Laman

29 Jul 2011

Hingga lupa akan bergantinya hari..

Jumat, 29072011. Pagi-pagi ke kampus untuk suatu kepentingan, sekalian liat seminar salah seorang teman. Tiba-tiba saat mau menyeberang jalan, tepatnya di lampu merah depan kampus ketemu teman saya Johandri. Terjadilah percakapan berikut:
J : Johandri        S : Saya

S: mau nonton seminar jo?
J : Iya cuy..
S : Seminar siapa jo? anak KS kan ga ada  yg seminar hari ini? (hari itu cuma ada 1 seminar)
J : Loh? kok gitu?
S : Kan d jadwal emang ga ada cuy, cuma ada 1 anak SE.. anak KS ga ada..
J : Ada cuy..
S : Ga ada jo, ni hari Jumat ga ada jadwal nya..
J : Ah, ini hari kamis Bit..
S : Ni hari Jumat cuy..
J : Hah? (ngelihat HP), oh iya yah..
S : ??

4 Jul 2011

Harusnya kita malu pernah mengeluh...

Baru saja saya mendengar sebuah cerita yang bagi saya sangat mengarukan dari seseorang yang baru pulang dari kampung halamannya di pedalaman Sumatera Selatan sana. Tempat tinggal nya adalah sebuah desa kecil yang cukup terpencil. Di desanya tinggal lah seorang Bapak dan anaknya yang masih berumur kurang lebih 4 tahun. Ibu dari sang anak telah meninggal dunia. Sementara sang Bapak bekerja sebagai seorang buruh kebun(mengelola kebun milik orang lain). Tidak setiap waktu sang Bapak bisa mengurus kebun orang lain, kadang kala jika tidak ada orang yang mau di kelola kebunnya maka sang Bapak tidak mendapatkan penghasilan apa-apa alias menganggur. Oh iya, biasanya kebun disana adalah jenis Kopi dan Durian.

Kebun yang saya maksud disini bukanlah kebun teh atau seperti sawah seperti di film-film dimana di kebunnya sudah ada jalan dan biasanya sudah banyak perumahan penduduk di sekitar kebun tersebut. Kebun yang saya maksud tidak jauh beda dengan hutan(letaknya di dalam hutan), dimana di sana tidak ada sama sekali rumah penduduk. Masalah binatang buas jangan di tanya, babi hutan, ular, monyet, landak sangat sering terlihat disana.. bahkan harimau pun sesekali terlihat. Karena jaraknya yang jauh dari desa, biasanya orang yang berkebun akan bermalam di kebun mereka hingga beberapa hari. Tiap kebun orang biasanya didirikan sebuah rumah panggung untuk tempat tinggal dan menyimpan sementara hasil panen.


Mengurus sebuah kebun bukanlah pekerjaan mudah. Jarak tempuh dari desanya ke kebun itu sendiri sekitar 4 jam - 1 hari perjalan(ada banyak kebun disana). Dan jalur yang di lewati tidak hanya darat, tapi harus menyeberangi sungai juga(bahkan sampai 4 kali). Karena tidak mungkin pulang pergi ke kebun setiap hari, jadi biasanya sang Bapak pulang 1 minggu sekali dari kebun tersebut. Setiap sang bapak pergi ke kebun, biasanya sang Bapak membawa beras dari rumah untuk bekal selama 1 minggu, dan lauknya adalah... cabai dan garam... Yah, tinggal di kota pun kita belum tentu mau makan dengan lauk ini..

Sang anak telah kehilangan ibunya dan tinggal berdua bersama Bapaknya. Sang anak yang masih amat sangat kecil itu kemana-mana cuma mau sama Bapaknya. Sang bapak pun pasti ga enak kalo mau menitipkan sang anak dengan tetangga, karena hampir seluruh hari-hari sang Bapak adalah di dalam hutan. Walhasil sang anak yang masih sangat halus tersebut selalu ikut Bapaknya masuk menjelajahi hutan dan tinggal di dalamnya bersama sang Bapak. Yah, karena sang Bapak tau anak nya yang masih kecil tak akan kuat menempuh perjalanan di hutan sejauh itu, maka sang bapak biasanya memasukkan sang anak ke dalam bake(ranjang dukung yang biasa dipakai mengangkat buah-buahan) dan menggendongnya. Dan tentu, sang bapak memikul anaknya hingga sampai ke tempat tujuan. Walau lelah, keringat telah mengucur deras, punggung mulai rapuh dimakan waktu, tapi sang bapak tetap akan memikul anak kesayangannya dengan sekuat tenaganya. Mungkin baginya hanya anak nya itu lah satu-satu nya alasan dia menjalani semua ini dan satu-satunya cara membuktikan cintanya pada sang Istri yang telah tiada... Setelah sudah sampai di dalam kebun itu, mereka berdua akan tinggal menetap selama kurang lebih 1 minggu di dalam hutan. Tentu resiko ada nya binatang buas di dalam hutan sangat terbuka. Bisakah anda bayangkan jika tiba-tiba salah satu dari mereka diserang ular?? dan tidak ada orang disana. Dan ternyata faktanya kejadian orang mati di dalam hutan disana memang tidak sedikit..

Sedikit cerita yang membuat saya sedih. Suatu hari sang anak dan sang Bapak pergi ke kalangan(pasar mingguan yang biasa di gelar di desa-desa). Tiba-tiba sang anak hilang, setelah dicari ternyata sang anak sedang asyik melihat lapak mobil mainan dan merengek lah sang anak pada sang Bapak untuk di belikan. Karena tidak punya uang, sang Bapak pun tidak bisa membelikan. Setelah kejadian tersebut tidak tau kenapa  sang anak sakit hingga seminggu lamanya. Tetangga terdekat memberikannya obat penurun demam, tapi tetap tidak sembuh. Hingga suatu hari tetangga nya tahu kalo sang anak sakit setelah tidak di belikan mobil-mobilan. Akhirnya ada tetangga yang memberikan anak itu mobil-mobilan dan sang anak yang masih berada di gendongan Bapaknya langsung turun dari gendongan Bapaknya dan menyambut mobil tadi dengan riang. Yah, semenjak saat itu demam sang anak berangsur menurun dan akhirnya sembuh tanpa harus di bawa ke Puskesmas. Sekali lagi, saat kecil saya sering kali merengek meminta sesuatu, tapi saya tetap saja mengeluh jika melihat mainan teman saya yang lainnya lebih bagus dari punya saya. Padahal sang anak?? dia hanya bisa berkhayal merasakan "bagaimana sih rasanya memiliki sebuah mainan mobil-mobilan??". Mungkin di dalam hatinya berkata "Andai aku punya mobil-mobilan, pasti akan ku bawa ke hutan agar ada yang menemaniku saat aku sendirian di tinggal Bapak yang sibuk mengurus kebun...".

