pijit yang ber "pantun ria" guna meyakinkan orang yang mau dipijit. Orang ini mengatakan "Sini aku pijit, ga pake duit". Wah, pijit gratis yak? Ambigu kan? yaiyalah, yang namanya mijit ntu ya pake tangan pak bukan duit...
  • Pedagang Sinonim, orang ini dagangnya minuman. Tapi uniknya cara dia menjajakan barangnya kayak bukan orang jualan, melainkan mirip guru bahasa Indonesia yang lagi ngajarin persamaan kata. Berikut kata-kata yang selalu dia ucapkan saat menjajakkan barangnya "Mas... ini air... air itu banyu mas... banyu nya yang besar.... besar itu gede mas...." ?????? lah terus sampean jualan apa pak?
  • Pedagang Super Alim. Berikut yel-yel nya saat jualan "Mas, ini senter mas... Mas.... Mas.... Mas... Masya Allah..." Gubrak!!!
Yah begitulah uniknya Indonesia ini, kadang saya ngerasa pemerintah emang sengaja mau membunuh kita pelan-pelan di kereta ekonomi seperti ini. Tapi di tempat seperti ini juga kita pasti lebih banyak belajar untuk bersyukur, menghargai, saling menolong, dan melihat kondisi banyak orang yang lebih menyedihkan dari kita. Saya sendiri merasa super duper kesel dilangkah-langkahin ratusan pedagang saat duduk  lesehan di kereta, rasanya mau saya tabokin tuh pedagang satu persatu, tapi ketika membayangkan betapa kerasnya usaha mereka berjuang menghidupi keluarga mereka dan diri mereka sendiri.. saya nggak bisa berkata apa-apa lagi... mau nangis rasanya kalo ngebayangin apa yang mereka rasakan... inilah cara mereka bertahan hidup... Jelas mereka sendiri nggak mau dagang capek-capek kayak gitu di kereta yang penuh sesak... Tapi keadaan memaksa mereka... Jika kelak Tuhan memberikan saya rezeki berlebih, semoga Tuhan terus mengingatkan saya akan orang-orang  yang ada di bawah saya... Amin...

Bermalam di Rumah Mega
Sekitar pukul 01.00 dini hari, kami pun tiba di Stasiun Madiun. Narsis dulu ah.....
Turun dari kereta, kami langsung ngacir ke Mushola buat shalat Magrib+Isya. Kami sendiri direncanakan akan dijemput oleh ortu Mega di stasiun tersebut. Keluar dari stasiun pun ada seorang bapak bertubuh besar dan tegap langsung tersenyum dan menyambut kami. Yak, itu adalah ayahnya Mega. Karena udah malem banget, kirain kami mau langsung berangkat capcus ke rumah Mega buat tidur. Eh.. ternyata ayahnya Mega nyuruh kami duduk di sebuah warung lesehan buat menikmati makanan khas Madiun, "Pecel Madiun".  Mendengar tawaran tsb, kami langsung  lirik-lirikan dengan senyuman ala setan karena seneng nih perut yang lapar bakalan diisi dengan makanan...  Dengan senyum sok-sok ga keenakan, kami pun mengatakan  "Waduh pak, jadi ngerepotin pak,... kami jadi ga enak.... huehuehue... (Dasar mahasiswa kere!!!)

Habis makan dan kenyang langsung ngacir ke rumah Mega di Magetan, sampe dsana ada Mega(yaiyalah) dan kami langsung bersiap untuk tidur. Karena ada TV, jadi sambil nonton bola MU vs Marseille walaupun akhirnya semuanya ketiduran akibat kelelahan berjuang di KA. Pagi-pagi bangun dan keluar menghirup udara segar Magetan yang masih amat sangat asri...
Kami sendiri rencana mau berangkat ke kaki gunung pukul 09.00 pagi, jelas biar dapet sunset dan sunrise di puncak gunung nanti. Tapi rencana tinggallah rencana, jam 08.00 baru pada pergi mandi, jam 09.00 baru sarapan. Jam 10.00 baru mau cari mobil sarteran buat ke kaki gunung. Dan akhirnya kami semua berangkat pada pukul 11.00, preeeet dah... kebiasaan mahasiswa lagi-lagi dibawa-bawa... Sangat perlu dikasih mata kuliah "Manajemen Waktu" bener-bener meleset jauh dari rencana....

Akhirnya mobil pun datang, lalu kami langsung berangkat... Berikut foto kami bersama ortu Mega dan sang sopir mobil sarteran yang "malu-malu"(buang muka)) saat difoto..(Mega yang foto, jadi doi ga ada dsana). Mobil tersebut lah yang bakalan mendatangkan cerita geblek saat perjalanan kami ke kaki gunung Lawu...


Mobil L300 dengan 22 orang di dalamnya
Mobil yang kami sarter tadi ternyata udah ga kuat buat nanjak ke atas kaki gunung, dengan santainya tuh sopir memindahkan kami ke mobil lain yang lebih layak kondisinya. Masalahnya di dalam mobil yang akan kami pindahi tadi uda ada penumpang anak SMP yang berjumlah 12 orang. Si sopir pun ngusirin tuh bocah-bocah SMP, tapi bocah SMP nya pada ga mau dan bersedia empot-empotan di mobil bersama kami. Yo wes lah, kami jadinya empot-empotan di dalam mobil. Bayangin cuy, tuh mobil ada 20 orang penumpang+sopir dan kernet. Ditambah lagi tas gunung kami yang seukuran dengan anak kecil umur 5 tahun? What the ****!! Sepanjang jalan cuma mau ketawa aja dengan kondisi ini, Kak Putra pun mengabadikan momen ini dengan merekam menggunakan HP nya.

Eh, tiba-tiba saat mobil kami melintasi sebuah halte dimana disana ada 2 cewek ABG lagi nungguin angkot. Tiba-tiba mobil kami berhenti, trus sang sopir teriak "ayo dek, naik yuk". GILA BENER NIH SOPIR, langsung deh semua anak SMP teriak "Udah penuh tauk bang, gila aja kalo mau dtambah lagi". Bang sopir cuma nyengir kuda, kikikikiki... Tapi sumpah, ga ada perasaan kesel sama keadaan ini. Kami semua ketawa sepanjang jalan, tambah lagi tampang sopir dan kernetnya yang kocak abis(keliatan banget orangnya suka ngelawak). Mana tuh sopir ngajakin saya ngobrol dengan bahasa Jawa lagi, saya cuma cengar-cengir aja dan bilang "Saya nggak ngerti bahasa Jawa bang.. hehe..."

Pendakian Dimulai
Akhirnya kami pun sampai di kaki gunung, sebelum naik kami shalat terlebih dahulu. Yang mau BAB atau BAK langsung ngeluarin sebanyak-banyaknya. Jangan sampe saat di atas gunung nanti baru nagih jatah tuh perut sama katung kemih. Setelah itu kami pun mulai naik...
Kami sendiri naik sekitar pukul 13.30. Tapi setelah beberapa jam berjalan ga tau kenapa kaki saya keram, kalo aja sendirian pasti saya udah berbalik badan dan turun ke bawah lagi menyerah karena udah keram ni kaki.. Yah, ngelihat mukanya temen-temen yang udah mupeng ama puncak,,, Tidak akan kuat rasanya kalo harus jadi penyebab gagalnya mereka sampai ke puncak.. Jadi saya tahan dan terus berjalan... Tau ga apa yang jadi bahan pembicaraan saat perjalanan? Tokai/kotoran manusia...  sangat efektif biar ga kelaperan di gunung.. Kami membahas hal tersebut karena menurut kami "jika anda ga buang benda tsb di bawah tadi, maka benda itu akan menambah berat bawaan anda saat naik gunung. Dan anda akan amat sangat kesulitan manakala anda ingin membuang benda tersebut saat di atas gunung..." Pembicaraan yang amat sangat tidak berbobot...
 
Bunga dan Cemara dimana-mana
 Haripun mulai gelap. Mataharipun perlahan-lahan mulai tenggelam. Hah, bener-bener indah di atas sini, dimana kita bisa melihat awan berada di bawah kita... jadi inget lagunya Ngariel Peter Pan "tempatku melihat, dibalik awan..."
Awan yang menyelimuti bukit dan gunung..
Dua wonder woman lagi mupeng pingin terbang..
Saat malam kami kedinginan, ga akan mempan menghalau dinginnya dengan hanya satu jaket. Ditengah jalan kami makan,  makannya di pinggir jurang dan dipenuhi dengan pepohonan tinggi.  Busyet dah, gimana kalo tiba-tiba ada setan ngedatengin kami buat mintak makan?? Setelah makan, kami lanjut jalan, lalu sampai di suatu rumah di puncak. Bener-bener salut deh ada satu keluarga yang tinggal di puncak kayak gini, sendirian lagi. Ngangkat beras, air, perabotan, dll... Gila bener.... Disana juga ada jualan makanan, dan kita bisa tidur disana.

