Laman

27 Okt 2012

Menapak Puncak Cikuray 2818 mdpl

Udah lama banget ga nulis di blog ini.. Kesibukan sehari-hari di kantor membuat saya lupa kalo blog ini ada :-) .. Dan disela-sela kesibukan pada weekend ini, ga tahu kenapa terpikir untuk menyambung jalan cerita di blog ini..

Beberapa saat lalu tiba-tiba teman-teman kantor saya mengajak saya untuk mendaki gunung. Sebenernya mikir-mikir juga mau ikut, karena kerjaan sekarang lagi lumayan banyak dan takut juga kalo nantinya malah ga kelar tepat waktu. Tapi sembari memikirkan kerjaan, terlintas juga di pikiran saya "emang kerjaan kapan habis nya?". Wah, bener juga.. sekali-kali gapapalah ninggalin kerjaan bentar sekalian refreshing dengan kepenatan jakarta.. Dan setelah menimbang dan seterusnya, memutuskan dan seterusnya, menelaah dan seterusnya, mengkaji dan seterusnya.. akhirnya saya putuskan untuk ikut teman-teman saya mendaki gunung Cikuray..

Setelah approve untuk ikut, langsung cari pinjeman alat-alat untuk pendakian. Balik kerja dari kantor pada hari jumat, saya langsung bergegas pulang ke rumah. Langsung bersiap mengemas barang-barang bersama teman-teman mulai dari tenda, carier, baju, bekal, dan lain-lain. Dan sekitar pukul 21.30  kami pun sudah kumpul di kontrakan saya dan siap untuk berangkat. Sebelum berangkat, ga ada salahnya narsis dulu..

Sebelum Berangkat

Ga tahu kenapa belum berangkat aja udah keliatan dekilnya kami semua.. hahaha. Yak, setelah itu kami langsung berjalan menuju halte busway bidara cina. Saat di busway para penumpang dan petugas busway pun pada ngeliatin sembilan anak muda dekil yang menuh-menuhin busway dengan tas gunung nya :-) . Ah, masa bodo lah.. kan saya bayar juga.. Naik busway sampe ke teminal kampung rambutan dan lanjut naik bis ke arah garut. Setelah masuk bis ngapain? foto-foto lagi lah :

Di dalam bis
Bisa di lihat bis nya masih kosong gitu. Gimana ga kosong kalo berangkat nya jam 11 malem.. Selama perjalanan di bis ga kepikiran sama sekali buat nikmatin pemandangan di jalan karena emang udah malem dan ga ada yang bisa dilihat gelap-gelapan gitu. Beberapa teman yang kelaperan ada yang sambil makan di dalam bis.. Ada juga pedagang yang masuk ke dalam bis kalo bis lagi berhenti sambil menjajakan dirinya, eh barang dagangannya.. 

"pop mie 6000 ribu empat rasa, pop mie 6000 empat rasa" => tipe pedagang yang promosi dengan kalimat ambigu.
"mp3 40 ribu, mp 40 ribu" => glodok udah melebarkan sayap usahanya
"mijon, mijon" => ini dimana-mana pasti ada

Akhirnya tidur nyenyak di bis dan sekitar pukul 3.30 subuh kami pun sampai di terminal garut. Sampai di garut langsung cari mobil yang mau di sarter ke kaki gunung cikuray. Tiba-tiba datang sebuah angkot yang mau di sarter ke kaki gunung cikuray dan setelah deal harga kami pun lanjut jalan. Dan nama nya orang cari rezeki ternyata ni angkot ga sanggup ngelewatin medan yang mengarah ke kaki gunung cikuray tapi dia nyanggup-nyanggupin aja tadi nya. Akhir nya kami di turunin di tempat yang masih cukup jauh dari kaki gunung cikuray (2 jam jalan kaki ke kaki gunungnya) dan jelas tuh angkot mau nggak mau cuma dapet duit sekian persen dari perjanjian.

Dari tempat pemberhentian kami pun berjalan melintasi indahnya perkebunan teh.. Yah, medan nya sebenernya ga berat, malah enak jalannya karena indahnya pemandangan. Disini juga kelihatan banyak petani teh yang lagi asyik metik daun teh. Dan saran saya pribadi, disini enak banget  kalo anda-anda jalan disana sama pacar atau istri biar lebih romantis dan berasa lagi syuting film-film indo*iar gitu yang ada naga-naga nya.. Kalo perlu ajak teman anda terus suruh teman anda pura-pura jadi perampok yang mau ngerampok cewek / istri anda kemudian ntar anda selamatin deh tuh cewek / istri anda dengan nempelengin satu-satu perampok gadungan tadi... kereeeenn kaaan...

Malah ngelantur.. kembali ke cerita.. berikut foto-foto saat mulai pendakian menuju cikuray..

Saat masih baru mulai jalan

Satu jam kemudian, makin keliatan lusuh
Melihat waktu hampir pagi, kami pun memutuskan untuk shalat subuh terlebih dahulu, kebetulan masih ketemu masjid saat masih di bawah. Setelah shalat kami pun lanjut perjalanan menyusuri kebun teh... Satu jam berlalu dan mulai terasa capek juga jalan mendaki dengan membawa tas seukuran badan anak umur enam tahun ini. Di tambah lagi melihat jalur nya yang berputar-putar dimana baru dilihat aja udah ngos-ngosan rasanya. Karena nggak ikhas harus ngelewatin jalur yang berputar cukup jauh, kami pun akhirnya memilih jalur pintas yaitu lewat jalan pintas di sela-sela kebun teh. Kemudian 1 jam... perjalanan masih nyanyi-nyanyi.. 2 jam perjalanan semuanya berhenti tertawa karena jalur yang kami lewati adalah jalan buntu yang hanya ada lembah dan bukit di depannya. Yak, kami pun hanya bisa bengong dengan mulut menganga melihat kenyatan ini. Kami punya 2 pilihan :
  • Balik ke jalur awal yang sudah di tempuh 2 jam tadi atau
  • Nekat blusukan ke lembah yang ada di depan dengan resiko yang lebih besar
Nyasar di jalan

Pada foto di atas bisa anda lihat di depan kami cuma ada lembah, dan di depannya lagi ada bukit terjal. Dari kejauhan bukit seberang sana pun ada rombongan pendaki yang ngelihatin kami dan ngasih petunjuk ke kami untuk balik aja ke tempat asal.. Yah.. ga tahu deh mereka sebenernya kasihan lihat kami atau mungkin mereka disana asik tertawa melihat segerombolan pendaki yang nyasar ini.. 

