8 Mar 2013

Mungkin Saya Butuh Itu..

Begitu ternyata rasanya ketika benar-benar tak ada daya dan upaya..  Makin tahu betapa lemahnya diri ini... dan seperti itulah rasanya ketika kematian sangat dekat..  Entahlah, melihat kondisi mobil yang hancur lebur dan kami semua selamat dan tak ada yang luka parah, Tuhan secara langsung telah memberikan sesuatu yang saya butuhkan.. Teguran di saat tak ada yang menegur saya ketika semakin jauh darinya...



Hari itu tepatnya tanggal 4 Maret 2013, pukul 03.00 subuh saya sudah sibuk mandi, sarapan dan menyiapkan segala sesuatu untuk ke kota dimana kantor saya berada. Saya sendiri tinggal di Palembang dan kantor saya di kota Martapura tepatnya kabupaten OKU Timur yang jika di tempuh dengan kendaraan bisa mencapai 5 jam perjalanan.

Hari itu saya berangkat bersama orang kantor berjumlah 5 orang, 3 laki-laki dan 2 perempuan dengan menggunakan mobil dinas kantor. Saat itu saya duduk di belakang sendirian, karena ingin tidur dalam perjalanan saya letakkan tas-tas di kiri kanan saya agar bisa jadi sandaran saat tidur. Selama perjalanan saya tertidur hingga sekitar pukul 6.30 saya terbangun dan nggak tahu juga kenapa ga ngantuk lagi, biasanya kalo udah tidur di mobil pasti ngantuknya akan berlanjut hingga sampe ke tujuan. Saat itu saya ingat saya mencari sabuk pengaman, tetapi di mobil ini ternyata tidak ada sabuk pengamannya pada bagian belakang..

Nggak lama kemudian gerimis pun datang, jalanan menjadi basah dan licin. Mobil kami sendiri dikendarai dengan ngebut. Tiba-tiba pada suatu tempat, ada mobil yang berlawanan arah dengan kami menghindari lubang. Karena sangat tiba-tiba mobil kami langsung menghindari mobil tersebut dan akibat manuver yang terlalu mendadak dan tidak stabil, ditambah kondisi jalan yang licin, mobil kami tidak terkendali. Hingga saat ini saya ingat persis detail kejadian, dimana saat itu mobil kami membanting ke kiri lalu membanting balik ke kanan dengan tujuan kembali ke lintasan. Tapi ketika membanting ke kanan, mobil tak sanggup berhenti, sehingga walau mobil tidak melaju lagi tetapi mobil tergelincir ke bagian kiri kami. Saat itu, saya perkirakan mobil ini akan menabrak pagar dan semak-semak yang ada di pinggir jalan.. Tapi Tuhan berkata lain, saking kuatnya gelinciran mobil, mobil tiba-tiba terbang terbalik dan berputar menghantam pagar hingga hancur.. Saya sudah tidak bisa menyaksikan apa-apa lagi saat itu, hanya putaran mobil yang begitu cepat terasa.. Beberapa saat kemudian mobil pun berhenti berputar, saya melihat sekitar dan yang saya pikirkan saat itu hanya "apakah saya masih sadar?". Sudah memastikan saya sadar, saya lihat teman-teman di mobil dan semuanya juga sadar. Lalu saya lihat tubuh saya, apakah ada darah ternyata tidak ada. Tapi pinggang saya saat itu terasa super sakit karena terbentur. Kemudian warga datang dan menolong kami..

Alhamdulillah warga disana sangat baik dan menolong kami. Saat itu saya sudah tak sanggup meloncat dari mobil sehingga di tarik dan dibopong oleh warga. Keluar dari mobil saya melihat seberapa parah kondisi mobil kami.. God, ini benar-benar parah dan bagian belakang tempat saya duduk tadi pun paling parah.. Saya pun kadang tak percaya berada disana tapi sekarang tidak mengalami luka parah... Ketika posisi berdiri, mata saya berkunang-kunang. Sedikit lagi saya tak bisa melihat, dan saya katakan pada 2 orang bapak yang memopong saya "saya sebentar lagi pingsan pak..". Mungkin karena saya pernah pingsan, jadi saya tahu bagaimana gejala sebelum pingsan. Saya saat itu hanya dapat melihat bayang-bayang saja, terus terang tubuh saya tidak lemas. Saya masih merespon dengan baik ketika berbicara, tapi mungkin benturan yang saya alami membuat saya hilang sebagian kesadaran saya.. Untungnya saya cepat didudukkan di sebuah kursi dan diberikan minum teh hangat, sehingga mata yang tadi tidak bisa melihat lagi kembali terang dapat melihat kembali.