Sunset dan Sunrise yang gagal
Sunset gagal gara-gara kami tiba di deket puncak kemaleman, jadi kami berencana buat sunrise aja lah di puncak. Tapi yang ada kami semua pada telat bangun, sehingga pada saat bangun ternyata matahari udah terang. Set dah.... kayak kebo semua nih orang tidur(termasuk saya, hehe).. Yaudah deh, mumpung matahari belum tinggi banget(baru 15 menit yg lewat sunrise nya), jadi kami langsung foto-foto aja deh... Setelah foto-foto kami masak dan sarapan. Abis ntu kami jalan ke puncak dengan semangat yang menggebu-gebu.. Makin naik ke atas nih kepala makin pusing aja karena kadar oksigen yang bener-bener makin tipis di atas sana. Tekanan udara yang masuk ke kuping pun bener-bener membuat tidak nyaman.. Setelah sekitar 15 menit mendaki, akhirnya sesuatu yang kami nanti-nantikan pun muncul....

Puncak...
Akhirnya sampe di puncak Gunung Lawu...
Asal anda tahu, saat di puncak 2 orang di antara kami udah kebelet mau BAB. Karena ga mungkin ditahan sampe kaki gunung, yah terpaksa mereka melakukan hal tersebut di dekat puncak gunung(tentu di tempat yang udah disiapkan).

Suara Harimau Atau Babi Hutan?
Setelah puas menikmati puncak, kami mencari sumber air untuk minum. Trus kami makan, shalat zuhur, dan turun gunung. Saat turun bener-bener lancar, malahan kami setengah lari-lari saat turun gunung.. pemandangannya pun bagus bener. Banyak hamparan tanaman edelweis, tapi sayang lagi nggak musim berbunga...  Sedang asyik-asyiknya kami jalan buat turun gunung tiiba-tiba gerimis .. Kami masih aja lanjut, soalnya masih tergolong gerimis kecil... Tapi lama kelamaan makin lebat dan kamipun memutuskan buat pake ponco biar ga kebasahan... Ampun deh,,, Gak bisa lari lagi, tanah licin nya minta ampun, dan kalo anda kepeleset, ga menutup kemungkinan anda akan masuk ke jurang... jeng..jeng..jeng... Kaki pun mulai kecut dan sakit kalo nginjek tanah. Mana kabut tebel bener, kayak film-film horor aja suasana ini jadinya....
Waktu menunjukkan pukul 18.30, harusnya setengah jam lagi kami akan sampe di bawah. Saat itu udah gelap, saya dan Rahmat waktu itu jalan di depan, sementara temen-temen yang lain berjarak sekitar 20 meter di belakang saya. Tiba-tiba "AAAARRRRGGGGHHHHH!!!" bunyi raungan binatang buas. Rahmat yang ada di depan saya langsung berhenti dan diam, saya sendiri menanyakan "apa itu mat?"(kali aja Rahmat sempet ngeliat). Sumpah, itu ga mungkin suara anjing hutan. Suara seperti itu cuma bisa dihasilkan oleh binatang seberat minimal 50kg dan pastinya binatang yang agresif. Tu suara mirip banget dengen suara harimau yang pernah saya denger di TV. Sumpah, kalo itu harimau beneran, saya ga akan sanggup lari dengan kondisi kaki  yang udah kayak mau patah akibat capek mendaki. Saya berencana akan melawan walau saya yakin pasti mati di maem ntu harimau. Dan kalo itu emang harimau, saya yakin kami semua bakalan koid di maem.. Rahmat dan saya  pun uda gemeteran. Dari kami berdua cuma saya yang pegang senter. Mana senternya putih lagi, jadi ga tembus kabut. Saya terus berusaha menyinari arah suara itu, siapa tahu tiba-tiba tuh binatang nyerang, jadi kami bisa cepet-cepet menghindar. Tiba-tiba dari arah suara tersebut terdengar suara binatang lari ke arah menjauhi kami, dan akhirnya hilang. Setelah uda tenang dan memastikan binatang itu kabur, kamipun lanjut turun ke bawah, kami terus turun ke kaki gunung dan akhirnya sampai ke tujuan....  Alhamdulillah...

Berjalan dari Jatim ke Jateng
Hehe, saya nggak bohong kok. Kami bener-bener berjalan kaki dari Jawa Timur ke Jawa Tengah. Jelaslah, Gunung Lawu sendiri terletak di antara dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.. Tepatnya Magetan dan Karanganyar.. Berikut foto tugu perbatasan antara kedua kabupaten tersebut...
Om Didi Kempot, kenapa harus Stasiun Balapan??
Kami menginap sehari di kaki Gunung Lawu, lalu paginya kami shalat, makan, mandi, dll. Ternyata di bawah ketemu keluarga raja Surakarta, doi pun cerita tentang Gunung Lawu. Ternyata tempat-tempat yang kami lewati tadi banyak yang angker. Dan alasan kenapa Gunung Lawu rame saat bulan syuro adalah karena pada bulan itu Raja Surakarta dan istri beserta pengawal-pengawalnya akan naik ke atas gunung.  

Setelah bersantai-santai di kaki gunung kami melanjutkan perjalanan kami. Kami ke solo naik mobil sarteran, ternyata tuh sopir adalah mantar TIM SAR di gunung Lawu, jadi dia cerita banyak tentang tragedi-tragedi yang pernah terjadi di Gunung tsb. Mulai dari cerita mitos-mitos, kematian yang pernah terjadi disana, hingga pengalaman pribadinya di gunung tersebut.. Serulah pokoknya ceritanya.. Tak lupa kami menanyakan masalah suara binatang buas sebelumnya, sang bapak pun menjawab kalo tidak tertutup kemungkinan ada harimau disana, tapi harimau itu ga akan nyerang manusia katanya. Dia malah lari kalo liat orang. Tapi kemungkinan besar, itu adalah suara babi hutan...

Akhirnya mobil kami sampai di Solo, tepatnya di sebuah stasiun KA yang terkenal lewat sebuah tembang dari penyanyi Jawa dengan rambut panjang dan keris selalu menempel di pinggangnya. Ni lagu juga sering dinyanyiin Parto di OVJ buat jadi bahan lawakan loh...Yah, apalagi coba kalo bukan "STASIUN BALAPAN..." dari om Didi Kempot...

"Ning stasiun Balapan, Kuta Solo sing dadi kenangan, Kowe karo aku, Naliko ngeter’ke lungamu.
Ning stasiun Balapan, Rasane koyo wong kelangan, Kuwe ninggal aku, Ra kroso nitis eluh ning pipiku.
Daah … dadah sayang …,  Daah … selamat jalan …
Janji lungo mung sedelo, Jare sewulan ra ana, Pamitmu naliko semono, Ning stasiun Balapan Solo
Jare lungo mung sedelo, Malah tanpa kirim warto, Lali apa pancen ngelali, Yen eling mbok enggal bali."
Sepanjang stasiun balapan, saya terus nyanyiin lagu ini(padahal cuma tahu 3 kata di awal lagu doang). Tapi yang masih saya penasaran, apa sih istimewanya stasiun ini bagi om Didi Kempot sampe-sampe dibuatin lagu?

Go To Prambanan

Dari Solo kami ke Yogyakarta, kami sampe jam 13.00 di Yogyakarta tepatnya di stasiun Lempuyangan..  Temen-temen semua pada mandi di statsiun ini. Selain karena gratis, toiletnya bener-bener bersih . Toilet kontrakan saya pun kalah bersih sama toilet stasiun ini. Lalu kami shalat. Setelah shalat kami mau beli tiket ke Jakarta, ternyata baru bisa dipesen nanti malem jam 18.30. Yaudah, daripada nunggu disini sambil bengong-bengong, mending kami jalan-jalan aja ke Prambanan... Sekalian keliling Yogyakarta naik buswaynya Yogya, 

Ternyata ga bohong yak kalo Yogyakarta itu tertib orang-orang nya.. Nuansa budaya nya pun kental banget terasa... Gedung tinggi pun jarang saya temuin dan ni kota emang bersih... Setelah sekitar 1 jam di busway, akhirnya sampe juga di Prambanan...
Biarpun 7 orang, kami bukan SM*SH
Bye bye Prambanan....

Setelah asyik foto-foto di Prambanan, kami kembali ke stasiun jam 18.00. Sampe di stasiun pukul 19.30. Shalat dan akhirnya naik kereta kembali ke Jakarta.... 