Karena udah ga kuat ngebayangin 2 jam perjalanan, kami pun sepakat untuk mengambil jalan cepat yang lebih beresiko. Tentunya harus ekstra hati-hati karena kalo nggak bisa-bisa jatuh ke bawah dan di tungguin oleh bebatuan besar. Hap.. hap.. bletak.. duk.. door.. duarr.. kami pun berhasil melewati semua rintangan ini dan betapa senangnya bisa melihat aspal kembali..

Teler

Sampe disana pun bener-bener seneng rasanya.. padahal ini cuma di kaki nya doang loh.. Waktu pun menunjukkan sekitar pukul 10. Ga ada hal lain yang diinginkan selain makan.. Perlu anda ketahui, ketika mendaki gunung, usahakan untuk :
  • Mengajak cewek yang pinter masak, ini penting untuk melancarkan kesuksesan pendakian selama perjalanan.
  • Mengajak temen fotografer atau paling nggak seneng moto lah, ini penting untuk facebook anda. Pastinya anda mau kan foto pendakian kita banyak dan ketika cewek2 ngelihat foto2 pendakian kita bagus, mereka komentar "ih... kereeen banget kamu... laki bangeeeeet..". Tapi kalo foto-foto kita ga bagus, mereka bakal komentar "set dah ni cowok, hobi banget dekil-dekilan gitu.. dasar cowok labil". Selain itu foto-foto ini penting kalo anda mau pamer sama anak cucu kelak. Paling nggak anak kita membayangkan masa muda bapak nya yang penuh dengan tantangan kayak di film "mist*ri g*nung ber*pi" gitu.
Karena sudah ada cewek pada rombongan pendakian kami, maka kami pun bersantai menunggu mereka masak. Tapi jangan dikira kami cowok yang ga ada guna nya ya, sebagai balasannya yang cowok-cowok kerjaannya adalah bawain barang-barang yang berat kayak tenda dan ngambilin air yang lumayan jauh sumber nya. 

Makan dulu
Setelah makan kami istirahat sebentar.. yang mau BAB di persilahkan mumpung belum tinggi-tinggi amat.. Karena semakin tinggi semakin susah cari spot-spot bagus dan yahud buat BAB. Setelah puas istirahat dan BAB, kami lanjut mendaki gunung Cikuray. Sebelum jalan, sangat disarankan untuk foto-foto dahulu agar lebih khusuk pendakiannya :

Narsis sebelum mendaki 1
Narsis sebelum mendaki 2
Setelah puas foto-foto, lanjut perjalanan. Perlu anda ketahui, di Gunung cikuray yang paling sulit di temukan adalah air. Sumber air terakhir yang ada di gunung ini adalah di kaki gunung tadi, setelah di atas nggak ada lagi sumber air. Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi banyak pendaki karena mau nggak mau pendaki harus membawa beban air minum yang banyak dari bawah saat mendaki agar tidak kehabisan air saat di atas. Dan jika biasanya air di pegunungan itu sangat-sangat segar dan nikmat, ga tahu kenapa air dari gunung cikuray adalah kebalikannya. Air dari gunung cikuray ada campuran rasa pete nya yang membuat beberapa teman harus sambil nutup hidung saat meminumnya. Malahan beberapa teman-teman saya ada yang ga mau minum nya dan selalu milih air yang bukan dari gunung cikuray. Karena itu lah kami siasati hal ini, air dari gunung cikuray kami pake untuk masak entar itu mie, kopi, dll karena kalo udah di masak kan ga berasa lagi aroma petai nya.

Pos 1 terlewati, pos 2 terlewati, pos 3 terlewati dan sampai di pos 4 mulai gerimis.. Takut hujan semakin deras, kami memutuskan untuk memasang tenda disini untuk beristirahat.. Dan berikut adalah foto-foto kami selama di perjalanan :

Perjalanan 1
Perjalanan 2
Perjalanan 3
Kemudian kami memutuskan untuk tidur di pos 4. Setelah puas tidur pukul 2 dinihari kami semua bangun dan melanjutkan perjalanan ke puncak. Dan akhirnya sampailah di puncak..

Bendera boleh minjem sama pendaki lain
Tidak lupa di puncak kami shalat subuh karena cuma disana spot yang ada dataran luas nya untuk shalat.

Salat subuh di puncak.
Setelah menggapai puncak dan beristirahat disana sekitar 2 jam, kami pun turun kembali untuk pulang. Jika saat naik bagian paha yang sering keram karena terus mendaki dengan membawa beban berat, kini saat turun yang sakit adalah pada telapak kaki dan dengkul karena menahan hentakan dan beban tubuh saat bejalan turun. Kami kemudian sampai di pos 4 tempat kami tidur sebelumnya dan beristirahat sejenak. Karena persediaan makanan masih cukup banyak dan tentu akan menjadi beban berat kalo kami pikul, jadi lebih baik kami habiskan saja perbekalan kami yang tersisa.

Berani, kuat dan berjiwa seni.. itu adalah karakter orang Indonesia.

Itu ada di dalam *** kopi

Nadine, kopi buatanmu... numero uno...

Ada sangat banyak kenikmatan yang bisa kita rasakan ketika naik gunung.. Salah satunya adalah nikmat secangkir kopi hangat.. Saya selalu ingat di kantor saya sangat sering minum kopi dan itu biasa saja malah udah jadi rutinitas sehari-hari. Tapi ketika menikmati secangkir kopi hangat di gunung, di dalam hati tidak henti-hentinya mengucap alhamdulillah karena luar biasanya nikmat dari minum kopi hangat itu sendiri. Di atas gunung seperti ini sangat terasa nikmat nya alam ciptaan tuhan, nikmat nya limpahan oksigen ketika di dataran tinggi, nikmat nya sinar matahari ketika tubuh menggingil kedinginan, nikmatnya secangkir kopi hangat, dan nikmat-nikmat lainnya.. Ketika di kota di siang hari yang terik saya sering mengeluh kalo cuaca lagi panas-panasnya, tapi disini saya selalu berdoa agar Tuhan mendatangkan sinar matahari untuk menghangatkan tubuh.. Dan hal-hal seperti inilah yang mengingatkan saya bahwa betapa lemah nya saya ketika Tuhan menarik sedikit nikmatnya dan betapa besarnya dia yang memberikan semua kenikmatan ini dan menciptakan alam raya yang indah berikut dengan kestabilan sistem di dalamnya .. 