Sebuah cerita lucu tapi sangat sedih dibayangkan. Suatu hari ada tetangga dari keluarga tersebut memberikan 1 bungkus mie instant kepada sang anak. Sang anak pun berlari girang(mie instant sangat mewah baginya) dan membawanya ke rumah. Tiba-tiba sang anak kembali lagi ke rumah tetangganya tersebut, dan menangis sambil mengadu pada ibu yang telah memberinya mie instant tadi "Ibu, mie yang tadi dimakan oleh Bapak, hiks...hiks..". Lucu sekaligus sedih mendengarnya, tapi untunglah sang ibu memberikannya mie instant lagi dan sang Anak pun kembali tertawa. Pernah juga sang anak di beri temannya jajanan, jajanan tersebut di pegangnya erat-erat dan tidak cepat dimakannya. Ternyata anak tersebut tidak mau menghabiskan makanan yang baginya amat sangat mewah tersebut, yah dia ingin selalu memilikinya... Sang anak sendiri sering keluar rumah menggunakan jaket bapaknya yang amat sangat besar. Yah dia tidak ada pakaian lain lagi...


Saya tidak tahu apakah apa yang dilewati keluarga tersebut berat atau tidak untuk ukuran anda. Mungkin sedikit perbandingan, saya pernah naik gunung(Gede dan Lawu). Saya menaikinya dengan sebuah tas berisi pakaian dan bekal. Kurang lebih 1 hari 1 malam saya tempuh perjalanan mulai naik hingga turun kembali ke kaki gunung. Dan saya menaiki gunung bersama teman-teman saya dimana masing-masing dari kami membawa bekal yang cukup lezat(indomie, roti, sosis..) dan perlengkapan lainnya(sleeping bag, tenda, baju tebal, dll). Setiap turun gunung kaki dan punggung saya serasa mau patah, biasanya baru hilang pegal-pegalnya secara total setelah seminggu. Berawal dari pengalaman saya sendiri, jujur saya ga kebayang kesulitan yang ditanggung sang bapak. Dia memikul bekal, perlengkapan, dan anaknya sendirian. Bahkan kalo sudah masa panen, berarti dia harus memikul juga hasil panennya. Makanan??? dia hanya bawa beras, cabai, dan garam(kalo lagi ada uang dia beli mie instant).  Sama halnya seperti anaknya, disaat anak-anak lain di kota sana bisa sekolah dan bermain, sang anak harus menghabiskan hari-hari nya berdua bersama bapaknya di dalam hutan. Hari-hari yang harusnya diisi dengan teman-teman sebayanya, malah harus di habiskannya untuk menemani bapaknya di dalam hutan... Bisa saya bayangkan betapa menderita nya tubuh kecil nya itu bila di sengat lebah atau nyamuk hutan, kalian tahu kan gimana ganas dan sakitnya sengatan nyamuk hutan di banding nyamuk di kota??. Dan dinginnya di dalam hutan tentu pasti akan di alami oleh tubuh kecilnya tersebut...

Jujur, saya teringat film CJ7 yang sangat mengharukan. Saat saya membayangkan betapa sulitnya jalan hidup mereka, saya malu pernah mengeluh akan apa yang sudah saya dapatkan. Saat makan saya tinggal beli, mau pergi kemana-mana saya ga akan capek jalan, tinggal naik angkot. Jika saya ingat lagi banyak hal yang membuat saya mengeluh, dan itu benar-benar memalukan setelah mendengar kisah ini...

Sesaat mendengar cerita ini, yang saya pikirkan adalah "Kapan ada seorang dermawan kaya raya yang mau membantu perekonomian orang-orang seperti ini??". Andai saja bisa dipindahkan 1% kekayaan keluarga Bakrie kepada mereka paling tidak akan mengurangi kesulitan mereka. Pemerintah? yah, tidak banyak yang bisa di harapkan. Jujur, saya bangga dan salut dengan Gubernur Sumsel atas program "Sekolah dan Berobat Gratis" nya, saya menyaksikan sendiri orang-orang miskin di sekitar rumah saya di Palembang bisa berobat tanpa dipungut biaya. Tapi ini masih belum cukup untuk mengatasi kemiskinan dan kesengasaraan. Yah, semoga akan ada program lain yang bisa mensejahterakan rakyatnya..

Ada satu hal yang saya yakini. Semakin banyak kesakitan yang di alami oleh seseorang, maka akan membuat orang tersebut menjadi jauh lebih kuat. Bahkan pemimpin-pemimpin terkenal sepanjang masa adalah orang-orang yang memiliki cerita amat sangat menyedihkan dalam hidupnya. Sebut saja Nabi Muhammad SAW, Genghis Khan, Napoleon Bonaparte, Bung Karno, dll... yah kita akan merinding mendengar kisah perjuangan mereka hingga bisa menjadi seorang pemimpin besar. Satu doa yang saya haturkan kepada sang Anak, semoga kelak kau menjadi orang besar yang akan memperhatikan nasib orang-orang sepertimu.. 

Ada satu hal yang belum saya ceritakan dimana pada akhirnya saya menanyakan sesuatu pada orang yang menceritakan cerita ini kepada saya, "Kenapa warga desa kamu ga berinisiatif nolongin tuh keluarga sih??" Dan dia menjawab "Siapa yang mau menolong, kebanyakan warga disana nasib nya tidak jauh berbeda seperti itu..."

Percayalah, masih banyak cerita yang jauh lebih menyedihkan dari ini. Huuuhh, jika kelak saya di berikan harta berlebih oleh Tuhan, semoga saya tidak di lupakanNya pada orang-orang yang kesulitan...

23 Jun 2011

Sedikit asa.... create,forward and reply

CREATE lah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, FORWARD lah kebaikan orang lain, dan REPLY lah kebaikan orang lain...

Ya ya ya, tiap orang pastinya punya tujuan yang beda-beda.. begitu juga dengan saya.. Ada banyak hal yang ingin saya lakukan dan saya capai di dunia ini. Tapi setelah bisa menyelesaikan pendidikan D IV saya di STIS, ada beberapa hal yang sudah saya rencanakan dan ingin saya lakukan..



Membuat aplikasi yang bermanfaat

Hingga saat ini saya terus bercita-cita bisa membuat sebuah software yang bisa digunakan dan bermanfaat untuk orang banyak. Terinspirasi dari film-film seperti 3 idiot, beautiful mind, social network, dll .. Dimana mereka dapat menelurkan sesuatu yang berguna lewat ilmu mereka.. Yah, saya pun ingin dapat mengkonversi ilmu yang saya pelajari menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Itung-itung amal jariyah, hehe :D.. Sampai saat ini saya pun berharap skripsi saya kelak benar-benar bisa di implementasikan di BPS(tentu perlu usaha keras). Tapi bukan skripsi ini yang saya maksud "membuat aplikasi yang bermanfaat". Setelah lulus dari STIS dan Tuhan memberikan saya kesempatan dan kekuatan, saya ingin membuat sesuatu yang saya harap bisa bermanfaat.. Sebenarnya sudah lama hal ini ingin saya lakukan dan tersimpan di pikiran saya.. Hanya saja Tuhan lebih mengizinkan saya untuk fokus dahulu pada skripsi saya...
Semoga kelak bisa terwujud...