Budget
Berikut rincian biaya perjalanan kami:
Kereta PP                                  : Rp. 75000
Sater mobil Ke Gunung Lawu     : Rp. 15.000
Masuk Lawu                              : Rp.   6.000
Sarter Mobil dari Lawu ke Solo  : Rp. 20.000
KA Solo-Yogya                         : Rp.   9.000
Busway ke Prambanan PP          : Rp.   6.000
Masuk Prambanan                      : Rp. 20.000
Konsumsi+WC                           : Rp. 49.000
Totalnya Rp. 200.000...
Asumsikan disana beli oleh-oleh/keperluan tak terduga Rp. 50.000 jadi totalnya Rp. 250.000


Akhir Kata
 

 Terima Kasih kepada : Allah swt, Emak(udah ngasih izin), Ayuk Lia Amelia(udah nyokong dana), keluarga, Marlina, Kak Wahyu, Fajar, GPA Cheby STIS, Mega dan keluarga,  temen-temen kaskuser http://www.kaskus.us/ atas sharing pengalamannya, beserta semua pihak yang sudah mendukung terjadinya kesempatan  ini....


Jadi inget omongan seorang dosen matkul SIM(Sistem Informasi Manajemen) : "Alam adalah suatu sistem paling sempurna yang ada di dunia."

So jangan merusak sistem yak...

31 Jan 2011

Pisbut KEMASS

Minggu, 30-01-2011 tepatnya pukul 19.30 breng anak2 KEMASS kmpul buat ngadain pelepasan kakak tingkat kami yg bakalan dilepas dari sangkarnya guna mengemban tugas negara. Sebelumnya, apa itu KEMASS? hhmm, kpanjangannya adalah Kerukunan Mahasiswa Statistik Sriwijaya. Intinya semacam oraganisasi non formal yg anggotanya adalah anak2 STIS yg asalnya dari Sumatera Selatan.

Jujur, sangat menyenangkan bisa berkumpul bersama teman2 satu daerah kita di tempat rantauan ini. Bukan apa2, semenjak tinggal di ibukota saya harus adaptasi bnyak hal yg cukup sulit, mulai dari makanan, bahasa, guyonan, ejek2an, pokok nya ga plong rasanya kalo pake bahasa lain selain bahasa asli kita. Dan ketika uda ngumpul breng2 teman satu daerah, hehe... okeh.. mari kita mulai "bekelakar" atau talking2 nya.

Jelas kerjaan saya di kampus ini ga cuma blajar dan menatap laptop. Biarpun ga aktif di organisasi, kalo d ajak kumpul2 yah siapa yang nolak, wong ada makannya ^_^.. Tapi bukan perkara mudah ngumpulin semua anggota kemass dari semua angkatan. Kesibukan kampus dan urusan pribadi seringkali jadi faktor utama kami ga bisa kumpul semua. Acara tahunan yg biasanya bisa buat kami kumpul2 adalah "Pisah sambut", "Reog", dan "Jalan-jalan". Dan kmrin malam, kemass ngadain acara pelepasan yg dihadiri hampir semua anggotanya. Selain karena emang uda lama ga kumpul2 dan sebagai penghormatan terakhir sama k2k tingkat yg mw melaju ke medan perang, faktor perbaikan gizi pun jadi faktor utama orang2 pada dateng ke acara kek gini. Seorang mahasiswa yg terbiasa ngelihat tempe, tahu, sayur di hidangan makan malamnya, maka hari ini bakalan ngelihat ayam. Mahasiswa yg biasa minum air jernih, maka hari ini bakalan minum air berwarna. Mahasiswa yg ga pernah pake hidangan penutup saat makan, maka hari ini dipastikan akan ada makanan penutupnya. Dan mahasiswa yg makanan kurang terus saat makan malemnya, maka dengan menahan sedikit rasa malu, boleh la minta makanan sisa ke panitianya, ^_^...

Acara pun berlangsung menyenangkan, apalagi di akhir acara kami bareng2 nonton rekaman video yg nayangin foto2 kemass smenjak saya tingkat 1(saya masih junior terbawah dan imut2nya) sampe skrg tingkat 4(pling tua stelah tingkat 5 kabur, tapi tetep imut, xixixi). Sumpah, bener2 keinget ama momen2 berharga itu, setelah balik ke rumah pun langsung saya idupin kompi saya dan saya buka tuh foto2 kenangan saya brsama kemass. Berikut foto2nya...


Dies Natalis saya Tingkat 1(paling junior)

Pisbut, saya Tingkat 2

Jalan2 ke Ciwidey, masih tingkat 2

Pisbut kemaren, saya tingkat 4

Kemass angkatan 49, dua orang ga dateng


Sory2 jek, foto yang saya tampilin jelas foto2 yang ada muka saya nya ya. Kalo ada yg ga kepajang mohon maaf.

28 Des 2010

Berakhirnya Balada Revisi Proposal si Pemegang Rekor.

Sbelumnya, izinkan saya mngucapkan duka yg sedalam2nya atas kkalahan TIMNAS kta INDONESIA pda leg prtama lawan laser datuk2 dan pak cik malingshit!! smoga kita bisa menang di leg kedua dan jadi juara AFF, lanjut to topic ===>>>

"KITA DATANG DGN WAJAH YG SAMA, TPI PULANG DGN WAJAH YG BERBEDA.."

yah, itulah yg saya alami slama masa pengajuan proposal skripsi. Di saat smua tman2 saya kluar dari ruangan eksekusi dg wajah senang dan riang, saya slalu kluar dg wajah garang. Saya, yak benar skali saya SABIT HURAIRA adalah mahasiswa pmegang rekor REVISI TERBANYAK di STIS utk jurusan Komputasi Statistik angkatan 49. Karna kbanyakan nyampah d kampus, jadi begini deh... Disaat smua teman2 dterima proposalnya satu persatu, saya ttap saja berkutat dg revisi2 yg ada. Iri sangat awak ni liat kawan2 awak dterima proposalnya dg cepat, mulus dan lancar. Positiv tinking adlah hal pling ampuh utk mredam pkiran buruk saya, yah saya slalu mikir "Mungkin Tuhan sayang sama saya, dan pngin saya mnggali ilmu lbih dalam lagi. Makanya saya dpaksa utk menggalinya". Walau gondok abis ni isi ati n kepala, tpi untung bisa dkendalikan guna mngambil sisi positif dari hal ini(ceramah mode on).

Coba bayangkan bila anda sedang ikut lomba lari, dimana anda bersama pelari2 yg lainnya lari dari start yg sama, lalu satu persatu pelari meninggalkan anda d belakang hingga anda pun sendirian d belakang... Woooww, sperti itu mngkin rasanya yg saya alami. Pertama kali saya mengajukan proposal skripsi, saya bersama teman2 saya memnuhi koridor jurusan, bhkan koridor jurusan sampe kagak muat dpenuhi mahasiswa yg mengantri utk di eksekusi oleh dosen. Di hari  selanjutnya koridor hanya berisi setengahnya, lalu hanya sepuluh orang yg mengantri, lalu tinggal lima orang dan akhirnya tinggal SAYA SENDIRIAN?? Jujur, mw nangis rasanya..  siapapun, plis hapusin air mata saya, hikz...

Walau galau, tpi saya beruntung punya teman2 yg baik hati dan suka mnghibur saya. Bbrapa teman menghibur saya dg  mngatakan "Mungkin topik kamu bagus bit, jadi bapak ny ngembangin terus..", "Bapak ny tertarik bit sama topik kamu, jadi dy mw ny yg bagus", "Ntar klo udah slesai proposal, jngan2 kamu udah mw slesai utk Bab1, 2, dan 3", dan yg paling parah serta mmbuat saya ketakutan "Kek ny kamu bakal dibimbing sama bapaknya deh bit, makanya punya kamu revisi terus?" WTF?? Hei hei, plizz jngan tambahkan ketakutan pda diri saya yg lgi stress ini dong.. Tpi terima kasih teman2 sdah menghibur dan mmotivasi saya..


========================================
APA SLOGANMU??
Chandra= C           Saya= S

S:chan,  kapan ya aku denger bapak nya ngomong "okeh, selamat dan silahkan LANJUTKAN!(mksd ny lanjut ketahap selanjutnya.)"?
C: klo kw sih bukan gitu ngomongnya, tapi "Baiklah, BERSAMA KITA BISA"!
S: mkudnya?
C: yah, brrti bapaknya yg akan mmbimbingmu..
S:Sompret kw chan, aneh2 aja doamu. Jangan sampe deh...
C: yah, yg jelas bpak ny ga akan blang "LEBIH CEPAT LEBIH BAIK"..
S:(bngong + mw nangis ngbayangin slogan "Bersama kita bisa")

========================================================
Okeh, saya akan mngobral cerita revisi saya sejak awal hingga akhir..