Sampai sini dulu.. siapa tahu yang baca jadi tertarik naik gunung..
Sampai jumpa.. terima kasih...

28 Mei 2012

Monday Moring..

Pagi-pagi seperti biasa pergi ke kantor.. naik busway, transit ke terminal Kampung Melayu.. Lagi-lagi ni busway berhenti di haltenya dengan jarak lumayan jauh saat STOP, sehingga penumpang harus separuh loncat untuk menggapai halte nya.. Dengan pede nya saa loncat loncat dan.. JEBREEETT.. celana sobek super gede.. Langsung keluar halte naik angkot balik ke rumah untuk ganti celana setelah itu  lanjut ke kantor lagi..

Ya Allah.. kuatkanlah hamba dengan semua cobaan mu... :-(

12 Mei 2012

Jangan Cepat Bertanya

Sebuah pepatah 'Malu bertanya sesat dijalan'.. saya setuju dengan pernyaataan tersebut, tapi kadang dalam banyak kondisi hal tersebut tidak baik diterapkan dalam dunia pendidikan saat menggali ilmu pengetahuan..

Mungkin ketika kuliah atau mempelajari sesuatu, sering kali kita mentoklah, ga tahu sama sekali jawaban atas apa yang kita pelajari. Dan kita berpikir "i can do nothing for this case except ask to the expert". Lalu kita ke kampus dan menemui dosen  atau orang yang jago.. lalu bertanya tentang masalah tadi... lalu DONE.. kita langsung dapat pemecahannya dan problem solved. Salah?? tidak.. tapi bagi saya kurang baik dan kurang mendidik.. dengan metode seperti ini hanya akan membuat kita manja dan berharap selalu ada orang lain yang membantu kita memcahkan suatu masalah..

Saat pertama kali masuk kuliah di STIS saya merasa semua teman saya pasti adalah orang-orang pintar di SMA nya dulu.. Tidak berhenti mengangkat tangan saat kuliah, bertanya, menjawab, membawa buku-buku tebal, muka super serius dan melotot terus menerus di kelas.. Yah, itu dulu sempat membuat saya down sekolah disini. Sering kali ada tugas kelompok, saya merasa seperti ikan teri diantara ikan kakap di kelompok saya. Melihat mereka berargumen, whoow.. they are fucking genius..  Minder sangat, bertanya pun saya malu.. malu kalo pertanyaan saya adalah pertanyaan bodoh yang bahkan bisa dijawab anak-anak SD. Itulah kenapa saat belajar saya sering tidak bertanya langsung pada orang lain atau dosen saat kebingungan. Saya akan mati-matian mencari jawabannya di google atau buku dan jika sudah menyerah barulah saya akan bertanya.. Tapi tentu saya tidak menikmati kondisi seperti ini... sebagai laki-laki, naluri untuk tidak diremehkan oleh orang lain selalu ada pastinya. Yang paling menyakitkan adalah ketika ada tugas kelompok dan banyak teman yang tidak mengharapkan kehadiran kita dalam kelompoknya karena kebodohan kita. Saya ga pernah menyalahkan mereka, wajar karena ga adil bagi mereka yang pintar mendapat nilai yang sama dengan yang tidak pintar.. Tapi hal seperti inilah yang selalu memacu ambisi untuk dapat mengalahkan mereka..

Jika dihitung-hitung, saya mengalami masalah A, tanya ke dosen 5 menit selesai.. cari sendiri di google bisa 5jam atau mungkin 5 hari baru ketemu jawabannya. Mending kalo ketemu, sering juga malah ga nemu-nemu jawabannya.. Buang-buang waktu? nggaklah.. dalam proses 5 jam atau 5 hari kita mencari sendiri ada banyak ilmu lain yang saya dapatkan secara tidak langsung.. Selain itu juga ini mendidik mental kita untuk memecahkan masalah sendiri dan mengasah naluri problem solver dalam diri kita.. Dan yang paling sering saya alami adalah ada banyak pengetahuan yang kita dapatkan yang tidak diberikan dalam perkuliahan.. dan itu sangat mengangkat derajat loh ketika dalam 1 kelas hanya kita sendiri yang mengetahui jawaban dari suatu masalah..

Karena itulah, sebelum anda bertanya pastikan anda sudah mencari terlebih dahulu.. dan ingat..
jangan cepat bertanya... 

26 Feb 2012

Yah, Saya Sombong..

Sebuah pengalaman berharga dalam hidup saya dimana seolah saya rasakan Tuhan berkata kepada saya "Mana bit kesombonganmu yang kemarin? sekarang kau tahu kan kalo dirimu penuh dengan keterbatasan?.. Rezeki, ilmu pengetahuan, anugerah.. itu semua adalah pemberianku bit... ingat itu baik-baik.. Aduh bit, sadarlah sana.. bahkan manusia paling sempurna di dunia ini saja tidak pernah sombong sepertimu.."

Ya ya ya.. saya pikir saya pintar, saya pikir saya dapat melakukan segalanya, dan i always thinking about how to be a rich young man.. Ketamakan, kesombongan.. saya merasakan semuanya dan thanks God.. telah mengingatkan saya bahwa ketenangan dan kenyamanan hidup lebih penting dari uang yang melimpah.. dan mengingatkan saya bahwa kesombongan amat sangat tidak pantas saya lakukan mengingat betapa kecilnya diri saya dan betapa besarnya Tuhanku.. bahkan miliaran bahkan triliunan makhluk Mu masih jauh lebih sempurna dari diriku..

Cerita ini dimulai ketika saya mulai mendapatkan banyak project dari beberapa client, salah satunya bahkan dari sebuah perusahaan Singapore. Waw.. bagi saya adalah sebuah pencapaian yang bagus mengingat usia kelulusan saya masih dalam tergolong baru. Dan kesombongan saya berkata.. "ambil aja bit semua project itu, kamu kan jago.. pasti bisa lah..". Dan saya ikuti kata hati kesombongan saya dan mengambil semua project-project yang ada.. Yang saya ingat saat itu saya terlibat 5 buah project di saat bersamaan, dan 2 diantaranya memiliki deadline yang cukup mepet dan scope sangat luas bagi saya. Tahukah anda, saat itu yang ada di otak saya hanyalah tentang berapa uang yang akan saya dapat dan betapa saya bisa menyombongkan diri saya akan berprestasinya saya setelah menyelesaikan project-project ini.. Jelas, uang dalam jumlah sangat besar sudah menanti di depan mata saya setelah saya selesaikan pekerjaan ini.. Saya sudah memikirkan betapa besarnya jumlah tabungan saya setelah mendapat semua uangnya.. Otak saya pun teracuni oleh uang..