Membuat Buku

Salah satu cara terbaik menuntut ilmu adalah membagi ilmu anda.. Beberapa tahun saya belajar, saya sangat terbantu oleh orang-orang yang sudah bersedia meluangkan waktu mereka untuk memberikan ebook gratisan, posting di blog, dan aktif membantu di forum-forum. Saya pun berpikir ga ada salahnya jika saya forward kebaikan-kebaikan orang-orang tersebut. Dan dari sanalah terpikir di benak saya untuk membuat sebuah ebook yang saya harap dapat berguna untuk orang lain, tentunya setelah lulus. Tidak, ini bukan masalah "uang", saya tidak pernah berpikir untuk menawarkannya ke penerbit-penerbit.. saya sudah berniat untuk membagikannya FREE. Saya rasa ilmu yang bermanfaat jauh lebih berharga dari uang. Biarlah Tuhan yang mengatur perekonomian saya... Lagi pula saya yakin jika kita membagikan ilmu kita, tentu akan banyak orang yang bertanya, mengkritik, mengoreksi, menghina, dll yang saya yakin hal tersebut dapat menambah wawasan dan ilmu kita sendiri(saya sadar kok saya jauh dari sempurna).... Selain itu, lagi-lagi.... amal jariyah :D ....
Semoga bisa terwujud...

Brought My Mother to The Holy Land..

Cita-cita yang sudah saya benamkan di benak saya semenjak saya masih duduk di bangku SMP... dan saya rasa banyak orang yang memiliki cita-cita seperti ini... Yah, sebuah usaha kecil untuk me REPLY jasa-jasanya...

For Mom...

Sewaktu masih SD, ayah pergi kesana dan mengajak dirimu ikut serta..
Namun kau tolak karena anakmu yang masih kecil-kecil, dan kau lebih memilih nenek untuk ikut bersama ayah.. Walau akhirnya kau dan nenek tidak ikut keduanya...

Saat baru saja tamat SD, kau resmi menjadi single parent setelah ayah dipanggil Yang Maha Kuasa. Mulai SMP hingga sekarang, kau terlalu sibuk mengurus anak-anakmu dan Tanah Suci mungkin tak pernah lagi kau pikirkan...

Sekarang, semoga kelak akan ada kesempatan dari Tuhan untukku membawamu menunaikan ibadah mu di Tanah Suci... Amin...


Berkeluarga

Ga usah panjang lebar dibahas lah kalo masalah ini. Kalo udah ada pasangan yang pas dan mampu melaksanakan, kenapa harus di tunda-tunda lagi :D .

2 Jun 2011

Ketika sebuah kue menginjak harga diri

Sebuah cerita goblok yang udah terjadi 2 tahun yg lalu tapi tetep buat ngakak kalo di inget...

Pada tahu dengan LIQO?? Kurang lebih LIQO adalah kegiatan rohani yang di dalamnya terdiri dari beberapa orang yang berkumpul guna melakukan beberapa hal yang bertujuan untuk mendidik agama pesertanya. Nah, di kampus saya biasanya kegiatan ini akan di manage oleh seorang senior yang emang udah dipilih buat ngedidik adek tingkatnya ke jalan yang benar..

Suatu ketika kelompok liqo Jupri, Ilham, Kasman, Skyn, Darma, dan Amir di jadwalkan liqo. Seperti biasa, yang dateng liqo saat kelompok ini liqo biasa nya cuma sang kakak tingkat yg ngedidik+jupri seorang sebagai pasiennya. Saya ga munafik, emang godaan setan kadang sangat kuat buat nyuruh bolos ikut kegiatan ini. Biasa nya peserta yang ga ikut(bolos) liqo ngacir melarikan diri, ada yg ke warnet, ke kostan temen, dll. Pada suatu saat dimana kelompok Jupri liqo, si Jupri lagi-lagi jadi pasien satu-satunya yang hadir di kelompoknya. Teman-temannya yang lain ada yg ke warnet, ngungsi ke kostan temen, dan yang paling ekstrim ada satu orang yang nekat sembunyi di lantai atas,... yaitu Kasman. Karena sembunyi  di lantai atas yg pasti Kasman ga bisa turun+ga bisa berisik biar ga ketahuan sang pendidik kalo dia bolos. Dan perlu diketahui, biasanya sang pendidik membawa snack kalo liqo(umpan buat mahasiswa kere biar mau ikutan liqo). Satu jam, dua jam liqo berjalan dan kasman tetap bertapa di lantai atas, hingga akhirnya setelah beberapa lama Kasman sembunyi di atas, tiba-tiba Jupri memanggil Kasman dari lantai bawah:

"Kas, ni ada kue kas sisa liqo. Yuk makan..."

Mendengar tawaran kue "sisa" tsb Kasman mengira pastilah sang pendidik sudah pulang. Dengan tampang mupeng Kasman langsung lari dg semangat turun ke lantai bawah guna menyantap kue. Dan  ketika hampir sampai di bawah, betapa terkejutnya mas Kasman melihat sang pendidik masih belum pulang dan sedang asyik menyantap kue bersama Jupri!!!!

Kasman pun terasa disambar petir, karena ga tahan menanggung malu akibat ketahuan udah sembunyi di atas, mas Kasman pun memilih ngacir lagi balik ke lantai atas dan bersembunyi kembali. Dia bimbang, bingung, dan amat sangat gelisah... Sementara Kasman mau nangis menanggung malu, Jupri malah sibuk menahan ngakak melihat ekspresi Kasman. Karena sang pendidik masih ada di depannya, jadi sebisa mngkin dia menahan ledakan tawa ny..

Setelah sang pendidik pulang, Jupri pun tertawa dg lepas ny, sementara Kasman yang tadinya mau nangis, sekarang malah ikut tertawa terbahak-bahak mengingat kegeblekannya..

Pada hari itu, Kasman depresi berat, harga diri nya tercabik-cabik. Dan satu pelajaran yang dia ambil dari kejadian tersebut adalah "Jangan sembunyi di rumah kalo ga ikut liqo lagi".

22 Mei 2011

Andai Google mengerti yang kita mau...

Hahahaha..
Akhirnya setelah beberapa hari dirundung rasa takut, cemas, pusing, mentok, gelisah, dll akibat ga jalan-jalannya program yang saya bangun, pagi ini pun akhirnya menemukan sedikit titik terang yg amat sangat berarti... yah, cuma sedikit titik terang kok.. tapi itu sudah cukup untuk mengurangi beban yang saya pikul…

Beberapa hari sebelum hari ini adalah masa kegelapan bagi saya. Tiap bangun tidur, makan, istirahat, nonton TV, jalan ke kampus, dll yg kepikiran cuma hal ini aja. Gak tahu sudah berapa banyak caci maki yg keluar dari mulut ini imbas dari kekesalan atas gak bisanya saya pecahkan masalah ini. UTS pun terasa tinggal kenangan karena percuma saya belajar, ga bakalan bisa fokus dan masuk ke otak kok... Rasa penasaran dan gelisah saya sudah tertancap mati di bugs-bugs keparat ini..