Teman-teman wanita saya menangis, apalagi salah satunya sudah memiliki anak yang masih kecil dan menangis teringat sang buah hati bila harus ditinggal ibunya. Saya sendiri tidak menangis, biasanya dalam kondisi seperti ini, saya lebih senang memaksakan diri untuk tertawa-tawa agar tidak membuat kepanikan pada orang lain. Tapi saat itu, saya tidak bisa memaksakan diri untuk tertawa banyak karena menahan sakit. Terus terang, saya adalah penganut teori "Tuhan pasti memberikan yang terbaik". Sehingga saya tak perduli mau seperti apa saya, mau di tarik dari dunia, mau dibuat cacat, mau apa saja pokoknya saya yakin itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada saya. 

Sepanjang hari itu, pengaruh shock karena melihat dekat kematian, isi kepala saya memikirkan kembali memori-memori hidup saya semenjak saya kecil hingga saat ini.. Saya teringat ketika kecil ibu saya membuatkan dot yang diisi teh kepada saya, ketika ibu saya mengejar saya dengan sapu karena kenakalan saya, ketika setiap subuh ayah saya mengajak saya ke masjid untuk shalat subuh dan mengaji, ketika saya tertidur di motor di bonceng ayah saya, ketika ibu menciumi saya saat saya lulus SD dg nilai memuaskan, ketika membeli baju baru untuk berlebaran dengan ayah dan ibu saya, ketika ibu memeluk kami semua di rumah sakit sambil menyaksikan ayah saya yang sedang koma dan dia berkata sambil menangis tersedu-sedu "Nak, apapun yang terjadi kalian harus siap ya.. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik", ketika ayah saya meninggal dunia, ketika saya membuat ibu saya menangis, ketika berkelahi dengan saudara-saudara saya, ketika pernikahan kakak saya, ketika kelahiran anak kakak saya, bermain dengan keponakan saya, momen-momen bersama teman saya, dan lain lain..

Entahlah, jika memang Tuhan ingin menarik saya, saya hanya akan meyakini jika itu adalah yang terbaik baik untuk saya dan orang-orang di sekitar saya. Saya hanya berharap agar Dia menjaga dan membahagiakan ibu saya.. Tapi Dia tidak melakukannya, mungkin masih banyak yang dia minta perbaiki dari diri saya di Dunia ini.. mungkin juga masih banyak tanggung jawab yang harus saya lakukan di dunia ini.. dan sesaat saya berpikir, yah.. saya butuh teguran semacam ini disaat tak ada yang mengingatkan saya bahwa saya semakin jauh dengan-Nya...

25 Des 2012

Kenangan..

Sedikit, eh banyak foto-foto kenangan semasa 5 tahun di jakarta bersama teman-teman saya...

Teman-teman tingkat 1.


Teman-teman satu kontrakan al-kahfi.. 4 tahun lebih hidup satu atap.. Berantem, main PES, CS smaleman, main futsal, antri mandi, udah jadi sarapan sehari-hari kami bersama...
 
Masih labil-labil nya..


Teman-teman lintas alam saat tingkat 1, "Bambu Angker" 





Teman-teman Pendakian Gunung Gede dimana ini adalah pertama kalinya saya mendaki gunung dan menikmati keindahan dan kebesaran Tuhan..


Makan-makan...



Teman-teman KS tingkat 2, bersatu untuk lebih mendalami ilmu komputasi walaupun banyak juga yang terpaksa masuk jurusan ini..


 Teman-teman KS tingkat 3, semakin akrab sama temen-temen KS karena walaupun beda kelas masalah tugas, kegiatan, dan lain-lain tetep sama.. Jadi ngerjain nya selalu barengan atau dengan kata lain copy paste..