-Pertama kali ngajuin(19 November 2010):
Masuh ruangan eksekusi dan mlihat di atas proposal saya tertulis TRIVIAL. Sjujurnya pda saat itu saya tidak tahu sama sekali apa arti dari kata trivial. Lalu sang dosen pun mngatakan kpada saya "search another topic!". Whatt?? Saya pun ttap santai dan tenang(sok cool gna mmbuat gentar dosen, hehe). Lalu saya dan sang dosen pun ngobrol tntang topic saya, dosen mngatakan tidak terlalu bagus, namun saya berargumern. Dan ternyata mmang bnar ntu bapak dosen masih krang mngerti topic saya dikarnakan emang cara pnulisan saya yg krang jelas. Dan stelah bbrapa lama, akhirnya topik saya disetujui dan sang dosen minta saya perbaiki tulisan dan mnambah cakupan skripsi saya utk mnjadi solusi di STIS juga. Busyet, dtambahin nih masalah saya.

Bbrapa hari kemudian pun saya akhirnya tahu arti kata trivial yaitu TAK BERARTI,,, WTF??? Siapa coba yg ga sakit klo ide ny dbilang ga berrti. Tpi mw ketawa rasanya klo sang dosen minta ide saya yg trivial dterapkan d lingkungan kampus, hehe..

-Kedua(saya lupa tanggalnya)
Sbelumnya sang dosen minta saya implementasikan masalah saya utk STIS. Saya kira itu hanya utk implementasinya aja, jadi ga saya tulis d proposal n trnyata salah, revisi maning, revisi maning...

-Ketiga(10 Desember 2010)
Dibilang tulisan saya masih kacau, okelah klo begitu, saya terima...

-Keempat(13 Desember 2010)
Tulisan saya diperiksa smpe titik koma ny. Saya dsuruh mengkaji teknologi yg sdah ada sperti di ITB, BINUS, UI, dll. Pnulisan kata2 yg kurang tepat, dcoret2 dan dsuruh ganti. Disini nih baru kerasa agak iri ama temen2 lain yg ga ssulit ini prosesnya, disini juga saya mlai ngerasa sedikit down,  tpi ga papa deh, saya slalu ingat perkataan pak Hardius Usman "Kalo dosen kamu sering nyuruh kamu revisi, itu mungkin karena dosen kamu mw mmantapkan kamu dg topik kamu. Atau mungkin dosen kamu sayang sama kamu, sehingga mw ketemu kamu terus," priktiiiieewww...

-Kelima(21 Desember 2010)
Lihat kan selisih tanggal yg cukup jauh dg sbelumnya?? itu tanda klo saya mlai down. Saya mmaparkan teknologi yg dikembangkan oleh badan riset ITB, dan sang dosen trtarik dg itu. Akhirnya saya yg jadi korban, sang dosen mw saya buat yg mirip dg punya ITB, tentu dg konsep yg berbeda. Cakupan wilayah topik saya yg sebelumnya hanya BPS Pusat n STIS pun diperluas menjadi BPS Pusat, STIS, dan BPS Provinsi sluruh Indonseia. Dan sang dosen mminta saya mengintegrasikan dan mengkolaborasikan nya. Malah sang dosen mnawarkan saya dibimbing oleh pejabat eselon 2 d lingkungan BPS yg emang ga saya kenal. Whatever lah pak, yg jelas saya butuh pembimbing yg berwawasan mantap di bidangnya. Mw lulusan SMA klo emang bagus wawasannya, saya ga masalah kok...

Sekali lagi mw ketawa klo inget sang dosen minta penerapan topik saya yg dulu dicap trivial ini di seluruh Indonesia. Walau revisi lagi, tapi pada tahap ini saya bener2 puas. Karna sang dosen mngarahkan penelitian saya pada ssuatau yg lebih mantap dan ajib. Jadi saya mlai mlupakan down saya yg kmren dan cukup smangat kmbali..

-Keenam(24 Desember 2010)
Dsuruh perbaiki sistem arsitektur dari topik saya.

-Ketujuh(27 Desember 2010)
Sang dosen mngatakan konsep yg saya usung masih punya kkurangan, sehingga sang dosen mw mrubahnya. Walaupun saya berargumen guna mmastikan bahwa apa yg saya usung sdah tepat, tpi tidak begitu mnurut sang dosen. Okeh, saya rubah lagi, saya pelajari n saya terima usulan dari dosen saya tersebut..

-Kedelapan(28 Desember 2010)
Utk anda tahu, saya kerjakan proposal ke delapan saya brsama dg teman kelas saya Chandra Pradana yg mmang juga mngerjakan proposalnya. Yah, Chandra sndiri baru pulang jam 03.00 dini hari dari rmah saya.
Keesokan paginya, Chandra tdak masuk kuliah karena tepar belum tidur. Smentara saya sndri ttap kuliah, ga tw knapa saya bisa bangun pagi waktu itu, pdahal baru tdur jam 04.00 an. Walau chandra ga masuk, tpi dy ttap datang utk mnyampaikan proposalnya, kami pun bersama2 mnghadap sang dosen. Dan stelah saya mnghadap dosen, saya pun mmberikan rancangan yg saya perbaiki dan akhirnya "Okeh, kamu tahu kan apa yg harus kamu lakukan?". "Iya pak", jawab saya. Dan ttd pun dbubuhkan d proposal saya mnndakan dterimanya proposal saya. Yah, just enjoy.. Smentara Chandra harus mnunggu keesokan hari ny karena dosen brsangkutan sdang sibuk.

================================================




Hari ini terasa lebih terang dari hari2 sbelumnya. Tpi masih ada yg mngganjal, bbrapa teman saya sndiri masih terhambat proposalnya akibat bbrapa hal dluar rencana mereka. Tapi tetaplah semangat teman2, kita sama, sama2 sekarat kondisinya, hehe. Mintailah bantuanku, saya siap mmbantu klo saya bisa bantu dg tenaga saya. Karena saya tahu persis bagaimana rasanya..

Mungkn bbrapa teman2 branggapan "Nih Sabit lebay amat yak, baru dterima proposal aja udah posting d blog nya". Hehe, sjujurnya saya katakan, keberhasilan sperti apa yg paling memuaskan bgi saya?? KEBERHASILAN YANG PALING MEMUASKAN ADALAH KEBERHASILAN YANG KITA PEROLEH DG PENUH KESULITAN DAN PENGORBANAN, DIMANA KITA MERAIHNYA DG CARA YANG TIDAK BIASA DAN MELEWATI HAL YG LEBIH MENGERIKAN DARI ORANG LAIN. Makanya tdak saya pungkiri saya senang bkan main smpe nulis d blog kek gini. Yak, status saya sbagai pemegang rekor revisi terbanyak mngkin jadi salah satu faktor saya benar2 girang dg hal ini. Mulai dari mencari masalah d BPS, menggali ilmu, mmbuat proposal, revisi, revisi, dan revisi yg dijalani dg penuh keringat dan perjuangan tentu akan mnjadi cerita yg indah pada waktunya...

Tapi ini belum berakhir....

2 Des 2010

Nyampah di Kampus part 3

Saat ini pkul 13.06 siang. Saya bru saja plang dari UTS Prosim dan mendapat sms dari ketua kelas abang NASRUL SAPUTRA yang memberitahukan bahwa besok semua mahasiswa 4KS akan di interview terkait proposal skripsi. What?? disaat2 UTS sperti ini? Wokehla, saya hadapi saja deh. Daripada saya pusing mikirinnya, mending saya lanjutkan cerita cerita saya mengenai kegiatan nyampah saya di kampus STIS ini..

preambule
WARNING: CERITA INI MERUPAKAN CERITA BERSAMBUNG. SEBELUM MEMBACA POSTING INI, ANDA DIHARAPKAN MEBACA PART1 N PART2 DISINI DAN DISINI.
hihihi..

..... setelah saya mmpertimbangkan bbrapa hal, akhirnya saya makan jga itu sayur dan hasilnya.... saya tepar, terkapar, menggelepar, dan sdikit stengah sadar selama satu hari satu malam karena ternyata sayur tersebut terindikasi BASI!!!. Tak pelak teman2 ku yg sdh memperingatkanku utk tidak memakannya tertawa terbahak2 karena mreka sdah benar dalam menganalisis sayur tsb. Sedangkan teman2 ku yg menyarankanku utk memakannya karena dirasa aman................... juga ikut tertawa terbahak2, Aaarrrrgggghhhh, sontoloyo lah kalian semua ini!!

Lanjut mengenai kesampahan ku di kampus. Masih di tingkat 2. Pelajaran yang bertubi2 n jadwal+tugas yang sangat2 padat, semakin menyusahkan bnyak civitas akademi kampus(dalam hal ini mahasiswa). Apalagi mhasiswa KS yg pda hakikatnya diberi ilmu Statistik 1/2, Komputer 1/2 shingga slalu saja keteteran tiap ditanya apa aja scara mendalam. Pola tidur, makan, BAB, smakin tidak teratur sehingga badan tambah kurus saja. Inilah penampakan saya di tingkat 2, narsis dikit boleh kan, hohooho...