Dan akhirnya setelah tadi subuh bangun dan shalat subuh, tak lupa saya bedoa pada Tuhan semoga Dia memberikan saya petunjuk dan kemudahan untuk menempuh jalan ini(yaelah, jalan kenangan kali...), saya lngsung hidupkan laptop saya dan googling.. Setelah kurang lebih 1 jam mencari dan akhirnya, jeng...jeng...jeng... Ketemu sebuah blog yg membahas permasalahan saya beserta solusinya. Dan saktinya  ini blog pake Bahasa Indonesia lagi... WTF!!! ngubek-ngubek web-web B.Inggris yang katanya bahasa dunia, tapi ga ketemu-ketemu. Lah sekarang malah nemu yg bahasa Indonesia... AARRGGGHHH!!! KENAPA OM GOOGLE??  Kenapa om ga ngarahin saya kesini sejak dulu om??? Kenapa om ga ngerti apa yang saya mau om?? Kenapa om terus-terusan maksa saya untuk index satu per satu link yang om kasih?? Kasih aja satu link ke saya tapi itu bener-bener yang saya mau om!!!  Andai mesin om dirancang bisa ngebaca hati dan memahami apa yang user mau… Pasti om udah ngalahin kengerian Apple dan Microsoft om.  andai…. andai… andai…

Tapi gapapa lah, dibalik kesulitan yang saya telan bertubi-tubi, ada banyak ilmu lain yang saya dapatkan buah dari kesasarnya saya akibat ulah om Google. Yah, ilmu yang sebenarnya tidak kita cari tapi kita dapat karena “The power of kepepet” manusia,. Hehe.. Okeh, akan saya nikmati saja semua persembahan rahasia Tuhan pada saya… Biar susah setengah mati, positive thinking selalu dengan rencana Tuhan.. Yah, hampir semua orang hebat di dunia ini jelas terbiasa menghadapi kesulitan yang bertubi-tubi bukan… Nikmati saja prosesnya.. Pasti banyak sisi positif yang bisa kita dapat.. Ga akan indah kan jika hidup hanya lahir-sekolah-kerja-berkeluarga-dan mati.. nikmati lah berbagai kesulitan dalam proses tersebut dari sisi positif nya dan petiklah hasil dari kesulitan tersebut dengan hati riang dan gembira karena setiap kita bisa melewati satu kesulitan, berarti kita sudah naik satu jenjang menuju pribadi yang lebih baik…  (malah ceramah)…  Tapi satu hal yang amat sangat saya syukuri, beruntung lah saya terlahir di zaman internet. Ga kebayang kalo saya terlahir di zaman Einstein, udah kerjaannya perang melulu, kalo skripsi saya mentok saya mau Tanya ke siapa??  

16 Mei 2011

zzzzzz....

Sekumpulan orang sedang ngantri di sebuah lift. Saat lift terbuka, ternyata tuh lift isinya penuh. Biar yg lagi ngantri bisa masuk, jelas yg di dalem lift harus keluar dulu dong..

Yah, seperti itulah kondisi otak saya beberapa hari ini.. Amat sangat bnyak isi(masalah) di dalamnya, tapi berhubung banyak yg ngantri buat masuk, terpaksa deh yg lagi di dalem..... im sorry good bye... ga ada space buat kalian.. saya harus menerapkan "teori tumpukan" disini...

UTS? taro di laci dlu..
Kompre? sementara ngikut-ngikut sok panik ajalah...
Tugas? hehe, untung lagi ga ada...
Keuangan? no comment
Penampilan? beuuhhh... dari sana ny udah ga bisa di apa-apain lagi..
Makan dan tidur? kalo yg ini mau ga mau harus ttep dpikirin, hehe...

Yah, saya tau kok ini salah... Ga seharusnya saya mengabaikan Ujian, kompre, dll.. toh itu semua penting buat diri saya sendiri... ada yang bilang "Semua ilmu itu penting", tapi saya bilang "Mending nguasain satu ilmu tapi dalem, daripada banyak tapi nanggung semua...". Pingin sih bisa kayak Ibnu Sina, jangkauan otaknya kemana-mana. Tapi sayang ku bukan dia, ku hanya mahasiswa biasa yg sering begadang tapi ga produktif. Bukan ga pernah saya coba untuk bisa kuasai semuanya, pernah saya lakukan dan hasilnya fatal.. Maka dari itu secara jujur saya katakan bahwa otak dan minat saya sudah memaksa saya buat mikirin satu hal,.. skripsi.... preeeeetttt (padahal emang ga ngerti statistik)...
Dan saat stress seperti ini melanda, beberapa hal yang kadang bisa menyejukkan sedikit suasana adalah membayangkan  :

- Naik Gunung/ke suatu tempat yg indah dan sunyi..

membayangkan nikmatnya di atas sana..

- Balik kampung
membayangkan aroma mpek-mpek...


- Kembali ke masa PKL
Betapa plong ny otakku saat itu(dluar kegiatan seksi)

- Wisuda, kawin, berkeluarga, mati dengan tenang, dan semoga masuk surga... Aamiin..


{{Sorry, no pict...}}



Sekian...
Terima kasih sudah mengunjungi postingan geje ini...

22 Apr 2011

Cantik..

.
Manja bersama ibunya

Apa lo liat2!!
Subuh-subuh udah sibuk sendiri main di tengah rumah dan bangunin orang. Pagi-pagi nonton sponge bob, mandi, sarapan, main, nangis, capek, tidur, dll... Tambah nakal dan aktif jelas.. Kalo ga dijagain, tiba-tiba udah ilang aja... Kadang kalo ga ada ibu ny bakalan rewel setengah mati... Lumayan nurut kalo udah dibacain dongeng yg ada di buku cerita, ato dikasih mainin HP... Kalo lagi nakal-nakalnya, rasanya pingin biar cepet tidur. Tapi kalo udah tidur, pasti pngin bangunin biar bisa di ajak main lagi...  Masih kangen nih... Haah.., rasanya pingin balik ke Palembang lagi...

20 Mar 2011

Menapak Puncak Lawu 3265 mdpl (jika kelak ada kesempatan, mari kita lakukan lagi)

Mulai dari salah bawa tiket KA, bertemu orang-orang sakti di KA, mobil carry L300 dg 20 penumpang + sopir n kernet,berjalan kaki dari Jatim ke Jateng, BAB di puncak gunung Lawu, ngesot ke Prambanan hingga akhirnya kembali lagi ke Jakarta... Sungguh petualangan yang sangat  menakjubkan.... Jika kelak diberikan lagi kesempatan, mari kita lakukan lagi...

Jakarta - Madiun - Magetan - Gunung Lawu - Puncak Lawu - Karanganyer - Solo - Yogyakarta - Prambanan - Jakarta...