Walau yang juara kelas KS yang saudaranya, tapi tetep ngikut foto karena ngerasa KS semuanya satu..



Bersama Almarhum pak Edi saat beliau terakhir kali mengajar di tingkat 3 dulu. Salah satu dosen super jenius dan luar biasa yang selalu kami nanti-nantikan kuliahnya...
 


Teman-teman PKL 49, Tim 15 Musi Banyuasin. Bareng Rudy dan Mardiah melewati berbagai tantangan alam demi mendapatkan data.. Seneng bisa dapet satu tim bareng mereka..


Teman-teman KS tingkat 4, mulai merasakan yang namanya skripsi yang harus memaksa kami selalu bersama untuk coding, writing dan printing...


Apa yang selalu kami lakukan ketika dosen belum datang / kelas lagi kosong.


Masa-masa ketika mendekati wisuda..

 
Buka bersama temen-teman KS..

Teman-teman Pendakian Gunung Lawu. Pengalaman kedua mendaki gunung Lawu, Gunung yang sangat indah dan kabarnya menyimpan banyak mistis (kata nya). Dan disini juga banyak sekali dapet pengalaman menarik bareng temen-temen saya...



 

Ngantri Lift Saat di Kampus. Suasana yang selalu terjadi di kampus saya ketika pergantian jam kuliah. Biasanya kalo udah kelewat panjang antriannya, saya lebih memilih naik tangga sampe lantai 6 atau 7..

 
 
Teman-teman dari Sumatera Selatan "KEMASS". Saudara-saudara saya satu daerah..





Teman-teman magang di Statcap Cerdas

 


Teman-teman Pendakian Gunung Cikurai



Teman-teman magang di Diseminasi Statistik
 





Teman-teman Prajabatan



NB : Jika ada yang tidak berkenan atas foto-foto yang saya post, silahkan hubungi saya di sabitzhabit@gmail.com agar foto nya segera saya hapus..

21 Des 2012

Prajab, Kapankah Kita Akan Berkumpul lagi ?

Mulai dari lelah, ngantuk di kelas, bangun subuh untuk rebutan absen, apel apel dan apel, hingga ujian dan HER.. tapi semuanya terasa indah karena kami selalu bersama... Ketika menatap teman-teman saya, hati ini berkata "inilah orang terbaik yang telah diseleksi Tuhan mengisi kehidupan saya dalam 5 tahun ini dan yah.. terima kasih Tuhan..."

 

Satu tahun sudah menjadi korban moratomaritium.. Bersama-sama satu angkatan seperjuangan, kami merasakan pahitnya bertahan hidup di kota Jakarta... Setiap pagi dan sore merasakan ganasnya lalu lintas ibukota hanya demi sesuap nasi.. tapi ya sudahlah.. tak ada gunanya kami marah, mengeluh pun kami sudah lelah.. cukup pasrah, jalani saja dan rawat baik-baik jantung ini dengan cara bersabar dan berdoa.. (lagi waras nih saya..). Kenapa saya pasrah? Karena ga akan ada yang mau denger, wong demo turun ke lapangan ribuan orang aja ga ada yang denger...

Dan saat khusuk-khusuk nya menikmati penderitaan dan darah yang mengalir tetes demi tetes ini, datanglah pengumuman prajabatan yang kebangetan mendadaknya.. Satu angkatan ini pun kembali galau dan lunglai.. Karena kebanyakan sudah punya rencana masing-masing di bulan desember ini.. Walau pada akhirnya mau ga mau harus nurut dan manut kalo masih mau di angkat..