Tapi usaha keras yang kami perjuangkan selama di tingkat 2 pun akhirnya harus ditentukan juga. Tibalah saat2 pembagian IP dimana sekaligus tahap pengumumang apakah kami berhak melanjutkan ke jenjang tingkat 3 atau harus bertahan di tingkat 2 guna memperdalam ilmu di tingkat 2 yang mngkin blum dikuasai secara mendalam. Dan akhirnya...... Alhamdulillah, saya dan semua teman2 kontrakan saya berhasil lanjut ke tingkat 3. Sedangkan cukup menyedihkan, karena ada teman kelas saya yang mau tidak mw harus mengulang tingkat 2. Sangat menyedihkan, tapi mw bagaimana lagi, mungkin itu adalah yang terbaik utk teman saya agar dapat memperdalam ilmunya. Dan saya yakin itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepadanya...

Yah, sperti biasa stiap naik tingkat akan ada masa lburan yg sangat panjang. Tidak akan saya ceritakan masalah lburan saya di kampung saya, karna saya mmang fokus mnceritakan tentang kesampahan saya di kampus tercinta ini. Akhirnya lburan pun selesai, kami semua mulai utk kuliah kmbali. Tentunya dg kelas baru dan teman2 yang baru. Yah, sperti smua teman2 ketahui lah. APalagi yang paling ditunggu2 mahasiswa di tahun ketiganya kuliah kecuali PKL... hoho, cerita yang sangat menarik n penuh pengalaman indah di dalamnya.

Pertama kali kami di tingkat 3, teman2 angkatan saya smuanya sibuk mmbicarakan PKL. "Dimana?", "Tentang apa?", "Gimana rasanya?". dll. Kami yg saat itu blum mndapat konfirmasi resmi dari pihak kampus pun akhirnya hanya bisa berangan2 tentang PKL kami nantinya. Tpi mari lupakan sejenak msalah PKL n beralih ke kuliah2 yang senantiasa jadi racun. And sbuah kejutan bagi saya n teman2 KS mngkin, di tingkat 3 ini kami bertemu dg orang2 hebat!! siapa lagi klo bukan dosen2 saya di tingkat 3. Dosen yg hampir semuanya mantan mahasiswa2 berprestasi pada jamannya yang kuliahnya di tempat2 top di dunia. Dosen yg terlihat masih sangat muda dari segi umurnya tapi namnaya menenteng gelar "Dr." yg mnndakan mreka tlah mnyelesaikan S3 mreka. Apalagi salah seorang dosen saya lulusan Belanda mnceritakan bahwa dia adalah murid dari TANENBAUM, WTF??? Orang yg namanya terukir di banyak buku  yg jadi acuan bnyak mahasiswa IT di dunia ini?? Benar2 mmbuat saya terkesima n sangat2 iri dg mreka smua..

Tingkat 3 sndiri saya kira saya akan mndapat mata kuliah2 yg menarik(cz bnyak tntang IT). Tpi stelah saya pelajari===>> toeng, toeng, toeng, mantul smua dah tu ilmu. Dari smua matkul IT, cuma satu yang langsng praktek coding, yang lainnya teori2 yg anda mngerti pasti bagaimana metode belajrnya, "menghapal".... Hoooaahhhmmmmm....

Sdikit yg saya kurang nyaman di tingkat 3 ini adalah, tidak tahu kenapa dosen2 saya yg sangat amat pintar ini begitu monoton dg teknologi dalam hal ini adalah bahasa pemrograman. Mreka kerap kali mendewakan "JAVA" n ada jga yg sngat anti dg produk "Mikocok". Yah, prinsip yg berbeda dg yg saya punya. Memang sih tidak smuanya, tpi tentu ini mmbuat saya tidak nyaman. Saya sndiri bukan nya tidak memiliki dasar utk lbih memilih "Mikocok" ketimbang yg lain,  tapi ya sudahlah. Saya ambil saja hikmahnya,  dg hal ini saya smakin semangat mndalami ilmu saya agar kelak saya dapat berargumen/berdebat(klo dosen saya mw ngeladenin gembel sperti saya) tntang kelebihan n kkurngan berbagai teknologi. Yah, saya ingin melakukannya apalagi dg seorang dg kelas "Dr." sekalipun..

Mari kita kembali ke msalah PKL. Yah, sperti kbnyakan anak KS lainnya, saya sndiri masuk ke Seksi pengolahan. Kenapa pngolahan?? Yah, krena ga ngerti statistik, selain itu pengolahan sndiri tenggang waktu kerjanya tidak terlalu panjang dari yg lainnya, jdi cari aman deh. hehe.. Sedangkan lokasi PKL sndiri, kami smua akan mlaksanakan PKL kami di SUMATERA SELATAN. Yah, itu adalah provinsi kelahiran saya. Saya senang mndengar kabar itu karena itu artinya saya bisa balik kampung, tapi saya jga sedih karna harapan saya bisa PKL di tempat yg belum pernah saya datangi sebelumnya.

Tingkat 3 sndiri brjalan dg amat sangat menyenangkan. Teman2 yg menyenangkan, dosen yg pintar2, bnyak Mata kuliah yg kosong, dan tentu bnyak makan gratis dari PKL. Sampai saya mnulis blog inipun, saya pastikan bahwa tingkat 3 adalah tingkat yg pling mnyenangkan bagi saya. Ilmu yg digalipun sdah lbih khusus mngarah ke ilmu IT. Nggak kek tngkat 2 dmana kami mhasiswa KS dpaksa mw nggak mw ngerti Statistik n IT, mau nangis rasanya klo inget masa2 itu, apalagi klo inget UTS statmat saya dapet 35, hikz...

Kuliah pun berjalan dg menarik n sdikit hambatan. Cma Anareg yg sdikit mnyusahkan, tpi ttap saja mnyenangkan. Dalam PKL sndiri saya masuk ke sub seksi program. Dan apalagi kerjanya klo bukan jadi Kerbau yg dperintahkan membajak baris2 coding, hikz... Bekerja di dalam lingkup organisasi yg luas(mencakup satu angkatan) n harus mnunggu2 kepastian gabungan dari pemikiran dosen2 kami, mmbuatku berlatih menjadi semakin tahan banting saja. Gimana nggak, stiap saat bisa saja terjadi revisi yg artinya semua yang kami kerjakan pun akan direvisi. Tpi sangat baik utk melatih mental dan kesiapan kami..
Stelah kami satu angkatan bekerja mati2an utk PKL ini, akhirnya diumumkan jga pembagian wilayah penempatan n tim kami..... dan hasilnya saya satu tim dg orang2 yg benar2 baru saya kenal...


bersambung...

21 Nov 2010

Nyampah di Kampus part 2

Saat ini pkul 19.54. Sbenarnya mnulis part2 ini dluar jadwalnya. Krena baru tadi siang saya tulis yg part1. Mw ny saya nulisnya dkasih jeda, biar para pembaca setia jdi penasaran(xixixixi). Tpi krena jalanan rumah saya banjir shingga ga bisa kluar cari makan, perut saya kelaparan, n bljr pun ga ada yg masuk akibat perut saya lapar, maka saya putuskan mnulis part2 sajalah(daripada sy mmbuka situs2 konten dewasa, hehehe..). Udah deh, lngsung aja mluncur...

Tahun ajaran bru tlah dmulai, dg mnyandang balok 2, saya brjalan dg gagahnya d kmpus. Oh iya, klo kmren saya ngeluh2 krena d OSPEK, tahun ini saya malah jadi panitia OSPEK. Tpi saya cma sekali marah2in adek tngkat saya, tu pun krena dpaksa temen2 panita, saya kan sayang sama adek tngkat saya(prrriikitieeww). Stelah itu pun kmi kuliah sperti biasa, akhirnya saya punya adik tingkat jga, hikz... bner2 terharu rasanya...

Sperti bnyak teman2 saya pada biasanya, sbg k2k tngkat haruslah saya TEBAR PESONA pda adek2 tngkat saya, hehe. Biarpun ga ada yg saya taksir krena udah ada wanita pujaan saya d Palembang sana, yah, ga ada salahnya kan klo tepe2 ga jelas, yg pnting msih dalam batas kewajaran. Kan berpahala jga klo mmbuat hati orang lain mrasa senang, wikikiki..

Masuk kuliahpun dg kelas yg baru n teman2 yg baru. Sperti biasa saya pasti duduk d barisan pling depan. Sebenarnya alasan saya slalu duduk d depan adalah berharap saya mngerti n mmperhatikan. Tpi ternyata yg ada duduk d depan malah buat saya kbnyakan nglamun. Pernah saya mncoba duduk d belakang, n hasilnya lbih fatal lagi. Jdi saya putuskan utk slalu duduk d depan, tentu dg bbrapa pengecualian, hehe..