Hari demi hari, saya pergi kerja pukul 06.30 pagi, dan pulang ke rumah pada pukul 10.00 malam. Pulang dari ngantor di BPS, saya lanjut kerja di tempat lain. Pada hari Sabtu-Minggu pun tidak lah menjadi hari libur.. lanjut kerja.. Semakin hari semakin padat, tidur pun nggak enak lagi, makan juga pasti sambil ngetik dan mikir.. Sumpah, saat itu saya benar-benar merasakan betapa nikmatnya masa-masa saat saya bebas dulu. Saya benar-benar ingin menelpon pacar saya lebih lama, ingin ngobrol banyak sama keluarga saya, ingin ngobrol dan bercanda bareng teman-teman kontrakan saya, dan lain-lain.. Bahkan ketika lagi kerja dan tiba-tiba kakak saya chat saya.. WOOAAA.. i dont know why thats make me feel really good.. padahal itu adalah chat teguran biasa cuma nanyain kabar saya.. Ga di Busway, di warteg, Shalat, saya cuma mikirin kerjaan saya.. Otak saya terus berpikir tentang kerjaan saya.. Tidak jarang saya berpikir.. "Ya Allah, saya ga mau kalo saya udah berkeluarga nanti saya sibuk seperti ini.. saya pingin jadi Ayah yang baik dan bisa ngasih perhatian sama keluarga saya ya Allah..". Saya pun merasakan untuk apa saya punya banyak uang jika makan ga enak, tidur ga enak.. Saya lebih seneng hidup normal aja.. Hidup kayak jaman kuliah dulu aja deh.. saya belajar karena kemauan saya, tidur saat capek, kuliah ketemu temen-temen, uang pas-pasan asal bisa makan dan memenuhi kebutuhan hidup saya..

Dan sepertinya Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk saya, beberapa project saya di persulit olehNya.. Permasalahan non tekhnis pun bermunculan.. ada software yang ga bisa diinstall lah, ini lah, itu lah.. semakin membuat saya down dan cukup pusing dengan semua ini.. Akhirnya suatu malam saat perjalanan di rumah saya mulai berpikir matang-matang.. Saya ingat saat itu pukul 9 malam, dan saya sedang berada di halte busway dan berpikir tentang semua keadaan ini... saya perhitungkan semua project ini dan saya sadar.. ini sudah di luar kemampuan saya.. Baik dari sisi waktu, scope, dll.. Saya hanyalah manusia biasa dan tentu ada batasnya.. Saya teringat betapa sombongnya diri saya saat berpikir dapat mengerjakan semua hal.. dan akhirnya, yah.. saya batalkan "the biggest project" yang saya pegang.. Alhamdulillah saat itu memang belum terjadi pembayaran DP, jadi saat pembatalan pihak client tidak bermasalah dan mereka mengerti.. Lagipula saya pun tidak ingin menerima berapa pun jika mereka ingin memberi sebuah imbalan.. Saya ga masalah kok walau udah beberapa hari capek..

Setelah membatalkan project tersebut, hari itu saya hati saya benar-benar plong.. saya merasa bagaikan seekor burung yang selam ini terkurung dalam sebuah sangkar dan akhirnya bisa bebas dan terbang kemana-mana.. Ternyata lebih baik menjadi burung yang dapat terbang bebas, dibanding burung yang berada di sangkar emas dengan fasilitas lengkap tetapi dia tak dapat terbang bebas.. Sejak hari itu, benar-benar saya rasakan nikmatnya kebebasan dan ketenangan hidup.. Bisa makan dengan bebas di kantin lagi (selama ini selalu nitip terus makan sambil melototin laptop), bisa pulang cepet, bisa menyisihkan banyak waktu untuk teman-teman, dll.. Senang rasanya tidak selalu memikirkan tentang "Gimana biar dapet banyak duit?", yah.. itu cuma akan merusak otak saja.. Saya sudah tau betapa mahalnya harga sebuah ketenangan hidup, jadi saya lebih pilih mencari itu daripada duit..

Saya ingat saat itu akhirnya saya bisa pulang ke rumah dari kantor sore hari (biasanya malem).. Saya naik angkot bareng temen-temen kampus dulu dan membicarakan lelucon-lelucon yang sangat menyenangkan (walau mngkin penumpang lain risih.. hehe...). Jadi kangen dengan suasana saat di kampus dulu.. tiap hari ketemu temen dan bercanda... Dan setelah turun dari angkot.. saya jalan.. ketika berjalan di lorong menuju kontrakan saya saat itu puukul 05.00 sore dan kebetulan hari sangat cerah dan sinar matahari begitu hangatnya... Ngerasaiin sinar matahari menyinari muka saya... sesuatu banget yah.. :)  Terima kasih Tuhan.. karena telah memberi tahu saya betapa mahal dan nikmatnya ini semua... :) . Terima Kasih Tuhan.. karena Kau berikan ini semua kepadaku "gratis"..

Sebuah pelajaran yang saya petik dari ini semua adalah..

  1. Jangan pernah sombong, 
  2. Jangan suka membangga-banggakan apa yang kamu miliki.. semua itu adalah pemberian Allah.. jaga itu baik-baik dan jadikan itu sebagai alat untuk membantu orang lain.. karena itu semua adalah amanah.. 
  3. Jangan tamak akan harta dan dunia

6 Jan 2012

Tanda Tangan

Kurang lebih sebulan yang lalu saya kehilangan ATM saya dan sialnya ATM yang saya kehilangan ga ada bank nya yang berada cukup dekat di dekat kantor saya yang bisa di akses dengan berjalan kaki(maklum saya ga punya kendaraan). Ditambah lagi jadwal bank melayani nasabah bersamaan dengan jadwal saya ngantor yang menyebabkan saya ga ada waktu luang untuk ngurus ATM saya di bank bersangkutan. Walhasil setelah sebulan kemudian saya menyempatkan diri mengurus ATM saya dengan izin terlebih dahulu dengan bos di kantor. Okeh, pertama kali mengurus ke bank, saya hanya menyerahkan berkas-berkas (surat kehilangan polisi, KTP, dll). Kemudian karena harus menunggu kurang lebih 2 jam untuk pengurusannya, saya putuskan untuk datang kembali ke bank tersebut pada keesokan harinya. Setelah dihubungi pihak bank bahwa ATM saya sudah selesai di urus dan dapat di ambil besok pagi, saya pun kembali ke bank tersebut pada keesokan paginya.