Berbeda dengan prajab yang ada sebelumnya, kali ini prajabatan yang dilaksanakan sedikit berbeda. Karena jumlah angkatan kami yang banyak sedangkan gedung pusdiklat BPS ga sanggup menampung kami semua, maka sebagian dari kami harus melakukan prajab di suatu wisma di sekitaran daerah Depok. Kebetulan saya pun termasuk dalam peserta yang melakukan prajab di wisma tersebut.  Wisma yang kami huni cukup jauh dari keramaian.. pertama di antar kesana pun kami bertanya-tanya, "ini mau di anter ke wisma apa lokasi uji nyali sih?" Karena terus terang saat itu kami masuk ke dalam sebuah tempat yang di kiri kanan ku lihat saja banyak rawa dan semak-semak. Hingga akhirnya setelah berjalan cukup jauh, kami pun sampai di sebuah wisma yang.. lumayanlah.. dan senengnya pertama kali ngelihat kayak nya udara disini enak karena jauh dari kota. Selain itu banyak nya pepohonan membuat hati terasa sejuk inget suasana ketika mendaki gunung Lawu saat kuliah dulu. Tetapi,,,,, benarlah pepatah yang mengatakan "DONT JUDGE A BOOK BY ITS COVER", huehuehuehue.... Walau sekilas terlihat lumayan, di hari pertama terjadi banyak musibah yang menimpa kami. Ada yang WC nya ada cacing lah, di bawah ranjangnya ada kucing beranak lah, yang ranjang nya gatel-gatel lah setelah di tiduri sampe bentol-bentol merah, seprei nya ada darah yang udah jadi kerak lah, dan lain-lain..  Fuuucck... Dalam hati berkata "Tuhan, beritahukan kepada hamba, Ini sebenernya tempat apa sih Tuhan?" kok saya jadi inget film SAW nih.. dan tinggal tunggu satu persatu dari kami di pretelin anggota tubuhnya...

Yak seperti itulah, malam pertama berlangsung dengan dipenuhi blunder dari wisma yang kami tempati. Walau akhirnya pihak wisma kemudian memperbaiki semua kesalahan dari mereka dan tempat ini pun menjadi lebih nyaman kembali. Walau di hari pertama banyak yang galau dan kecewa, senengnya saya dapet kamar yang tepat di depan nya adalah tempat ngumpul-ngumpul para cowok-cowok dimana disana adalah tempat nonton TV, ngobrol-ngobrol, jemuran, maen gaplek, dan lain-lain.. Jadi ga usah jauh-jauh kalo pengen maen.. Hari kedua kondisi wisma sudah di perbaiki dan semakin nyaman di tempati. Tetapi  kaum adam harus rela tukeran kamar sama kaum hawa dikarenakan para kaum hawa udah mupeng banget dengan cermin dan kamar mandi yang guuueeddeee buat mempercantik diri mereka.. hehe.. yaudah, gapapalah kami rela saja. Kalo mereka cakep kan para cowok juga yang seneng dan semangat belajar biar bisa belajar bareng sama mereka.. huehuehue...

Hari-hari pun berlalu, jujur semakin hari saya semakin betah dengan suasana ini. Wisma ini makin hari makin indah aja perasaan.. entah karena emang wisma nya yang makin enak, apa karena setiap hari kumpul bareng temen-teman.. Saya terus terang mau kok kalo di tambahin 1 bulan gitu disana(asal bareng temen-teman yang lain).. Baju dicuciin, makan gratis (walau tiap hari makan itu-itu aja), subuh udah balapan absen sama temen satu angkatan, senam sehat, baris-berbaris ngakak, belajar hingga magrib, dan malem nya ngumpul lagi sama temen-teman seperjuangan.. Semakin hari saya semakin nyaman ada di sekitar teman-teman saya..

Kegiatan kami selama prajab adalah setiap jam 5 subuh kami sudah bangun dan siap-siap untuk cepet-cepetan dapet absen paling pertama demi menyandang predikat sebagai "Peserta Prajab Terbaik". Walau banyak juga yang melakukan ini hanya untuk "yang penting lulus" aja. Setelah itu kalo ga senam bareng instruktur yang udah punya 3 cucu, kami bakalan latihan baris berbaris bareng dua orang yang selalu menebarkan senyum di saat fajar yang mengantukkan. Mulai dari jam 8 hinga jam 6 kami pun belajar bersama. Setelah isya, kami kumpul-kumpul menikmati indahnya silaturahmi di antara kami. Dan jam 10 malam ke atas, di halaman / taman-taman wisma akan di temui para cowok sangar yang lagi kasmaran nelpon pasangannya masing-masing. Bukan karena hoby main di semak-semak, tapi di kamar para cowok sangat sulit sinyal.. dan koloni kaum kasmaran ini sering kami juluki "Para Pencari Sinyal", termasuk saya.