Sperti sifat saya biasanya, saya bukan org yg cepat bergaul dg org lain. Yah, jdi tngkat 2 saya lbih snang mnyendiri, mmang terlihat sombong, tpi sbenarnya mmang sperti itulah saya dari dlu, lambat laun akan brubah.. saya tdak sombong kok, sumpah, tanya aja temen2 SMA saya(hehe) cma klo sdikit cuek mmang iya sih. Malah klo orang ga benar2 kenal saya, saya sring dbilang sangat2 cool(preeeeettt), anggapan yg benar2 sesat. Bahkan teman2 tngkat 2 saja prnah mnobatkan saya sbg mhasiswa ter-cool, es batu kali cool...


Di tngkat 2 pun barulah saya rasakan racun2 mnyergapi otak saya. Mata kuliah yg super mnumpuk, dg tngkat kesulitan yg mmbutuhkan otak kalkulator. StatMat, MPC, MEtstat yg mmbuatku trauma dg statistik, bahkan smpai saat ini, setiap mndngarnya saya lngsung dehidrasi, eh depresi mksdnya.. Dtambah lagi ada 2 matkul yg d ajar oleh dosen yg spertinya lbih cocok jadi seorang vokalis n pelawak(kek sule), pasti tahu lah ni siapa. Tambah lagi matkul2 algoritma tngkat lanjut yg mmbutuhkan pmikiran sampai limit maksimum(lebay). Arrrrrgggghhhh, benar2 masa pling produktif dalam blajar. Tpi bukan matkul2 d atas yg pling tdak saya mngerti pada saat itu, sjujurnya, saya tdak mngerti knapa saya bisa sangat pusing d tngkat2. BUkan apa2, sjujurnya saya hanya sok2an pusing saja kok tngkat2. Pdahal ga pernah belajar, kalopun ada tugas, psti nyontek, jadi APA YG SAYA PUSINGKAN? sampai skrg saya pun tdak tahu..

Hal yg mnyenangkan d tngkat2 adalah saya sdah punya laptop sndiri. Saya dbeliin k2k saya, walaupun k2k saya hanya mnanam saham 80% dan 30% ny uang saya sndiri, mksdnya 20% dari saya... Gapapa deh, mngkin dari sana saya bisa mnyayangi laptop saya lbih dalam, hikz. Kbetulan saya punya teman seorang hacker yg lumayan tw dunia IT, jdi saya manfaatkan utk tanya2 apa yg harus saya lakukan thdp laptop saya. Anda tahu apa yg ia sarankan utk laptop saya??? GAME n FILM..
dan saya turuti nasehatnya...

Sperti kbnykan orang, tak lngkap rasanya jika laptop tanpa game. Yah, you knowlah bgaimana dg saya pstinya.. Dg adanya laptop, tren pola hiduppun mlai brubah. Jika dlu sring ke perpus, ngumpul d ruang tengah, maka sekarang hmpir bnyak waktu dhabiskan d depan laptop. Main game, game, dan game.. itulah kegiatan yg mendominasi d tngkat2 smester pertama. Tidak tdur sharian sdah jdi kebiasaan. ..

Pola ekonomi d tngkat 2 pun mlai brubah, jadi ga tratur sangat. Kdang hemat, kdang boros. Borosnya krena sringan ke warnet, donlot. Pola tdur yg dulu teratur bangun pagi, jadi ksiangan trus bangunnya. Mngkin perlu d out bound lagi saya ini biar bisa bngun pagi lagi.

Lanjut smester4, tren saya pun perlahan brubah. Berawal obsesi utk menciptakan sbuah virus komputer, saya malah suka dg dunia programming. Lambat laun, saya tahu mmbuat virus itu adalah perbuatan jahat, dan saya berhenti mmpelajarinya. Tpi minat saya pda programming msih kuat, shingga saya plajari hal yg baik2 saja dari sana. Game pun mlai brkurang(sedikit sih).

Sperti biasa d semester4 pun budaya yg bertentangan dg vini, vidi, vici(bener ga sih?) ttap aja jadi kbiasaan. Tujuan ke kampus yg pling utama, ya absensi...

Sdngkan d kontrakan, sperti biasa, kami menjelma jadi manusia2 yg sangt tdak produktif. Bangun-kuliah-makan-nonton-ngecap-game-tidur lagi, menarik bukan?


Slain jadi sampah d kampus, saya jga jdi sampah sbg ketua Himada d tngkat2. Bnar2 mmusingkan kepalaku. Sifatku yg tdak tegas, krang berwibawa, ragu2, dll, mmbuatku smakin jadi sampah saja. Walhasil aku sndiri terseok2 mnjalaninya. Tpi.. gapapalah, hitung2 jadi pngalamanku n plajaranku.............. untuk tdak coba2 jadi ktua apapun slnjutnya...

Oh iya, d tingkat 2 ini jga akhirnya k2k kandungku satu2nya mlepas masa lajangnya n menikah dg adek tingkatnya di STIS dlu. Bruntung jga k2k ku bisa dpet yg lbih muda dari dy. Dan trnyata calon suaminya jga seorang maniak programming. Suatu kbetulan yg sangat mnguntungkan bagi saya...


Oh iya, kami pnya pngalaman mnarik saat itu. Pda suatu hari, saya mmbeli sayur(nasi masak sendiri). Saya beli sayurnya pada siang hari. Karena suatu hal saya bru bisa makan itu sayur malam hari. Awalnya saya ragu apakah sayurnya basi apa ga. Tpi stelah tanya2 temen2 yg lain, mreka pun berbeda pndapat(kek debat agama aja), dlihat dari baunya, ada yg blang basi, ada yg blang tidak. Tpi stelah mengacu pada bbrapa pertimbangan, akhirnya saya.........

to be continued in the next chapter lagi yak...

Nyampah di Kampus part 1

Sperti yg ada pda judulnya, nih postingan bkalan nyambung smpe part ***. Sbenernya sih saya iseng aja geje2 mw critain gmana nyampahnya saya d kampus. Cz udah ga trasa bntar lagi bkalan mw lulus(pede amat).

Pertama dteng ke Jakarta, dg sangat2 cupunya, saya terkagum2 nglihat scara lngsung gdung2 tnggi yg megah d ibukota, ga sngka kota saya d Palembang bagaikan langit dan sungai bndingin ibukota. Trus smpe d STIS n Alhamdulillah dpet kostan n lngsung bisa tdur nynyak.

Stelah d STIS, ga sangka saya d OSPEK, kgiatan yg sangat keji n menzholimi ku. Tbuhku dsiksa, d aniaya(lebay) pkoknya saya sdah berniat ke komnas perlungan anak, tpi syg saya udah ga anak2 lagi, hikz...

Jujur aja wktu bru mw msuk STIS, saya pngin dan tlah berniat utk blajar keras n dapet IPK trtinggi d kmpus. Tpi... you knowlah, angan2 hanya skedar angan2, yg ada malah nyampah aja d kampus... Tahun pertama adlah tahun yg pling berat d STIS. Bukan krena blajarnya yg berat y, cz saya jg jarang blajar kok, jdi ga berat. Yah, sangat berat krena sangat tdak ada hburan. Di kontrakan cma si Ilham yg pnya laptop, TV ga ada, warnet? mkir lagi deh tntang uangnya, lagian wktu itu msih sangat gaptek2ny, jdi ga tw k warnet itu mw ngapain (Yg saya inget prtama kli saya ke warnet d tngkat1 itu saat dkasih tugas Pancasila buat cari2 artikel). Dtambah lgi smangat mahasiswa saya utk mnggalakkan kegiatan pmrintah dan nasehat ustadz2 saya agar berhemat dalam hidup, alhasil makan sehari pun bisa jadi cma beli nasi+gorengan doang. Maklum, saat itu saya n teman2 sangat tertarik utk mmpraktekkan ilmu Ekonomi yg dkasih pak Mukhlis.

Satu yg pling jdi hantu di tahun pertama ya ancaman DROP OUT. Anak2 tngkat satu psti bergetar hatinya klo dnger kata2 itu. Dtambah lagi kegiatan2 jumatan yg sangat2 mmbosankan, bnar2 mnmbah berat beban d punggung ini.

Saking bosanny d rumah, tak jarang saya mncari2 ssuatu utk mnghabiskan waktu. Tak jrang saya mnetap d perpus utk baca koran. Walaupun utk baca koran pada hari itu, saya harus antri dg ibu/bapak penjaga perpus(cz mreka mw baca jga), itupun klo ga ada mhsiswa lain yg ngantri. Kadang jga saya ngikut kegiatan2 KISMIS(kegiatan keagamaan), yg mnybbkan bbrapa k2k tngkat ROHIS mkir saya orang yg berpotensi utk d didik rohani nya(xixixi, anggapan yg benar2 salah).