Persiapan
Liburan telah tiba, asyik.. asyik..asyik... Hoosshh, tapi ga tau mau ngapain sewaktu liburan... liburan kerap kali hanya  dihabiskan dengan bengong jorok di rumah tanpa melakukan kegiatan apapun. Jadi sampah dan bangkai di kontrakan/kost-kostan adalah hal rutin yang terjadi saat liburan.. Dan akhirnya  keadaaan tersebut memaksa kami mencari alternatif liburan lain yang murah, menarik, dan penuh cerita. Dan mendaki puncak Lawu lah yang jadi pilihan kami...

Setelah ngajak temen sana sini akhirnya kami pun sepakat buat mendaki Lawu bersama-sama. Kami sendiri terdiri dari 8 orang yaitu: Kak Nasrul Saputra(kak poe), Kak Fathi, Mbak Nadliroh, Alfian May(ale), Irfan Azam(ipank), Mega, Rahmat, dan saya sendiri Sabit Huraira... Dengan modal tanya-tanya ke teman yang udah pernah naik ke Lawu dan modal googling, akhirnya kami matangkan rencana kami dan mari berangkat...

Kejutan di KA
Kami berangkat dari stasiun Jatinegara 7 orang(Mega nunggu di Madiun). Setelah kereta datang, kami langsung masuk dan mencari tempat duduk yang sudah tertera di karcis kereta kami. Setelah menemukan tempat duduknya, kami langsung membereskan tas gunung kami yang berukuran sebesar anak orang umur 5 tahun tersebut di kolong-kolong kursi kami. Kami pun mulai bersantai di atas KA yang sudah mulai berjalan tersebut. Lagi asyik-asyik nya ngobrol, si Irfan pun iseng melihat-lihat tiket kami dan tiba-tiba "Loh kok di karcisnya tanggal 14 Maret 2011 nih?" yang lain langsung pucet pasih, soalnya kami berangkat tanggal 15 Maret 2011. Busyet dah, ternyata pegawai stasiun salah ngasih tiket ke kami. Daripada ntar jadi msalah, kami pun langsung ngelaporin hal ini ke masinis kereta. Setelah dijelaskan dengan santainya masinis kereta bilang "Oh, yaudah gapapa. Tapi ga dapet tempat duduk" Whawhawhaaaaatttt.... Aseem, mau nangis rasanya. Akibat lalainya petugas karcis, 7 orang harus jadi korbannya dengan menahan mengerikannya KA ini kurang lebih 10 jam.. Yaudahla, nikmati saja...

Ini pertama kalinya saya naik KA ekonomi di Jawa. Tapi udah dikasih sambutan kayak gini. Kami semua awalnya berdiri di lorong-lorong, berharap ada yang mengasihani kami dan mau pepet-pepetan berbagi tempat duduk. Tapi kehidupan di kereta emang keras bung, "pikirkan lah dirimu sendiri sebelum kau memikirkan orang lain", begitulah moto di KA ekonomi ini.  Karena kecil kemungkinan bakalan dapet tempat duduk, akhirnya kami semua duduk lesehan ala warung makan sunda di perbatasan gerbong tepatnya di depan WC(kelas ekonomi --). Sumpah, biarpun di depan WC, tapi ini adalah tempat paling nyaman buat duduk lesehan di kereta. Kenapa? karena anda ga akan dilangkahin oleh pedagang.

Bertemu orang-orang sakti di KA
Kereta Api Ekonomi...
Saya sendiri lebih seneng menjuluki ni barang sebagai "Pasar Berjalan", "Pusat hiburan berjalan", atau "tempat berkumpulnya orang-orang sakti di Indonesia". Kenapa? mari kita bahas...
  •  Anda akan menemukan banyak jenis barang dagangan, mulai dari bermacam makanan dan minuman, bermacam pakaian dan aksesoris, mainan anak-anak, alat elektronik, kerajinan tangan, dll.. Kalo aja tu lorong-lorong KA bisa lewat kerbau, mungkin bisa jadi bakalan ada yang jualan kerbau..
  • Anda bisa menemukan banyak hiburan seperti pengamen yang bermacam jenis..
  • Pelayanan di KA 24 jam non stop..
Cerita cinta di KA ga sampe situ aja, saya sendiri bertemu dengan beberapa orang sakti di KA ini, berikut orang-orang sakti tersebut:
  • Waria yang mengamen dimana hampir semua lirik lagunya hanya berisi kata-kata "Crot", "Tekewer-kewer", "Geledek", dan "Kletok". Yang lebih parah ni waria suka menggoda penumpang laki-laki nya dengan memanggilnya "Gonzales" atau "Aryo", hah... untung ga nyolek. Bila tipe pengamen seperti ini datang, saya akan cepat-cepat memberikan uang kecil saya. Tidak lain dan tidak bukan biar tuh waria cepet kabur  :serem...
  • Ada tukang pijit yang ber "pantun ria" guna meyakinkan orang yang mau dipijit. Orang ini mengatakan "Sini aku pijit, ga pake duit". Wah, pijit gratis yak? Ambigu kan? yaiyalah, yang namanya mijit ntu ya pake tangan pak bukan duit...
  • Pedagang Sinonim, orang ini dagangnya minuman. Tapi uniknya cara dia menjajakan barangnya kayak bukan orang jualan, melainkan mirip guru bahasa Indonesia yang lagi ngajarin persamaan kata. Berikut kata-kata yang selalu dia ucapkan saat menjajakkan barangnya "Mas... ini air... air itu banyu mas... banyu nya yang besar.... besar itu gede mas...." ?????? lah terus sampean jualan apa pak?
  • Pedagang Super Alim. Berikut yel-yel nya saat jualan "Mas, ini senter mas... Mas.... Mas.... Mas... Masya Allah..." Gubrak!!!
Yah begitulah uniknya Indonesia ini, kadang saya ngerasa pemerintah emang sengaja mau membunuh kita pelan-pelan di kereta ekonomi seperti ini. Tapi di tempat seperti ini juga kita pasti lebih banyak belajar untuk bersyukur, menghargai, saling menolong, dan melihat kondisi banyak orang yang lebih menyedihkan dari kita. Saya sendiri merasa super duper kesel dilangkah-langkahin ratusan pedagang saat duduk  lesehan di kereta, rasanya mau saya tabokin tuh pedagang satu persatu, tapi ketika membayangkan betapa kerasnya usaha mereka berjuang menghidupi keluarga mereka dan diri mereka sendiri.. saya nggak bisa berkata apa-apa lagi... mau nangis rasanya kalo ngebayangin apa yang mereka rasakan... inilah cara mereka bertahan hidup... Jelas mereka sendiri nggak mau dagang capek-capek kayak gitu di kereta yang penuh sesak... Tapi keadaan memaksa mereka... Jika kelak Tuhan memberikan saya rezeki berlebih, semoga Tuhan terus mengingatkan saya akan orang-orang  yang ada di bawah saya... Amin...