Instruktur

Dalam setiap prajab, tentu ga pernah lepas dari yang namanya pendidik kami atau instruktur. Pada prajab ini juga kami menemukan beberapa instruktur yang pintar, kocak, uniq, dan luar biasa.

- Ada instruktur senam yang udah jadi nenek dimana punya beberapa anak dan beberapa cucu, tapi herannya tenaga nya masih kuat aja menggoyangkan badannya padahal para cowok-cowok yang kere dan buncit-buncit ini udah pada ngos-ngosan ketika melakukan beberapa gerakan. Sehingga susah dibedain mereka lagi senam atau ngelamun jorok di lapangan..



- Ada juga instruktur baris-berbaris yang menurut kami sangat kocak. Mereka adalah security di salah satu unit kerja BPS dan yah... kami beruntung dilatih oleh mereka.. bukan oleh polisi beneran.. Pernah dilatih oleh polisi beneran, bukannya latihan baris berbaris malah latihan berdiri mematung mendengarkan ceramah doi yang buat kaki pegel ga ketolongan. Selain itu waktu makan dan mandi kami dipotong 15 menit cuy untuk dengerin filosofi doi..

- Ada pengajar yang super jenius dimana hanya Tuhan dan dia lah yang tahu apa yang ada di kepalanya..


- Ada juga pengajar yang sangat memotivasi kami dan dapat menyampaikan pesan-pesan yang baik untuk kami

 Yah, pokoke banyak lah pelajaran berharga yang saya dapatkan dalam prajab ini...

 Pengalaman Unik

- Temen saya Si Chandra demi mengejar absen no 1 pada suatu apel, dia merelakan seluruh hidupnya termasuk penuh luka di badannya karena mau koprol di tangga. Jika hanya untuk absen dia seperti itu, apa yang akan direlakannya untuk negara ini kelak? i dont know... lets see...



- Suatu malam para cowok bermain futsal di luar area wisma (program mengurangi kebuncitan), dan sialnya malam itu ada apel malam dadakan dari penyelenggara dan semua dari kami harus di eksekusi ga dapet absen... nasib.. nasib..


- Setiap malam para cowok akan membentuk beberapa sekte, sekte UNO, sekte GAPLE, sekte PES, sekte TENIS MEJA, dan sekte PARA PENCARI SINYAL. Saya sendiri aktif bergabung di sekte GAPLE dan sekte PARA PENCARI SINYAL..


Perpisahan

Alhamdulillah pihak penyelenggara cukup asyik dan tidak kaku. Hingga akhir prajab ini pun berjalan dengan baik.. Tapi ketika akan penutupan, betapa kesedihan tidak terbendung lagi saat kami satu angkatan bersama saling bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan.. Banyak tangisan disana, saya pun merasakan kebersamaan selama 5 tahun ini bersama teman-teman saya. Apalagi ketika satu persatu bersalaman dengan mereka dan membayangkan betapa jauhnya mereka nanti dari saya... Hah... saya hanya berdoa semoga suatu saat kami akan berkumpul kembali dalam suatu momen yang menyenangkan dan semoga kami semua selalu diberikan yang terbaik oleh Tuhan...






27 Okt 2012

Menapak Puncak Cikuray 2818 mdpl

Udah lama banget ga nulis di blog ini.. Kesibukan sehari-hari di kantor membuat saya lupa kalo blog ini ada :-) .. Dan disela-sela kesibukan pada weekend ini, ga tahu kenapa terpikir untuk menyambung jalan cerita di blog ini..

Beberapa saat lalu tiba-tiba teman-teman kantor saya mengajak saya untuk mendaki gunung. Sebenernya mikir-mikir juga mau ikut, karena kerjaan sekarang lagi lumayan banyak dan takut juga kalo nantinya malah ga kelar tepat waktu. Tapi sembari memikirkan kerjaan, terlintas juga di pikiran saya "emang kerjaan kapan habis nya?". Wah, bener juga.. sekali-kali gapapalah ninggalin kerjaan bentar sekalian refreshing dengan kepenatan jakarta.. Dan setelah menimbang dan seterusnya, memutuskan dan seterusnya, menelaah dan seterusnya, mengkaji dan seterusnya.. akhirnya saya putuskan untuk ikut teman-teman saya mendaki gunung Cikuray..