Mngkin plajaran yg sngat saya tekuni dan sedikit tidak nyampah adalah ALPRO. Yah, sjujurnya saya sangat ingin mmplajari ilmu komputer. Bahkan slain STIS, saya smpat lulus SPMB d jurusan Tekhnik Informatika d sbuah Universitas. Saking sriusnya blajar alpro, saya mati2an berada di Lab kmpus utk blajar coding. Cz wktu itu ga ada laptop/komputer. Apalagi saat ujian ny tiba, saya ga enak klo minjem2 laptopny Ilham, cz dy jga psti mw blajar. walhasil saya ke kampus dan btapa terkejutny saya mlihat lab dtutup pda hari Sabtu. Wuih, mw nangis rasanya(lebay), terpaksa saya ke perpus utk pinjem buku alpro n saya pelajari scara manual dg mmbayangkan apa program yg jalan. Yah, pngalaman yg pahit, tpi saya jdi kuat krena itu. Walaupun saya minat dg komputer, tpi saat blajar tntang PTI, arsikom, manprosim, dll, yah, saya akan kmbali mnjadi sampah. Cz matkul itu sngat mmbosankan dan mmbutuhkan tngkat imajinasi yg tinggi... dan saya tdak pnya itu.. hehe..

Di plajaran yg lainpun, ga smuanya sih saya nyampah 100%, pling cma 99%, hehe... Dlu swaktu kalkulus, saya smpet smpe bbrapa pekan mngerjakan tugas dg tangan dan pkiran saya sndiri. WOOOOWW, pncapaian yg bagus bukan utk mhasiswa sperti saya? Pda matkul yg lain saya lbih sring mnerapkan blajar SKS, psti pada tw lah... Klo tgas, hmmmm, gtu deh...

Emang yg pling d syukuri oleh teman2 kontrakanku adalah pnya teman sejenius Rizky(skyn). Cz dg bgitu kami sangat terbantu dari mnghindarkan dri akan ancaman DO. Cz di KSM trus psti oleh doi. Klo udah 2 minggu mw UTS, kontrakanku akan dpenuhi dg buku2 dan rumus2, klo selain itu, ya dpenuhi oleh daging2 bernyawa yg bergeleparan d ruang tengah. Hehehe..

Yg pling sring kmi lakukan d kontrakan pada Tahun pertama adalh berkumpul d ruang tengah, smbil mndngar suara2, Juned nyanyi nasyid, Jupri nyanyi Ungu, dan saya nyanyi apa aja. Smbil berkhayal dan mmbicarakan tntang masa depan, wanita, dan uang ID pstinya. Hal yg sangat menarik bukan? Kdang laptop Ilhampun jadi pelampiasan utk main game. Darma pun lbih sring diam mnikmati ocehan2 kami yg nglor ngidul, sdang skyn lbih sring ktiduran akibat d lelahkan oleh rumus yg ada d otaknya. Sdgkan arif, sbuk sndiri dg makanan n mmikirkan akan nnton film apa nntinya..

Satu hal yg sngat sya ingat adlah swaktu sdah dekat ujian pertama d STIS. Kami satu kontrakan nnton video tntang ibu yg sngat mnyedihkan. Lampu dmatikan, ambil speaker, n putar deh. Waaaaaaaaahhhhhh, lngsung deh pada nangis smua. Saya jga saking sedihnya lngsung nelpon ibu saya mnta doanya agar saya bisa lancar jalanin hidup saya d STIS yg keras ini. Sedih sangat sih, pdahal klo d ingat2 saya sndiri aja mw muntah dengernya, wikikikikiki..

Dan saat2 knaikan tingkat d umumkan, akhirnya d hari2 yg mnegangkan itu, kami smua pun naik tingkat tanpa kendala. Yah, sperti biasa, skyn psti yg mnmpati posisi trtinggi, juned kedua, dan sisanya===>>> yg pnting lulus aja...

Stelah pmbagian jurusan, saya dan jufri dpet jurusan Komputasi Statistik. Yg lainny Statistik. Saya sndiri emang mmilih utk mnggluti komputer, cz saya bner2 pusing dhadapkan pada angka2 statistik. Sdngkan jufri, "DIJEBLOSKAN". Tak ada yg bimbang dg penjurusan itu kcuali Jufri n Juned(teman skamar lagi). Jufri bimbang krena takut ga bisa, dy sbuk nanya smua org yg sdah mrasakan kejamnnya KS. Walau akhirnya mw ga mw dy hrus terima. Sdangkan Juned malah mw pindah ke KS, dan akhirnya kmauanny dkabulkan oleh Tuhan, krena brtukar posisi dg Amir Button yg punya nasib sama dg Jufri..

Akhirnya smua snang, smua naik tngkat n akan meneruskan kebersamaan d kontrakan. Walau mngkin tingkat2 akan bakal lebih nyampah lagi, krena embel2 DO sdah tak melekat lgi d dri kami, HAHAHAHAHA....

To be continued in next chapter...

14 Agu 2010

Sedikit Tapi Berarti..

Dulu ane prnah punya suatu pngalaman wktu kelas 3 SMA gan. Waktu itu paman ane msuk rumah sakit akibat sakit yang di idap nya. Jadi ane n keluarga jagain paman ane d rumah sakit tersebut. Hingga tibalah waktu ny paman ane harus menjalankan operasi. Stelah operasi, kondisi paman ane udah sehat kembali, hanya saja msih perlu prawatan n butuh darah utk proses pnymbuhan stelah operasi. Singkat kata, ane n sepupu ane d tugasin  buat ngambil darah di PMI gan. Dan ane sma sepupu ane pun lngsung mluncur ke TKP gan.

Singkat kata stelah di PMI, trnyata darah yg dbutuhkan stock ny udah abis gan. Jdi trpaksa pke darah ny kluarga ane yg sama golongan darah ny gan.Stelah slsai d ambil darah ny, ane n kluarga nunggu di di depan kantor ny PMI buat nunggu darah ny siap pake gan. Nah dsana ntu ada loket tmpat ngambil darah buat para orang yg udah pesen darah gan.

Tiba2 seorang bapak datang n nanya2in apakh prsediaan darah yg kami butuhkan udah ada ap blum. Kmi pun mnjawab sdah ada pak. Stelah d telusuri lebih jauh, trnyata tuh bapak mnawarkan darah milik ny n teman2 ny(para tukang becak yg mangkal di depan PMI) utk dijual. Satu kantong mreka jual kisaran 300ribu gan. Wah, serem juga yag. Ada yg jualan darah di PMI.

Ga brapa lama, ada bapak2 yg datang dg menggunakan motor. Dia terlihat sangat buru2 bnget wktu itu. Stelah mmarkir motor, tuh bapak lngsung lari ke loket pngambilan darah, n brtanya pada ptugas perihal darah yg sudah dipesannya tadi. Tpi krena kurang koordinasi atau apalah, trnyata darah yg dbutuhkan bapak ny tidak ada. Bisa disediakan tapi harus mnunggu skitar 1 jam. Muka sang bapak lngsung pucat pasih, smbari mata ny sdikit berkaca2, dia lngsung sontak mmbentak petugas. "Kan tadi sya sudah pesan bu?", tpi apa mw dikata, darah yg dbutuhkan mmang tidak ada. Lalu sang bapak brteriak n menangis di loket itu smbari berkata "Gimana nasib anakku bu, dia skrg sedang operasi n butuh darah bu...". Ane bner2 sedih liat pmandangan itu, pngin bnget ane bantu ntu bapak pke darah ane(darah ane O gan, stau ane ntu bisa donor buat sluruh golongan), tpi klopun ane donor, darah ny ane ga kan bisa dpake cpet. Pling nggak dbutuhin wktu 1 jam buat meriksa+nyiapin ntu darah agar siap pake. Ane mw nangis rasa ny klo mkirin lbih jauh gimana prasaan ntu bapak. Ane liatin ntu bapak jalan ke parkiran n pergi mngendarai motornya. Ane bner2 mw nangis ngbayangin perjuangan seorang bapak utk anak ny tercinta. Ane pun lngsung teringat dg bapak ane yg udah wafat sjak ane tamat SD gan(jadi nyambung ke bapak ane). Dulu dy sring tmenin ane priksa gigi wktu SD, dia minta izin ke guru ane buat priksain gigi ane gan, cz dy ga tega liat anak ny nangis malem2 wktu ane msih kecil gan.

Mulai saat itu, ane janji sama diri ane. Ane akan donor darah ane stiap ada kgiatan donor darah gan. Ane cma brharap itu bisa brguna utk org lain gan. Tentu saja sekantong darah kita yg sehat dan bugar ini, akan sangat bermanfaat buat orang yg sedang butuh gan...

1 Agu 2010

Akibat Prinsip Ekonomiku

Tmen2 d kontrakan udah mlai bincang2 nih tntang rencana pulang kampung. Klo dnger2 msalah plang kampung, ane jdi inget apa yg dlu prnah ane alamin. Pngalaman pahit tpi kocak d dlam sbuah bis.