CS : Customer Service
S : saya

CS : selamat pagi bapak sabit, silahkan duduk.

disini saya mulai herman, saya belum perkenalkan diri tapi nih CS kok udah tau aja ya nama saya?? emang sih nih CS kemarin yang layanin saya. Tapi saya yakin pasti banyak nasabah yang dia tangani dan nginget muka saya kayaknya ga ada kerjaan banget buat dia.

S : iya, selamat pagi pak.. Ini saya yang kemarin mau ngurus ATM yg hilang pak..
CS : baik pak Sabit, kemarin kami sudah menghubungi bank di Sumsel dan ada masalah yaitu Tanda tangan bapak yang tertera saat mendaftar dan yang kemarin terlampir di berkas berbeda.. 
S : HAH??


S : masa sih pak?? saya ga pernah rubah tanda tangan pak dari dulu?
CS : begini pak, bapak lakukan tanda tangan ulang saja di berkas kemarin sesuai dengan tanda tangan lama, nanti baru bisa kami proses.. Apakah bapak masih ingat tanda tangan yang lama??
S : wah, saya  ga tau pak.. masalahnya saya nggak pernah rubah tanda tangan. Begini pak, saya rasa yang berubah itu cuma kontur nya aja pak. Kalo yg dulunya agak panjang, sekarang jadi agak pendek tanda tangan saya karena kadang males juga pak tanda tangan panjang-panjang..
CS : bisa saya lihat SIM bapak yg kmrin?
(langsung saya keluarin)
CS : nah yang kayak gini ni pak tanda tangannya, bisa gak??
S : yaudah saya coba pak, ini sama kok pak sbnernya.. cuma yg sekarang agak singkat tanda tangannya karena pengen cepet-cepet kadang-kadang..
(mencoba tanda tangan)
CS : masih ga sama pak, coba ulangi lagi..
(mencoba lagi)
CS : masih belum sama pak, buat seperti yang di SIM ini pak kalo bisa..
(akhirnya mencoba 5 kali masih ga bisa)
CS : yaudah kalo gitu pak, saya laporin dulu sama pimpinan saya..
(ngobrol sama pimpinan, terdengar samar-samar pimpinannya bilang "beda ini, beda.." dan akhirnya sang CS datang kembali)

CS : tetep ga bisa pak, harus sama pak..
S : gini aja deh pak, kebetulan saya bawak map yang isinya banyak surat-surat saya. Jadi kalo ga percaya bapak lihat sendiri aja nih.. Nih ada ijazah saya dan segala macem pak. Jadi paling nggak ini bisa jadi bukti kalo saya ga nipu pak.. Sabit Huraira ini bener-bener saya pak..
CS : bukan begitu pak, tapi dari sistem harus sama tanda tangannya..
S : lah terus kalo saya ga bisa-bisa gimana dong pak??
CS : bapak harus ngurus langsung ke bank cabang tempat bapak daftar dulu di Palembang pak..


S : eh busyet.. jauh banget pak, saya juga belum berencana untuk pulang nih..
CS : kalo bisa bapak samakan aja tanda tangannyo dengan yang di SIM pak, di coba lagi aja pak coba..
S : yaudah deh.. boleh minta kertas ga pak, saya mau latihan bentar pak..

(dan akhirnya setelah lebih dari 10 kalian nyoba tanda tangan, akhirnya di approve juga oleh sang CS)

CS : okeh, udah bisa kami urus pak.. ini ATM baru bapak. Untuk masa pengaktifan bapak bisa.... blablablabla... 

dan akhirnya ATM saya pun kembali...

5 Jan 2012

My First Ebook

Dahulu saya pernah post tentang beberapa cita-cita saya setelah lulus dari kuliah disini.. Yah salah satunya adalah membuat sebuah buku yang dapat digunakan banyak orang untuk belajar. Kini Alhamdulillah cita-cita tersebut sudah terpenuhi setelah kemarin tanggal 2 Januari 2012 saya lepas ebook yang sudah saya buat kepada publik dan gratis untuk di download. Ebook ini sendiri adalah ebook pertama berbahasa Indonesia yang membahas materi bahasan tersebut.

Ebook ini sendiri tidak saya perjual belikan, melainkan FREE untuk semua orang mendapatkannya. Ebook ini sendiri ke depan akan terus saya lanjutkan pembahasan materi di dalamnya agar semakin lama semakin kompleks bahasan yang ada di dalamnya. Cukup banyak pihak yang memberi masukan agar ebook ini diajukan saja ke suatu penerbit agar dapat dijual belikan, lumayan kan buat nambah-nambah pengehasilan saya kalo dijual. Tapi hingga saat ini belum ada niatan saya untuk menjualnya walau ke depan mungkin bisa saja ada niatan saya untuk melakukan hal tersebut. Yah, saat ini biarlah rezeki saya datang dari pintu yang lain.. ini saya fokuskan untuk ladang pahala saja dulu.. :)

Baru sehari saya lepas ebook ini ke publik, cukup banyak feedback positif dari para pembaca. Ada yang memuji, berterima kasih, dan ada juga yang memberi masukan-masukan membangun untuk saya. Hmmm.. menyenangkan dapat berbagi apa yang saya tahu kepada banyak orang. Saya sendiri berharap ebook ini dapat berguna bagi banyak kalangan baik itu dari kalangan akademis maupun bisnis. Saya persembahkan ebook ini untuk mempermudah teman-teman bangsa Indonesia mengembangkan ilmunya dan meningkatkan ilmu pengetahuan bangsa ini, jadi saya buat ebook ini dalam bahasa Indonesia (selain karena emang Inggris saya yang terbata-bata :) ). Akhir kata selamat menikamati ebook ini bagi yang berminat..
http://sabitlabscode.wordpress.com/2012/01/02/free-ebook-yii-framework-indonesia/