Setelah approve untuk ikut, langsung cari pinjeman alat-alat untuk pendakian. Balik kerja dari kantor pada hari jumat, saya langsung bergegas pulang ke rumah. Langsung bersiap mengemas barang-barang bersama teman-teman mulai dari tenda, carier, baju, bekal, dan lain-lain. Dan sekitar pukul 21.30  kami pun sudah kumpul di kontrakan saya dan siap untuk berangkat. Sebelum berangkat, ga ada salahnya narsis dulu..

Sebelum Berangkat

Ga tahu kenapa belum berangkat aja udah keliatan dekilnya kami semua.. hahaha. Yak, setelah itu kami langsung berjalan menuju halte busway bidara cina. Saat di busway para penumpang dan petugas busway pun pada ngeliatin sembilan anak muda dekil yang menuh-menuhin busway dengan tas gunung nya :-) . Ah, masa bodo lah.. kan saya bayar juga.. Naik busway sampe ke teminal kampung rambutan dan lanjut naik bis ke arah garut. Setelah masuk bis ngapain? foto-foto lagi lah :

Di dalam bis
Bisa di lihat bis nya masih kosong gitu. Gimana ga kosong kalo berangkat nya jam 11 malem.. Selama perjalanan di bis ga kepikiran sama sekali buat nikmatin pemandangan di jalan karena emang udah malem dan ga ada yang bisa dilihat gelap-gelapan gitu. Beberapa teman yang kelaperan ada yang sambil makan di dalam bis.. Ada juga pedagang yang masuk ke dalam bis kalo bis lagi berhenti sambil menjajakan dirinya, eh barang dagangannya.. 

"pop mie 6000 ribu empat rasa, pop mie 6000 empat rasa" => tipe pedagang yang promosi dengan kalimat ambigu.
"mp3 40 ribu, mp 40 ribu" => glodok udah melebarkan sayap usahanya
"mijon, mijon" => ini dimana-mana pasti ada

Akhirnya tidur nyenyak di bis dan sekitar pukul 3.30 subuh kami pun sampai di terminal garut. Sampai di garut langsung cari mobil yang mau di sarter ke kaki gunung cikuray. Tiba-tiba datang sebuah angkot yang mau di sarter ke kaki gunung cikuray dan setelah deal harga kami pun lanjut jalan. Dan nama nya orang cari rezeki ternyata ni angkot ga sanggup ngelewatin medan yang mengarah ke kaki gunung cikuray tapi dia nyanggup-nyanggupin aja tadi nya. Akhir nya kami di turunin di tempat yang masih cukup jauh dari kaki gunung cikuray (2 jam jalan kaki ke kaki gunungnya) dan jelas tuh angkot mau nggak mau cuma dapet duit sekian persen dari perjanjian.

Dari tempat pemberhentian kami pun berjalan melintasi indahnya perkebunan teh.. Yah, medan nya sebenernya ga berat, malah enak jalannya karena indahnya pemandangan. Disini juga kelihatan banyak petani teh yang lagi asyik metik daun teh. Dan saran saya pribadi, disini enak banget  kalo anda-anda jalan disana sama pacar atau istri biar lebih romantis dan berasa lagi syuting film-film indo*iar gitu yang ada naga-naga nya.. Kalo perlu ajak teman anda terus suruh teman anda pura-pura jadi perampok yang mau ngerampok cewek / istri anda kemudian ntar anda selamatin deh tuh cewek / istri anda dengan nempelengin satu-satu perampok gadungan tadi... kereeeenn kaaan...

Malah ngelantur.. kembali ke cerita.. berikut foto-foto saat mulai pendakian menuju cikuray..