Jdi wktu itu adlah pertama kali ny ane plang kampung k Palembang dari Jakarta. Krena msih blum ngerti bner, jadi ane mnta tmenin tmen utk beli tiket bis nya. Wktu itu ane mw cari bis yg murah meriah lah. Nah, wktu itu terlihat di suatu loket yg nama ny BIS UD*Y*N* hrga tiket yg dtawarkan bner2 murah, AC lagi. Wah, lngsung deh, ane pesen.
Tibalah saat hari pmberangktan. Ane dsuruh dteng jam 3 kurang, cz bis ny bkal brangkat jam 3. Ssampe ny ane dsana. "Mbak, bis yg ke Palembang jam brapa brangkat ny mbak?". Dijawab sma mbak ny "Oh, yg k Palembang brngkat jam 5.30 mas". GUBBBRRRAAAAKKK!. "Lah, kmarin kan, dbilang jam 3 mbak?". Mbak ny lngsung jwab "Oh, jam 3 itu utk bis yg non AC mas".  Wduh, ini nih, akibat ksalahan sstem informasi(lebay), ane deh yg jadi korban. Yaudah deh, ap boleh buat, ane tungguin deh tu bis smpe jam 5.30. Stelah mnunggu skian lama, tibalah saat ny brangkat, dan JREEEEENGGG... Ternyata bis yg dinaikin ga ssuai dg foto bis yg ada d loket. Di loket foto ny bis yg besar, n ada WC nya. Tpi bis yg dinaikin bis kecil n ga ada WC ny. Tpi ttep terima deh, cz dia ga bhong klo bis ny ada AC. Nah, yg buat lbih jengkel, trnyata bis yg ane naikin ini adalah bis yg brenti2, alias suka ngetem(kyak angkot aja yah). Waduh, jdi bner2 lama tuh wktu nya. Nah, se iring jalanny waktu pun, bis pun sdah mlaju kencang d tanah Lampung. Mulai deh gelisah. Ane mlai mw kencing nih. Tpi mw kencing dmana coba? Ga ada WC d bis nya. Mana ga brenti2 lagi bis ny buat ngencing/makan dlu. Ane tahan aja deh, busyet, bner2 deh. Ane trus berdoa kpada Allah utk di kuatkan dri ane mnahan kencing, cz bner2 udah kbelet, smpe2 klo ane gerak dikit aja rasa ny sakit banget gan. Ane tdurin jga ga bisa, muka ane aja udah pucet bnget wktu itu, dan hal ini brjalan smpe  skitar 2 jam gan. Akhir ny bis ny brenti juga buat makan. Lngsung deh ane NGGGAAAACCCIIIIRR ke WC umum buat kencing. Ga pduli gmana bntuk WC ny, mw di intip org jg gapapa deh, yg pnting ane lega. Klopun d WC itu trtra tulisan WC bayar 20.000, ane bayar deh. Udah deh, stlah itu jalan lagi deh. Eh, baru jlan 1/2 jam, tiba2 bis ny brenti lagi d sbuah RM, lah, bru aja brenti kok brenti lagi c nih bis? Wduh, trnyata sopir ny mw buang hajat gan. Sompret, knapa g dari tdi aja mas? Wduh, mikir positif aja deh, mngkin mas ny sakit perut gara2 makan di RM sblumnya y gan. Udah deh, smbil nunggu tuh mas2 bertapa, para pnumpang jga pda kluar kan, sumpek sih d bis. Stelah mas sopir ny balik, bis pun brangkat deh, stlah udah skitar jalan 1/2 km, kjadian lagi deh. Ternyata ada seorang ibu dg anak ny yg tertinggal d RM tadi. Waduh, tuh kernet lngsung deh di omel2in sma sopirnya, dy ga ngitung sih soal ny. Bis pun lngsung blik arah deh ngjemput ibu2 tadi, langsung tuh ibu ngomelin sopir n kernet, tpi sopir ny ga mw kalah, dy mlah blik ngomel gara2 ibu ny main jauh bnget. Udah deh, stelah itu smpe d Tanah Sumatera Selatan dan kjadian nahan kencing pun trus brulang. Ane pun sempetin dri kencing klo bis ny brenti buat makan, isi bensin, n ngetem. Akhir ny bis ny smpai d Palembang bner2 sangat telat dri bis2 biasanya. Dan saat mw mninggalkan bis, ane lngsung ngucapin "Terima Kasih ya mas" ke sopir n kernet nya. Tpi d dlem hati ada sambunganny, "Terima Kasih ya mas, atas pengalaman berharga ny. Kalian udah ngajarin kepada ane tntang dampak mnerapkan prinsip ekonomi".

Jadi ksimpulannya ilmu yg ane dpet dri kampus, ga slama ny bisa mmprmudah kerja manusia. Tpi wktu ane kuliah, trnyata ane baru nangkep ada sbuah ilmu yg blum ane terapin d kejadian tadi, yaitu prinsip kepuasan maksimum gan. Apakah itu? Silahkan cari sndiri d Ekonomi Makro gan. Dlu ane diajarin bapak Muchlis Husein msalah itu...

24 Mar 2010

PKL at Sumatera Selatan(3)

Tak terasa PKL pun udh brjalan hampir seminggu. Bnyak skali pngalaman berharga yg kudapat. Bnyak jga pngetahuan yg tk ternilai harganya. Khidupan d Jakarta yg shari2 ku habiskan di depan laptop dg mengotak-atik baris2 code, kini harus ku tinggalkan utk sementara.

Nyaman jga aq tinggal di pedesaan sperti ini. Pnduduknya pda ramah2, suasana tenang, n makan+tidur jdi enak(hehehe,,). Wlaupun kdang kpkiran jga sma ssuatu yg ku sayang yg ada d Jakarta atau Palembang...

Stelah tugas kmi slsai pun, kmi bner2 mnghadapi sindrom kebosanan yg sangat. TIM ku stiap hri hnya bengong2 d rumah. Tpi suatu hari, bapak kades blang ama kmi bertiga, "Bapak besok mw prgi ke Plembang sma ibu, bpak mw beli keramik, pda mw ikut ga??"
Wduh, mndngar prkataan bpak, kmipun kegirangan, pling ga, ga bengong d rumah. Mardiah pun triak2 mw nglihat Jembatan AMPERA yg mmang blum prnah di lihatnya, cz bis nya wktu itu nyasar. Dan keesokan pgi pun, kmi lngsung siap2 n BRANGKAT.....

Swaktu d jalan, jntung kmi pun mulai brdegup kencang, agak gugup, n sdikit ketakutan. Bukan krena kmi mabuk darat, tpi serem aja nglihat kecepatan mobil yg gila2an. Byangin aja, bpak kades yg biasa bwak mobil d jalan tanah n brlumpur, kni dkasih jlan aspal. Yah, geli2 aja bpaknya. Jdi gitu deh, SEREM...

Trus kmi pun jlan2 d plembng, trus dtraktir mkan ama bpak, smpet sbentar kmi ngunjungin teman2 STIS yg ada d Palembang, trus pulang deh...
Keesokan hari pun , kmi juga mandi pgi2, cz mnurut jadwal, kmi akan djemput utk pulang lagi ke Jakarta pada pgi2 hari. Kmi pun nungguin mobilnya dari pagi, tapi.....  5 jam kemudian...   jembutan pun ga kunjung muncul... Dan akhirnya setelah skitar jam 4 pun, bru dteng jemputannya...
ALHAMDU??? LILLAH.......

Sedih rasanya meninggalkan desa ini. Sedih berpisah dengan Bpak Johary(pak Kades) dan ibu Kades yg udah ngurusin kmi slama kmi dsini. Sumpah, ssuatu yg pling  kmi syukuri di PKL ni adalah dpet tmpangan nginep d rumah orang sebaik bapak dan ibu. Sedih bnget rasanya klo inget stiap pgi kmi slalu dsiapin makan n dmanjain. Trlalu baik Bapak sma ibuknya... Sdih jga rasanya pisah sma penduduk di desa ini. Yg smuanya ramah2, trutama buat pnduduk yg motornya disewa stiap hari. Maaf bnget klo trjadi apa2 dg motornya(hehehe...). Akhirnya, dg di akhiri acara salam2an ama Bpak n Ibu Kades, kmipun mulai brangkat. Sedih bnget... Desa ini, akan slalu aq ingat, alamnya, masyarakatnya, lingkungannya, dan hamparan sawit yg slalu mnenangkan hati stiap mlihatnya, tntu aq sngat berat prgi dri sini. Suatu hari nnti, aq ingin kmbali ke desa ini, aq ingin brtemu kmbali dg Bapak n Ibu Kades/masyarakat dsini. Yah, mngkin klo teman2 tim ku mw, kita bsa brangkat sama2. Atau, klo mmang ga da teman, mngkin bisa sama istri(heheh, klo udah punya). Smoga aq bsa kmbali lgi brmain kesini....