Bermalam di Rumah Mega
Sekitar pukul 01.00 dini hari, kami pun tiba di Stasiun Madiun. Narsis dulu ah.....
Turun dari kereta, kami langsung ngacir ke Mushola buat shalat Magrib+Isya. Kami sendiri direncanakan akan dijemput oleh ortu Mega di stasiun tersebut. Keluar dari stasiun pun ada seorang bapak bertubuh besar dan tegap langsung tersenyum dan menyambut kami. Yak, itu adalah ayahnya Mega. Karena udah malem banget, kirain kami mau langsung berangkat capcus ke rumah Mega buat tidur. Eh.. ternyata ayahnya Mega nyuruh kami duduk di sebuah warung lesehan buat menikmati makanan khas Madiun, "Pecel Madiun".  Mendengar tawaran tsb, kami langsung  lirik-lirikan dengan senyuman ala setan karena seneng nih perut yang lapar bakalan diisi dengan makanan...  Dengan senyum sok-sok ga keenakan, kami pun mengatakan  "Waduh pak, jadi ngerepotin pak,... kami jadi ga enak.... huehuehue... (Dasar mahasiswa kere!!!)

Habis makan dan kenyang langsung ngacir ke rumah Mega di Magetan, sampe dsana ada Mega(yaiyalah) dan kami langsung bersiap untuk tidur. Karena ada TV, jadi sambil nonton bola MU vs Marseille walaupun akhirnya semuanya ketiduran akibat kelelahan berjuang di KA. Pagi-pagi bangun dan keluar menghirup udara segar Magetan yang masih amat sangat asri...
Kami sendiri rencana mau berangkat ke kaki gunung pukul 09.00 pagi, jelas biar dapet sunset dan sunrise di puncak gunung nanti. Tapi rencana tinggallah rencana, jam 08.00 baru pada pergi mandi, jam 09.00 baru sarapan. Jam 10.00 baru mau cari mobil sarteran buat ke kaki gunung. Dan akhirnya kami semua berangkat pada pukul 11.00, preeeet dah... kebiasaan mahasiswa lagi-lagi dibawa-bawa... Sangat perlu dikasih mata kuliah "Manajemen Waktu" bener-bener meleset jauh dari rencana....

Akhirnya mobil pun datang, lalu kami langsung berangkat... Berikut foto kami bersama ortu Mega dan sang sopir mobil sarteran yang "malu-malu"(buang muka)) saat difoto..(Mega yang foto, jadi doi ga ada dsana). Mobil tersebut lah yang bakalan mendatangkan cerita geblek saat perjalanan kami ke kaki gunung Lawu...


Mobil L300 dengan 22 orang di dalamnya
Mobil yang kami sarter tadi ternyata udah ga kuat buat nanjak ke atas kaki gunung, dengan santainya tuh sopir memindahkan kami ke mobil lain yang lebih layak kondisinya. Masalahnya di dalam mobil yang akan kami pindahi tadi uda ada penumpang anak SMP yang berjumlah 12 orang. Si sopir pun ngusirin tuh bocah-bocah SMP, tapi bocah SMP nya pada ga mau dan bersedia empot-empotan di mobil bersama kami. Yo wes lah, kami jadinya empot-empotan di dalam mobil. Bayangin cuy, tuh mobil ada 20 orang penumpang+sopir dan kernet. Ditambah lagi tas gunung kami yang seukuran dengan anak kecil umur 5 tahun? What the ****!! Sepanjang jalan cuma mau ketawa aja dengan kondisi ini, Kak Putra pun mengabadikan momen ini dengan merekam menggunakan HP nya.

Eh, tiba-tiba saat mobil kami melintasi sebuah halte dimana disana ada 2 cewek ABG lagi nungguin angkot. Tiba-tiba mobil kami berhenti, trus sang sopir teriak "ayo dek, naik yuk". GILA BENER NIH SOPIR, langsung deh semua anak SMP teriak "Udah penuh tauk bang, gila aja kalo mau dtambah lagi". Bang sopir cuma nyengir kuda, kikikikiki... Tapi sumpah, ga ada perasaan kesel sama keadaan ini. Kami semua ketawa sepanjang jalan, tambah lagi tampang sopir dan kernetnya yang kocak abis(keliatan banget orangnya suka ngelawak). Mana tuh sopir ngajakin saya ngobrol dengan bahasa Jawa lagi, saya cuma cengar-cengir aja dan bilang "Saya nggak ngerti bahasa Jawa bang.. hehe..."

Pendakian Dimulai
Akhirnya kami pun sampai di kaki gunung, sebelum naik kami shalat terlebih dahulu. Yang mau BAB atau BAK langsung ngeluarin sebanyak-banyaknya. Jangan sampe saat di atas gunung nanti baru nagih jatah tuh perut sama katung kemih. Setelah itu kami pun mulai naik...
Kami sendiri naik sekitar pukul 13.30. Tapi setelah beberapa jam berjalan ga tau kenapa kaki saya keram, kalo aja sendirian pasti saya udah berbalik badan dan turun ke bawah lagi menyerah karena udah keram ni kaki.. Yah, ngelihat mukanya temen-temen yang udah mupeng ama puncak,,, Tidak akan kuat rasanya kalo harus jadi penyebab gagalnya mereka sampai ke puncak.. Jadi saya tahan dan terus berjalan... Tau ga apa yang jadi bahan pembicaraan saat perjalanan? Tokai/kotoran manusia...  sangat efektif biar ga kelaperan di gunung.. Kami membahas hal tersebut karena menurut kami "jika anda ga buang benda tsb di bawah tadi, maka benda itu akan menambah berat bawaan anda saat naik gunung. Dan anda akan amat sangat kesulitan manakala anda ingin membuang benda tersebut saat di atas gunung..." Pembicaraan yang amat sangat tidak berbobot...
 
Bunga dan Cemara dimana-mana
 Haripun mulai gelap. Mataharipun perlahan-lahan mulai tenggelam. Hah, bener-bener indah di atas sini, dimana kita bisa melihat awan berada di bawah kita... jadi inget lagunya Ngariel Peter Pan "tempatku melihat, dibalik awan..."
Awan yang menyelimuti bukit dan gunung..
Dua wonder woman lagi mupeng pingin terbang..
Saat malam kami kedinginan, ga akan mempan menghalau dinginnya dengan hanya satu jaket. Ditengah jalan kami makan,  makannya di pinggir jurang dan dipenuhi dengan pepohonan tinggi.  Busyet dah, gimana kalo tiba-tiba ada setan ngedatengin kami buat mintak makan?? Setelah makan, kami lanjut jalan, lalu sampai di suatu rumah di puncak. Bener-bener salut deh ada satu keluarga yang tinggal di puncak kayak gini, sendirian lagi. Ngangkat beras, air, perabotan, dll... Gila bener.... Disana juga ada jualan makanan, dan kita bisa tidur disana.