Saat masih baru mulai jalan

Satu jam kemudian, makin keliatan lusuh
Melihat waktu hampir pagi, kami pun memutuskan untuk shalat subuh terlebih dahulu, kebetulan masih ketemu masjid saat masih di bawah. Setelah shalat kami pun lanjut perjalanan menyusuri kebun teh... Satu jam berlalu dan mulai terasa capek juga jalan mendaki dengan membawa tas seukuran badan anak umur enam tahun ini. Di tambah lagi melihat jalur nya yang berputar-putar dimana baru dilihat aja udah ngos-ngosan rasanya. Karena nggak ikhas harus ngelewatin jalur yang berputar cukup jauh, kami pun akhirnya memilih jalur pintas yaitu lewat jalan pintas di sela-sela kebun teh. Kemudian 1 jam... perjalanan masih nyanyi-nyanyi.. 2 jam perjalanan semuanya berhenti tertawa karena jalur yang kami lewati adalah jalan buntu yang hanya ada lembah dan bukit di depannya. Yak, kami pun hanya bisa bengong dengan mulut menganga melihat kenyatan ini. Kami punya 2 pilihan :
  • Balik ke jalur awal yang sudah di tempuh 2 jam tadi atau
  • Nekat blusukan ke lembah yang ada di depan dengan resiko yang lebih besar
Nyasar di jalan

Pada foto di atas bisa anda lihat di depan kami cuma ada lembah, dan di depannya lagi ada bukit terjal. Dari kejauhan bukit seberang sana pun ada rombongan pendaki yang ngelihatin kami dan ngasih petunjuk ke kami untuk balik aja ke tempat asal.. Yah.. ga tahu deh mereka sebenernya kasihan lihat kami atau mungkin mereka disana asik tertawa melihat segerombolan pendaki yang nyasar ini.. 

Karena udah ga kuat ngebayangin 2 jam perjalanan, kami pun sepakat untuk mengambil jalan cepat yang lebih beresiko. Tentunya harus ekstra hati-hati karena kalo nggak bisa-bisa jatuh ke bawah dan di tungguin oleh bebatuan besar. Hap.. hap.. bletak.. duk.. door.. duarr.. kami pun berhasil melewati semua rintangan ini dan betapa senangnya bisa melihat aspal kembali..

Teler

Sampe disana pun bener-bener seneng rasanya.. padahal ini cuma di kaki nya doang loh.. Waktu pun menunjukkan sekitar pukul 10. Ga ada hal lain yang diinginkan selain makan.. Perlu anda ketahui, ketika mendaki gunung, usahakan untuk :
  • Mengajak cewek yang pinter masak, ini penting untuk melancarkan kesuksesan pendakian selama perjalanan.
  • Mengajak temen fotografer atau paling nggak seneng moto lah, ini penting untuk facebook anda. Pastinya anda mau kan foto pendakian kita banyak dan ketika cewek2 ngelihat foto2 pendakian kita bagus, mereka komentar "ih... kereeen banget kamu... laki bangeeeeet..". Tapi kalo foto-foto kita ga bagus, mereka bakal komentar "set dah ni cowok, hobi banget dekil-dekilan gitu.. dasar cowok labil". Selain itu foto-foto ini penting kalo anda mau pamer sama anak cucu kelak. Paling nggak anak kita membayangkan masa muda bapak nya yang penuh dengan tantangan kayak di film "mist*ri g*nung ber*pi" gitu.
Karena sudah ada cewek pada rombongan pendakian kami, maka kami pun bersantai menunggu mereka masak. Tapi jangan dikira kami cowok yang ga ada guna nya ya, sebagai balasannya yang cowok-cowok kerjaannya adalah bawain barang-barang yang berat kayak tenda dan ngambilin air yang lumayan jauh sumber nya. 