31 Des 2011

Uang Jajan Terakhir

Pertengahan Desember kemarin saya butuh uang untuk memperpanjang kontrakan rumah tempat tinggal saat ini. Walau sebenarnya uang tabungan saya cukup-cukup aja untuk membayar kontrakan saya, tapi karena kebiasaan minta minta dan minta jadi saya tetep aja minta uang sama kakak saya. Tapi sebelum meminta uang kontrakan saya dengan kakak saya, nggak tahu dari mana datangnya saya mulai terpikir betapa banyaknya uang orang tua dan kakak saya yang saya habiskan untuk membiayai saya. Dan setelah itu saya putuskan sesuatu, dan saya bicarakan dengan kakak saya via chat :
K= kakak saya
S= saya

S : kak..
K: iya..
S : saya butuh uang nih buat uang kontrakan saya..
K : berapa?
S : xxx rupiah untuk setengah tahun, ngontraknya 1/2 tahun aja soalnya kayaknya 1/2 tahun lagi saya udah penempatan..
K : ih, kamu ini. Kan kemarin dapet duit banyak ngerjain project?
S : hehe..
K : yaudah, ntar kakak kirim ke rekening kamu ya..
S : iya kak, makasih kak..
K : iya2..
S : btw, insya Allah ini terakhir kali saya minta uang sama kakak dan ibu..
K : kok gitu?
S : Alhamdulillah rejeki saya sekarang lagi lancar kak, jadi cukuplah uang saya untuk kebutuhan saya.
K : oh.. gapapa ni?
S : iya, doain aja lancar terus. Tapi kalo nanti tiba-tiba saya ga ada project dan abis duit.. ya minta lagi deh terpaksa.. hehe..
K : oh, iya2 kalo gitu..
K : oh iya bit, kamu mau bantuin kakak ga nabung buat naikin haji ibu?
S : mau2 kak.., cuma pendapatan saya skrg belum tetap kak. Sekarang saya banyak masukan, bisa jadi nanti-nanti bener2 ga ada masukan kak. Kecuali udah pengangkatan..
K : yaudah, nanti kalo udah pengangkatan aja bantu-bantunya. Uang yg skrg di tabung aja dlu..
S : oh, okeh klo gtu..

Yah, sudah saya putuskan untuk memulai mandiri dan mencari uang sendiri walau belum di angkat menjadi PNS di BPS. Honor magang di BPS sendiri ga begitu banyak dibanding pengeluaran biaya hidup di Jakarta, jadi jelas saya harus kerja keras mencari pemasukan dari luar BPS sebagai developer aplikasi freelance. Impian untuk me-naik hajikan orang tua saya, menikah, membiayai sekolah adik saya dan lain lain jelas sudah menjadi tujuan selanjutnya saya. Untuk itulah maka saya rasa saya harus bekerja lebih keras dari orang lain. Ga mungkin kan nikah minta duit orang tua? adik masih di biayain ortu padahal saya udah kerja? :D

Developer Freelance.. Saya sendiri senang menjalani profesi ini karena ilmu dan keringat saya benar-benar dihargai. Apalagi semakin jauh dan semakin matang, profesi ini akan sangat menjanjikan. Penghasilannya pun bisa melebihi pengasilan saya setelah di angkat menjadi PNS nanti (saya bandingkan dengan penghasilan kakak tingkat saya yang sudah diangkat PNS), padahal itu ngerjainnya freelance loh bukan full time. Bahkan kalo siap ngurangin waktu tidur, bisa dapet pemasukan besar-besaran asal project nya ada.. Walau kerjaannya sangat melelahkan dan menguras otak, tapi saya senang bisa maksimal. Bolak-balik ke tempat klien lah, begadang lah, balik dari kantor selalu malem karena kalo balik ke rumah udah capek dan ga kuat kerja, dll.. Tapi saya senang bisa memanfaatkan 24 jam dalam sehari saya secara maksimal.. Dan jelas, ini cukup menggiurkan bagi saya untuk menetap di ibukota karena disinilah lahannya. Tapi saya ga tertarik dengan semua itu. Ada hal lain yang jadi prioritas saya, yaitu menemani dan merawat orang tua saya di Palembang sana... Jadi walau penghasilan besar, tapi percuma aja klo orang tua saya terlantar disana di tinggal anaknya..

Mulai dari keluarga, dosen, orang kantor, dan teman-teman banyak yang bilang "sayang bit kalo ke daerah, ntar kamu ga berkembang". Hehe, saya rasa orang-orang yang penempatan di ibukota banyak yang ga berkembang-kembang, jadi saya ga perduli.. berkembang apa nggak itu tergantung orangnya kok. Bos Facebook aja melebarkan perusahaannya setelah pindah ke kota lain :). Lagipula saya pingin kerjaan yang lebih bervariasi, sekali-kali ke lapangan ato apalah yang penting jangan selalu coding terus gitu. Paling nggak mengobati kalo lagi bosen dan stress coding.. 

Yang penting adalah bagaimana caranya agar 24 jam yang saya miliki dalam sehari dapat saya manfaatkan dengan maksimal. Saya sedang ingin mengembalikan pola hidup seperti skripsi dulu saat saya terbiasa tidur 4 jam dan bener-benar menjadi manusia yang produktif..

4 Des 2011

Nyampah di Kampus, Beginilah Akhir Perjalanan di Kampus Ini..

Beberapan pilihan jalan hidup saya semasa kuliah yang saya syukuri telah Tuhan arahkan saya ke dalamnya adalah :

  • Memilih jurusan Komputasi Statistik
  • Memilih untuk fokus mendalami pemrograman dengan mengabaikan mata kuliah dan nilai saya..
  • Memilih menggunakan teknologi terbaru saat skripsi saya, walau tau ini menjadi sangat berat..
Melanjutkan kisah perjalanan saya selama di kampus ini..
Saat tingkat 3, masa-masa PKL adalah masa dimana saya menimba banyak pengalaman dan pengetahuan akan keadaan lapangan,, Yang asyik saat saya bersama dua orang teman saya Rudi dan Mardiah mengalami banyak pengalaman seru saat menjelajah desa-desa nan jauh di Sumatera Selatan sana. Bertemu babi hutan setiap hari, motor nyeblos 1/2 meter ke dalem tanah, menjelajahi kebun karet dan sawit, nyuci piring disamperin ular, dll... Paling nggak  saat-saat itulah dimana kami menimba banyak ilmu di lapangan yang kadang kala harus kami satukan kondisinya dengan ilmu yang sudah kami tuntut di ruang kelas..