Sunset dan Sunrise yang gagal
Sunset gagal gara-gara kami tiba di deket puncak kemaleman, jadi kami berencana buat sunrise aja lah di puncak. Tapi yang ada kami semua pada telat bangun, sehingga pada saat bangun ternyata matahari udah terang. Set dah.... kayak kebo semua nih orang tidur(termasuk saya, hehe).. Yaudah deh, mumpung matahari belum tinggi banget(baru 15 menit yg lewat sunrise nya), jadi kami langsung foto-foto aja deh... Setelah foto-foto kami masak dan sarapan. Abis ntu kami jalan ke puncak dengan semangat yang menggebu-gebu.. Makin naik ke atas nih kepala makin pusing aja karena kadar oksigen yang bener-bener makin tipis di atas sana. Tekanan udara yang masuk ke kuping pun bener-bener membuat tidak nyaman.. Setelah sekitar 15 menit mendaki, akhirnya sesuatu yang kami nanti-nantikan pun muncul....

Puncak...
Akhirnya sampe di puncak Gunung Lawu...
Asal anda tahu, saat di puncak 2 orang di antara kami udah kebelet mau BAB. Karena ga mungkin ditahan sampe kaki gunung, yah terpaksa mereka melakukan hal tersebut di dekat puncak gunung(tentu di tempat yang udah disiapkan).

Suara Harimau Atau Babi Hutan?
Setelah puas menikmati puncak, kami mencari sumber air untuk minum. Trus kami makan, shalat zuhur, dan turun gunung. Saat turun bener-bener lancar, malahan kami setengah lari-lari saat turun gunung.. pemandangannya pun bagus bener. Banyak hamparan tanaman edelweis, tapi sayang lagi nggak musim berbunga...  Sedang asyik-asyiknya kami jalan buat turun gunung tiiba-tiba gerimis .. Kami masih aja lanjut, soalnya masih tergolong gerimis kecil... Tapi lama kelamaan makin lebat dan kamipun memutuskan buat pake ponco biar ga kebasahan... Ampun deh,,, Gak bisa lari lagi, tanah licin nya minta ampun, dan kalo anda kepeleset, ga menutup kemungkinan anda akan masuk ke jurang... jeng..jeng..jeng... Kaki pun mulai kecut dan sakit kalo nginjek tanah. Mana kabut tebel bener, kayak film-film horor aja suasana ini jadinya....
Waktu menunjukkan pukul 18.30, harusnya setengah jam lagi kami akan sampe di bawah. Saat itu udah gelap, saya dan Rahmat waktu itu jalan di depan, sementara temen-temen yang lain berjarak sekitar 20 meter di belakang saya. Tiba-tiba "AAAARRRRGGGGHHHHH!!!" bunyi raungan binatang buas. Rahmat yang ada di depan saya langsung berhenti dan diam, saya sendiri menanyakan "apa itu mat?"(kali aja Rahmat sempet ngeliat). Sumpah, itu ga mungkin suara anjing hutan. Suara seperti itu cuma bisa dihasilkan oleh binatang seberat minimal 50kg dan pastinya binatang yang agresif. Tu suara mirip banget dengen suara harimau yang pernah saya denger di TV. Sumpah, kalo itu harimau beneran, saya ga akan sanggup lari dengan kondisi kaki  yang udah kayak mau patah akibat capek mendaki. Saya berencana akan melawan walau saya yakin pasti mati di maem ntu harimau. Dan kalo itu emang harimau, saya yakin kami semua bakalan koid di maem.. Rahmat dan saya  pun uda gemeteran. Dari kami berdua cuma saya yang pegang senter. Mana senternya putih lagi, jadi ga tembus kabut. Saya terus berusaha menyinari arah suara itu, siapa tahu tiba-tiba tuh binatang nyerang, jadi kami bisa cepet-cepet menghindar. Tiba-tiba dari arah suara tersebut terdengar suara binatang lari ke arah menjauhi kami, dan akhirnya hilang. Setelah uda tenang dan memastikan binatang itu kabur, kamipun lanjut turun ke bawah, kami terus turun ke kaki gunung dan akhirnya sampai ke tujuan....  Alhamdulillah...

Berjalan dari Jatim ke Jateng
Hehe, saya nggak bohong kok. Kami bener-bener berjalan kaki dari Jawa Timur ke Jawa Tengah. Jelaslah, Gunung Lawu sendiri terletak di antara dua Provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.. Tepatnya Magetan dan Karanganyar.. Berikut foto tugu perbatasan antara kedua kabupaten tersebut...
Om Didi Kempot, kenapa harus Stasiun Balapan??
Kami menginap sehari di kaki Gunung Lawu, lalu paginya kami shalat, makan, mandi, dll. Ternyata di bawah ketemu keluarga raja Surakarta, doi pun cerita tentang Gunung Lawu. Ternyata tempat-tempat yang kami lewati tadi banyak yang angker. Dan alasan kenapa Gunung Lawu rame saat bulan syuro adalah karena pada bulan itu Raja Surakarta dan istri beserta pengawal-pengawalnya akan naik ke atas gunung.  

Setelah bersantai-santai di kaki gunung kami melanjutkan perjalanan kami. Kami ke solo naik mobil sarteran, ternyata tuh sopir adalah mantar TIM SAR di gunung Lawu, jadi dia cerita banyak tentang tragedi-tragedi yang pernah terjadi di Gunung tsb. Mulai dari cerita mitos-mitos, kematian yang pernah terjadi disana, hingga pengalaman pribadinya di gunung tersebut.. Serulah pokoknya ceritanya.. Tak lupa kami menanyakan masalah suara binatang buas sebelumnya, sang bapak pun menjawab kalo tidak tertutup kemungkinan ada harimau disana, tapi harimau itu ga akan nyerang manusia katanya. Dia malah lari kalo liat orang. Tapi kemungkinan besar, itu adalah suara babi hutan...

Akhirnya mobil kami sampai di Solo, tepatnya di sebuah stasiun KA yang terkenal lewat sebuah tembang dari penyanyi Jawa dengan rambut panjang dan keris selalu menempel di pinggangnya. Ni lagu juga sering dinyanyiin Parto di OVJ buat jadi bahan lawakan loh...Yah, apalagi coba kalo bukan "STASIUN BALAPAN..." dari om Didi Kempot...

"Ning stasiun Balapan, Kuta Solo sing dadi kenangan, Kowe karo aku, Naliko ngeter’ke lungamu.
Ning stasiun Balapan, Rasane koyo wong kelangan, Kuwe ninggal aku, Ra kroso nitis eluh ning pipiku.
Daah … dadah sayang …,  Daah … selamat jalan …
Janji lungo mung sedelo, Jare sewulan ra ana, Pamitmu naliko semono, Ning stasiun Balapan Solo
Jare lungo mung sedelo, Malah tanpa kirim warto, Lali apa pancen ngelali, Yen eling mbok enggal bali."
Sepanjang stasiun balapan, saya terus nyanyiin lagu ini(padahal cuma tahu 3 kata di awal lagu doang). Tapi yang masih saya penasaran, apa sih istimewanya stasiun ini bagi om Didi Kempot sampe-sampe dibuatin lagu?