Makan dulu
Setelah makan kami istirahat sebentar.. yang mau BAB di persilahkan mumpung belum tinggi-tinggi amat.. Karena semakin tinggi semakin susah cari spot-spot bagus dan yahud buat BAB. Setelah puas istirahat dan BAB, kami lanjut mendaki gunung Cikuray. Sebelum jalan, sangat disarankan untuk foto-foto dahulu agar lebih khusuk pendakiannya :

Narsis sebelum mendaki 1
Narsis sebelum mendaki 2
Setelah puas foto-foto, lanjut perjalanan. Perlu anda ketahui, di Gunung cikuray yang paling sulit di temukan adalah air. Sumber air terakhir yang ada di gunung ini adalah di kaki gunung tadi, setelah di atas nggak ada lagi sumber air. Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi banyak pendaki karena mau nggak mau pendaki harus membawa beban air minum yang banyak dari bawah saat mendaki agar tidak kehabisan air saat di atas. Dan jika biasanya air di pegunungan itu sangat-sangat segar dan nikmat, ga tahu kenapa air dari gunung cikuray adalah kebalikannya. Air dari gunung cikuray ada campuran rasa pete nya yang membuat beberapa teman harus sambil nutup hidung saat meminumnya. Malahan beberapa teman-teman saya ada yang ga mau minum nya dan selalu milih air yang bukan dari gunung cikuray. Karena itu lah kami siasati hal ini, air dari gunung cikuray kami pake untuk masak entar itu mie, kopi, dll karena kalo udah di masak kan ga berasa lagi aroma petai nya.

Pos 1 terlewati, pos 2 terlewati, pos 3 terlewati dan sampai di pos 4 mulai gerimis.. Takut hujan semakin deras, kami memutuskan untuk memasang tenda disini untuk beristirahat.. Dan berikut adalah foto-foto kami selama di perjalanan :

Perjalanan 1
Perjalanan 2
Perjalanan 3
Kemudian kami memutuskan untuk tidur di pos 4. Setelah puas tidur pukul 2 dinihari kami semua bangun dan melanjutkan perjalanan ke puncak. Dan akhirnya sampailah di puncak..

Bendera boleh minjem sama pendaki lain
Tidak lupa di puncak kami shalat subuh karena cuma disana spot yang ada dataran luas nya untuk shalat.

Salat subuh di puncak.
Setelah menggapai puncak dan beristirahat disana sekitar 2 jam, kami pun turun kembali untuk pulang. Jika saat naik bagian paha yang sering keram karena terus mendaki dengan membawa beban berat, kini saat turun yang sakit adalah pada telapak kaki dan dengkul karena menahan hentakan dan beban tubuh saat bejalan turun. Kami kemudian sampai di pos 4 tempat kami tidur sebelumnya dan beristirahat sejenak. Karena persediaan makanan masih cukup banyak dan tentu akan menjadi beban berat kalo kami pikul, jadi lebih baik kami habiskan saja perbekalan kami yang tersisa.

Berani, kuat dan berjiwa seni.. itu adalah karakter orang Indonesia.

Itu ada di dalam *** kopi

Nadine, kopi buatanmu... numero uno...

Ada sangat banyak kenikmatan yang bisa kita rasakan ketika naik gunung.. Salah satunya adalah nikmat secangkir kopi hangat.. Saya selalu ingat di kantor saya sangat sering minum kopi dan itu biasa saja malah udah jadi rutinitas sehari-hari. Tapi ketika menikmati secangkir kopi hangat di gunung, di dalam hati tidak henti-hentinya mengucap alhamdulillah karena luar biasanya nikmat dari minum kopi hangat itu sendiri. Di atas gunung seperti ini sangat terasa nikmat nya alam ciptaan tuhan, nikmat nya limpahan oksigen ketika di dataran tinggi, nikmat nya sinar matahari ketika tubuh menggingil kedinginan, nikmatnya secangkir kopi hangat, dan nikmat-nikmat lainnya.. Ketika di kota di siang hari yang terik saya sering mengeluh kalo cuaca lagi panas-panasnya, tapi disini saya selalu berdoa agar Tuhan mendatangkan sinar matahari untuk menghangatkan tubuh.. Dan hal-hal seperti inilah yang mengingatkan saya bahwa betapa lemah nya saya ketika Tuhan menarik sedikit nikmatnya dan betapa besarnya dia yang memberikan semua kenikmatan ini dan menciptakan alam raya yang indah berikut dengan kestabilan sistem di dalamnya .. 

Sampai sini dulu.. siapa tahu yang baca jadi tertarik naik gunung..
Sampai jumpa.. terima kasih...