Bagaimana dengan perkuliahan?  Walau saat tingkat 3 ga terlalu banyak mata kuliah yang dipelajari, tapi ga tau kenapa tetep berat aja rasanya menjalaninya..  dan karena nilai  saya semenjak tingkat 1 sampe tingkat 3 standar aja ngikutin nilai rata-rata :D, jadinya  kadang saya sendiri juga ga terlalu niat lagi ngejer nilai.. yang penting naik dan ga parah-parah amat lah target saya.. Ditambah lagi ni otak ga tau kenapa bawaannya tiduuur terus kalo udah liat angka, rumus statistik, materi hapalan..

Jujur keinginan di dalam hati untuk menjadi orang yang bermanfaat, punya skill lebih, dibutuhkan dimana-mana, diakui dan dihargai kemampuan dan ilmunya itu bener-bener tertanam di dalam hati saya. Tapi untuk nonjolin nilai udah ga nyanggup lagi nih..  Dan karena itulah saya mulai masa bodoh dengan nilai-nilai perkuliahan saya, karena saya tahu nilai saya nggak bagus-bagus amat sejak semester awal. Organisasi?? sumpah saya ga tertarik dengan hal yang satu ini. Pingin sih aktif di kampus, jadi ketua blablabla... mimpin orang, rapat setiap waktu, ngatur dana, dll.. tapi saya lebih seneng mimpin mesin dari pada mimpin manusia. Pengalaman sih capek kerja sama bareng manusia yang ga terlalu saya tau karakternya. Ada yang ga mau kerja, tukang merintah, No Action Talk Only, gampang kesinggung, dll.. Yang paling males adalah ketika kita kerja keras tapi ga dihargai, dan ada yang ga kerja bacot nya ga ketolongan.. Kalo mesin mah apapun yang saya suruh pasti nurut asal saya tahu aja cara merintahinnya (saya udah gila kali ya?)...

Dan akhirnya saya mulai fokus untuk mendalami dan melatih skill saya di bidang programming yang memang saya suka melakukannya. Keluarga saya tahu dengan  saya yang mulai masa bodoh dengan kuliah untuk fokus ke satu bidang dan mereka sering kali menentang prinsip saya dikarenakan mereka pingin saya tonjolkan nilai saya agar bisa gampang penempatan kerja kelak. Tapi u know kan ketika laki-laki udah menetapkan jalan hidupnya, bahkan mereka bakalan lebih keras dari batu (preeet... ). Walau saya jelaskan berkali-kali kalo saya lebih milih saya ditawari banyak project dari orang lain karena kemampuan saya, daripada saya melihat IPK saya tertera tulisan 4.00. Dan yang saya pegang adalah saya rasa ga akan ada gunanya saya kuliah kalo untuk ngejer nilai.  Yah, mungkin sebagian orang ga setuju dengan asumsi saya, tapi di dalam kitab suci agama saya sudah dijelaskan kalo ilmu itu akan naikin derajat, bukan nilai.. Dan yang paling penting adalah gimana caranya agar ilmu kita bisa bermanfaat untuk sesuatu, cz ini ladang amal jariyah yang saya kejar-kejar.. Satu pertimbangan saya mengapa harus mengabaikan kuliah saya.. saya rasa harus ada yang dikorbankan.. layaknya Bill Gates yang DO untuk mengejar hal lain.. begitupun saya yang mengorbankan kuliah saya untuk hal lain yang saya rasa lebih bermanfaat.. Saya sih mau-mau aja dapet nilai yang super wah+ kemampuan programming yang aduhai.. Tapi saya ga sejenius itu. Saya harus pilih salah satu, dan saya rasa mengasah skill jauh lebih penting dari pada saya mikirin nilai.. 

Bla..bla..bla.. dan akhirnya naik ke tingkat 4 dan bersiap untuk menghadapi skripsi. Udah terlalu banyak lah saya curhat di blog ini mengenai perjalanan skripsi saya.. Dimana ada galau, sedih, susah.. tapi saya senang karena melewatinya bersama teman-teman saya. Tingkat 4 juga merupakan masa-masa paling produktif selama saya kuliah di kampus ini. Saya sendiri menganggap bahwa tingkat 4 adalah masa-masa investasi terbesar dalam hidup saya karena disini lah saya mendapat banyak ilmu dan pengalaman berharga yang saya dan teman-teman saya dapatkan. Mulai dari ngerjain proposal, coding, beli kertas, tangan berlumuran tinta printer, dll.. Yang paling saya senang adalah ketika saya bersama teman-teman semua setiap malam, yah setiap malam dan tidak tidur mengerjakan skripsi bersama-sama di kontrakan saya.. saya merasa kalo aja semasa kuliah itu kita selalu seperti ini, mungkin benar-benar akan terlahir seorang the next einstein di kampus ini...

Banyak banget lho masa-masa indah kala itu.. Masa-masa dimana jam 12 malam terasa masih sore dan jam 5 pagi adalah waktu untuk tidur. Masa-masa saya melihat semua ekspresi mulai dari senang, sedih, menangis, depresi, dan lainnya.. Masa-masa dimana setiap bertemu yang kami bicarakan adalah mengenai konsep-konsep, programming, penulisan, hingga tanda tangan dosbing.. Dan jelas, masa-masa dimana di rumah saya ga pernah kehabisan makanan mulai dari coklat, roti, ciki, permen, cola,.. hah.. pokok nya kenyang terus.. Yang saya ingat setelah wisuda saya pulang kampung dan komentar orang-orang adalah "Tambah gemuk dan putih aja kamu bit??".. hahahha.. dan yang paling seneng adalah biasanya di akhir kata itu juga terselip kata "tambah ganteng juga ya.."  wuahahahahha.. 

Jujur, seneng pernah ngelewati masa-masa itu bersama teman-teman KS. Walau capeknya minta ampun, jarang tidur, tapi semua kebersamaan itu menyenangkan. Disaat jam 3-5 malam satu persatu dari kami mulai berguguran. Biasanya sih saya yang udah ketiduran jam 3an, dimana biasanya saat saya bangun shalat subuh temen-temen yang lain baru mau tidur. Dan yang sering terjadi adalah di kaki saya berlumuran darah hasil pembantaian nyamuk pasien donor darah saya.. Ibu saya sendiri kadang nelpon saya yang ditanya adalah "tidur nya kemaleman ga? jangan sering-sering begadang ya..". Dan setelah itu saya pun bingung mau jawab apa.. :D.. Malah yang saya inget ibu saya pernah ngomong "Bit, di depan rumah kita ada mahasiswa yang ngekos itu mereka tidurnya pada jam 2 maleman loh. Dan mereka itu udah kuat merokok, makannya mie instan terus.. Wah jangan-jangan kamu juga gitu ya sama temen-temanmu? kalo bisa jangan ya bit.." .. huh... padahal saya dan teman-teman lebih parah dari itu.. cuma saya nggak ngerokok dan nggak melulu makan mie instan..