Go To Prambanan

Dari Solo kami ke Yogyakarta, kami sampe jam 13.00 di Yogyakarta tepatnya di stasiun Lempuyangan..  Temen-temen semua pada mandi di statsiun ini. Selain karena gratis, toiletnya bener-bener bersih . Toilet kontrakan saya pun kalah bersih sama toilet stasiun ini. Lalu kami shalat. Setelah shalat kami mau beli tiket ke Jakarta, ternyata baru bisa dipesen nanti malem jam 18.30. Yaudah, daripada nunggu disini sambil bengong-bengong, mending kami jalan-jalan aja ke Prambanan... Sekalian keliling Yogyakarta naik buswaynya Yogya, 

Ternyata ga bohong yak kalo Yogyakarta itu tertib orang-orang nya.. Nuansa budaya nya pun kental banget terasa... Gedung tinggi pun jarang saya temuin dan ni kota emang bersih... Setelah sekitar 1 jam di busway, akhirnya sampe juga di Prambanan...
Biarpun 7 orang, kami bukan SM*SH
Bye bye Prambanan....

Setelah asyik foto-foto di Prambanan, kami kembali ke stasiun jam 18.00. Sampe di stasiun pukul 19.30. Shalat dan akhirnya naik kereta kembali ke Jakarta.... 

Budget
Berikut rincian biaya perjalanan kami:
Kereta PP                                  : Rp. 75000
Sater mobil Ke Gunung Lawu     : Rp. 15.000
Masuk Lawu                              : Rp.   6.000
Sarter Mobil dari Lawu ke Solo  : Rp. 20.000
KA Solo-Yogya                         : Rp.   9.000
Busway ke Prambanan PP          : Rp.   6.000
Masuk Prambanan                      : Rp. 20.000
Konsumsi+WC                           : Rp. 49.000
Totalnya Rp. 200.000...
Asumsikan disana beli oleh-oleh/keperluan tak terduga Rp. 50.000 jadi totalnya Rp. 250.000


Akhir Kata
 

 Terima Kasih kepada : Allah swt, Emak(udah ngasih izin), Ayuk Lia Amelia(udah nyokong dana), keluarga, Marlina, Kak Wahyu, Fajar, GPA Cheby STIS, Mega dan keluarga,  temen-temen kaskuser http://www.kaskus.us/ atas sharing pengalamannya, beserta semua pihak yang sudah mendukung terjadinya kesempatan  ini....


Jadi inget omongan seorang dosen matkul SIM(Sistem Informasi Manajemen) : "Alam adalah suatu sistem paling sempurna yang ada di dunia."

So jangan merusak sistem yak...

15 Mar 2011

Profesi ini bikin mupeng aja...

Ada uang, maka lakukan apa yang kau suka. Tak ada uang, maka sukai apa yang kau lakukan. Tentu tak tertutup peluang tak ada uang dan lakukan yang kau suka, hehe... Sampai saat ini selain menjadi PNS, profesi lain yang terbayang di pikiran saya sendiri ya paling buka usaha  atau jadi freelancer. Tapi ada juga beberapa profesi yang bener-bener bikin mupeng..


Pembawa Acara Wisata Kuliner

Lidah dan perut jelas jadi modal utama. Kemampuan menganalisis racikan suatu masakan sangat diperlukan, enak? asin? manis? gurih? cukup gak kecapnya? nyam... nyam... nyam... Dasar acara racun, tiap nonton pasti langsung berhalusinasi. Apalagi ketika pembawa acaranya bilang "MAKNYUUUS". Acara-acara seperti ini sendiri udah saya kategorikan ke dalam acara-acara yang menyiksa tubuh setelah OVJ. Alasannya karena dia juga menyiksa perut, perasaan, dan dapat mengobrak-abrik emosi.. Tapi profesi ini benar-benar bisa membuat saya khilaf dan pengen berat. Memiliki profesi ini, selain baik untuk kesehatan karena bisa memenuhi asupan gizi, sering jalan-jalan, dan yang pasti "Gratis"..

Pembawa Acara Backpacker

Selalu mupeng tiap nonton backpacker di salah satu stasiun TV. Menjelajah Thailand, Kamboja, merasakan mencekamnya Lebanon, dll... Yang jelas harus siap fisik dan mental, kerjanya jelas capek. Karena emang bener-bener menerapkan prinsip "HEMAT" , jadi ga bisa menikmati fasilitas-fasilitas mewah. Tapi yang bikin mupeng adalah keliling dunianya. Kapan lagi coba bisa muter-muter planet bumi, gratis dan digaji, hehehe... Bahasa Inggris pastinya jadi syarat mutlak, yaiyalah... Kalo gak bisa-bisa bengong jorok doang di negara orang. Bahkan udah beberapa kali baca blognya para backpacker, mereka mengatakan kalo bahasa Inggris sendiri kadang ga membantu saat kita berada di wilayah Cina/Timur Tengah, lah orang tulisannya aja uda beda gitu, jelas nama jalan, toko, label harga, dll ditulis dalam tulisan versinya mereka.. ya jadi, kalo bisa bahasa lain juga pasti diperlukan.. Sebenarnya ada juga acara bertualang yang lingkupnya Nusantara, tapi cerita petualangan laskar pelangi seri "Edensor" sudah teramat meracuni pikiran saya untuk menjelajah dunia. Ada juga mancing mania yang kelihatannya sangat menyenangkan, tapi keadaan tubuh yang ga bisa berenang mengubur dalam niat saya akan hal ini...

Salah satu hal yang menarik adalah kisahnya "Arai dan Ikal" saat menjelajah Eropa, Afrika, dan Rusia. Lalu beberapa film yang menceritakan beberapa anak muda yang terpaksa menjelajah Eropa dengan biaya minim  yaitu "Euro Trip". Ada juga versi nusantara nya yaitu "Punk In Love" yang menjelajah pulau Jawa dengan cara estafet dan budget yang sekarat abis. Yang menyenangkan adalah saat mereka menjelajah ke berbagai negara, bertemu bermacam-macam bangsa, memahami banyak kebudayaan, dan menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan...

Pernah seorang kakek veteran pelaut yang mengaku pernah berlaut keliling dunia mengatakan kepada saya "Jika kelak kau punya rezeki dan kesempatan, cobalah datang ke Swiss saat musim dingin". Dan sampai sekarang pun saya masih penasaran akan cerita sang kakek akan takjubnya dia di tempat itu... Hoossshh...


Pemain Bola

Gak hanya pemain bola sih, tapi semua atlet. Yah yang namanya pemain bola, jelaslah pasti suka main bola. Begitu juga atlet lain...Dan anda semua pasti mengerti lah kenapa profesi ini bikin mupeng.. Lakukan yang anda suka, dan kami akan membayar anda...

===============================================================

Btw, just kidding,,,,
Silahkan buat versi anda sendiri... artis, pengusaha, penyanyi, seniman, presiden? terserah anda... hehe...