Dan masa-masa kesulitan skripsi pun diakhiri dengan wisuda nya kami. Ga 100% menyenangkan wisuda ini, karena ada beberapa teman kami yang harus mengulang satu tahun lagi... : (. Wisuda yang menyenangkan, salah satunya karena saya bisa bertemu semua keluarga saya dan keponakan saya yang makin nakal aja... Sekarang setelah lulus, ternyata ilmu yang saya cari saat skripsi ga sia-sia.. Tiap hari googling, coding, testing, hingga wisuding.. Yah, sekarang saat magang terasa manfaatnya.. Paling nggak itu yang saya rasakan ketika ada orang  yang membutuhkan saya untuk membantu menyelesaikan sesuatu pekerjaan..
Yah, bukan karena besar atau kecilnya imbalan yang di dapat dari suatu pekerjaan.. Tapi sangat menyenangkan ketika ilmu dan kemampuan kita dihargai.. 



Dan, yang menyenangkan setelah wisuda adalah balik kampung sejenak.. Paling nggak ngelihat kemajuan kota Palembang yang makin pesat aja nyamput Sea Games.. Sekalian ngelihat mega proyek nya wisma atlet yang lagi heboh di berita.. Ternyata wisma atlet nya biasa aja perasaan, malah sarana olahraga nya yang pada keren-keren...


4 Nov 2011

Menulislah..

Tidak tahu seperti apa dan sehancur apa tulisan saya, tapi kini satu lagi mata air kehidupan mengalir dari tulisan...

Saat mengajukan proposal skripsi, tulisan saya dianggap oleh dosen dan beberapa orang sangat parah. Yah, itu terlihat jelas ketika saya dinobatkan sebagai mahasiswa yang paling banyak revisi proposal di angkatan saya... Bahkan sering kali orang-orang mengatakan kepada saya "Kamu tahu itu, tapi kenapa kamu ga bisa menuliskannya?"

Sempat ketakutan dan nggak PD saat harus dihadapkan pada penulisan.. bahkan hingga sekarang kalo disuruh membaca tulisan sendiri pasti ngerasa "perasaan ga ada nyambung-nyambungnya nih kalimat??". Yah, tapi karena tahu ke "jongkokan" saya dalam menulis, maka saya beranikan saja diri saya nulis di blog untuk ngelatih dalam menulis..

Cara apa yang benar-benar ampuh untuk memberitahukan kepada orang-orang tentang apa yang kita tahu, apa yang kita suka, dan apa isi kepala kita? Mau koar-koar?? Saya sadar, siapa juga yang mau denger ocehan curhat seorang pemuda yang ga ada terkenal nya?? Presiden pidato aja males dengernya, ikut seminar yang ngedatengin pembicara hebat juga cuma niat ngejer sertifikat dan snack, dosen ngajar kalo ga kocak pasti ngantuk :D..   apalagi kalo saya yang ngomong?? Karena tau dengan hal tersebut, maka saya sering kali memilih menulis untuk menuangkan apa yang ada di dalam perasaan dan kepala saya lewat blog.. Jadi orang mau baca ataupun nggak, saya nggak sedih.. dibanding kalo saya koar-koar terus ga taunya dicuekin sampe mau nangis??

IQRA, bacalah.. Setelah membaca dan paham, ga ada salahnya kan kita tulis apa yang telah kita pahami.. Saat ini dunia internet berkembang pesat, apa yang kita tulis di internet bisa dibaca oleh semua orang yang ada di dunia ini.. Bisa jadi ketika anda curhat di internet, temen anda yang biang gosip ngebaca terus diceritain ke 1 kampus sampe anda jadi terkenal.. atau ketika anda posting usaha dagang anda, temen tertarik dan langsung pesen barang anda + izin ngutang sama anda.. bisa juga anda posting tugas kuliah anda yang udah kelar, orang lain membaca dan bisa copy paste tugas anda tersebut lalu langsung dia kumpul ke dosennya tanpa di edit sedikitpun.., atau mungkin ada yang nulis di internet untuk ngacauin hasil pencariannya google?? *parah..

Berawal dari kebiasaan saya nulis di blog sejak tingkat 2 klo ga salah.. awalnya cuma curhat-curhat ga jelas di blog(sama seperti postingan ini :D). Dan setelah ngeliat statistik blog saya yang rendah, saya sadar kalo orang-orang ga niat baca curhatan ga mutu saya.. Lalu lama kelamaan saya pun berpikir "setiap saya belajar, kenapa saya ga posting aja hal-hal yang sudah saya dapatkan?? jadi selain bisa bantu orang, sekaligus jadi pengingat kalo saya lupa". Yah, akhirnya saya membuat blog baru yang isinya full tentang materi-materi yang bersifat pelajaran disini. Walau saat itu sibuk dan bener-bener capek karena ngerjain skripsi, biasanya saya biasakan nulis disana hal-hal yang saya ketahui.. dan ga disangka rating disana jauh lebih tinggi dari blog curhat saya yang satu ini. Makin hari pengunjungnya pun makin banyak dan pertanyaan-pertanyaan pun mengalir disana.. Yah, berhubung masih mahasiswa yang lagi produktif-produktifnya, saya pun senantiasa menjawab pertanyaan pengunjung blog saya. Malah beberapa ada yang langsung bertanya via email, chat maupun FB. Tidak lama berselang ada tawaran pekerjaan freelance datang kepada saya dari pengunjung blog tersebut.. Karena memang skripsi saya sudah kelar dan masih belum disibukkan dengan pekerjaan yang sudah menanti di BPS, tentu saya terima tawaran tersebut.. hitung-hitung untuk pengalaman.. 

Sekali lagi Tuhan mengalirkan rezeki dari tempat yang ga disangka-sangka.. Tulisan yang saya rajut huruf demi huruf, ternyata sudah menjadi sebuah kain yang bisa saya gunakan untuk menjala ikan lele di sungai lepas..

Yah, menulislah..